Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
187


" Sayang sini !! Mejanya kotor banget "


Jerry tersenyum senang melihat gadisnya datang dengan mulut mengerucut . Sudah dua hari ini dia tidak pergi ke kantor karena masih sangat rindu pada gadisnya .


Walau begitu ia tetap menghandle semua dari rumah dengan bantuan Grace . Surat ataupun berkas yang ia tanda tangani biasanya di antar ke rumah .


" Hissshhh .... kapan mau bisa pulang kalau pekerjaan di sini nggak beres beres ! Kak Jerry buang sampahnya yang bener dong ... masa meja isinya bungkus snack semua . Kerja sana !! Cari duit yang banyak biar besok nggak telat kasih gaji "


Nayya memang tidak diharuskan bekerja sehari penuh , jika pekerjaannya selesai maka ia bisa pulang ke unit yang tepat di sebelah rumah Jerry .


Tapi Jerry adalah Jerry dia punya seribu cara agar gadisnya tetap berada di rumahnya seharian .


" Lhohh kemarin kan udah Kakak depe tuh ... "


" Nggak mau , yang itu mana bisa buat jajan ! "


Sampai sekarang Nayya tidak habis pikir dengan Jerry yang benar benar memberinya satu koper kecil emas batangan . Kemarin dia menolak mentah mentah pemberian itu , bukan karena sombong tapi karena ia belum pantas mendapatkannya .


Nayya yakin nilai sekoper emas itu bernilai sangat fantastis , tidak sepadan dengan pekerjaannya di sini yang hanya sebagai asisten rumah tangga .


" Terus pulang mau ngapain !? "


" Ehmmm ... itu ... Nay lagi pengen makan ayam goreng yang bergambar kakek kakek berkacamata itu "


" Ya sudah ... ayo !! "


" Kemana ?? "


" Katanya pengen makan ayam goreng , kebetulan kamu juga belum masak buat makan siang kan ? "


" Beneran Kak ?? Tapi traktir ya ... Nayya kan belum gajian "


" Siap Nyonya ... "


" Nona !! Bukan Nyonya !! "


" Sebentar lagi kan jadi Nyonya Jerry ... " lirih Jerry sambil tersenyum .


Gadis itu tampak begitu senang hanya dengan makan ayam goreng kesukaannya . Tapi makan di mall yang ramai seperti ini juga dilema bagi dirinya , tak dipungkiri gadisnya akan selalu menarik perhatian para pria .


Tak jarang para pria itu terang terangan menunjukkan rasa kagum mereka . Sepertinya tak ada yang bisa menolak pesona gadis muda disampingnya .


" Lagi ayamnya ?? " tanya Jerry yang melihat gadisnya sudah selesai makan .


" Udah .... "


" Mau minta apalagi sekarang ?? "


" Semua buat kamu sayang ... "


" Ok .. siapin duit yang banyak , Nayya mau borong sebentar lagi "


" Ok siapa takut !! "


Akhirnya siang itu mereka berjalan jalan , tanpa sadar gadis itu terus saja bergelayut di lengan Jerry sambil melihat lihat toko toko yang mereka lewati .


" Sayang aku ke sana sebentar , ada telpon dari kantor . Disini bising banget " kata Jerry menunjuk arah toilet pria .


" lya ... "


" Tunggu disini sebentar ya !! "


" Iyaaaa ... "


Jenuh menunggu Nayya iseng masuk ke sebuah gerai baju yang tepat ada di sampingnya . Dia berpikir Jerry pasti akan lama menerima telpon dari kantornya . Nayya pikir jika dia masuk ke toko Jerry juga bisa melihatnya karena gerai itu berdinding kaca transparan .


Nayya berkeliling sambil melihat lihat , tanpa sadar dia sudah diperhatikan oleh seorang pelayan toko . Bahkan pelayan toko itu terlihat sudah mengikutinya dari belakang .


" Wahh ... ini bagus ! " Nayya menyentuh sebuah dress berwarns putih model sabrina yang terlihat sangat cantik .


Tapi dia tinggalkan setelah tahu berapa banderol baju itu yang memang bernilai cukup mahal . Berkali kali seperti itu hingga pelayan kemudian mendekatinya ketika ia menyentuh sebuah dress panjang berwarna kuning cerah . Baju itu kontras dengan kulitnya yang seputih porselen .


' ltu dua puluh juta ... mau dibungkus !? " tanya pelayan itu dengan tatapan meremehkan . Pelayan itu yakin Nayya tidak akan mampu membayarnya .


Gadis muda seperti dia biasanya hanya sok kaya dengan pura pura sibuk memilih . Tapi akan pergi dengan tangan kosong setelahnya . Mereka berada di toko itu hanya untuk keperluan medsos' mereka . Hanya berfoto foto untuk menunjukkan status sosial mereka .


" Ehmm ... tapi ... " Nayya sangat gugup , saat ini bahkan dia lupa membawa dompetnya karena tadi niatnya hanya pergi makan siang dengan Jerry .


Jika membawa dompet pun isinya tidak sebanyak itu .


" Bungkus semua yang tadi sudah dia sentuh !!! "


Suara bariton itu mengagetkan keduanya , ternyata Jerry sudah ada di belakang gadisnya . Dari tadi ia memperhatikan Nayya yang memilih baju di dalam toko ini .


Dia sengaja memperhatikan dari jauh agar gadis itu bisa leluasa memilih . Sebenarnya ia ingin diam diam membeli semua baju yang sudah disentuh oleh gadisnya . Tapi tatapan meremehkan dari pelayan itu membuatnya murka .


Jerry tidak terima jika ada orang yang merendahkan gadisnya . Nayya adalah segalanya untuknya dan dia pasti akan melakukan semua untuk kebahagiaannya .


" Lhohh .. ehh ... Kak Jerry "


~ Hari ini emak telat up coz ada kepentingan , tapi tetep di usahain 3x up ... Mas Jer ceritanya lagi kebanyakan duit apa yaaaa !! Apa apa di beliin buat Nayya ... terus emak di beliin apa nih ~