
" Mas mau dibikinin apa buat makan malam nanti ? "
Erin sedang mengalihkan pandangannya pada tubuh kekar yang hanya berbalut handuk sebatas pinggang itu . Berkali kali disuguhkan pemandangan seperti itu tetap saja membuat wajahnya merah padam menahan malu .
Varo tersenyum jahil melihat istri kecilnya yang terlihat gugup .
" Apapun yang kamu masak pasti aku makan sayang , ehmmm ... sayang baju gantinya mana ? "
Varo dengan sengaja berdiri di depan sang istri yang sedang berjongkok memungut pakaian kotor yang tadi ia lempar sembarang sebelum mandi .
" Masss !! " pekik Erin kaget .
" Ya sayang !? "
" Dipakai bajunya !! "
" Lha ini kan lagi nanya sama kamu , mana baju Mas ? "
" Kan udah biasa di atas ranjang " jawab Erin kesal .
Suaminya memang berubah menjadi sangat jahil semenjak menikah dengannya . Ada saja tingkahnya yang membuat Erin merasakan kesal dan malu secara bersamaan .
Erin segera keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya . Varo sebenarnya tidak pernah masalah jika pun mbok Sum ataupun maid lain yang memasak makanannya , tapi Erin berkeras bahwa setiap makanan yang dimakan suaminya sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya .
" Non Erin ini udangnya udah mbok siangin , tinggal di masak saja " kata Mbok Sum sambil menyerahkan satu mangkok penuh udang yang sudah dikupas kulitnya .
" Makasih ya Mbok "
" Kangkungnya juga sudah Mbok siapin , ada di panci plastik dekat wastafel Non "
" Ya Allah Erin jadi bikin repot Mbok Sum ya , maaf ya ? Lain kali biar saja Erin yang kerjain sendiri Mbok "
Erin memeluk tubuh renta itu dengan penuh kasih sayang . Erin bisa merasakan pribadi Mbok Sum yang hangat , pantas saja suaminya sangat menghormatinya walau statusnya hanyalah seorang pembantu di rumah ini .
Dengan cepat mereka menyelesaikan masakan mereka sebelum Varo turun dari ruang kerjanya . Sudah menjadi kebiasaan Varo akan berada di ruang kerja untuk membuka beberapa laporan sebelum ia turun makan malam .
" Mending di samper saja Non , Den Varo kalau kerja memang sering nggak ingat waktu "
Sudah waktunya makan malam tapi Varo belum turun juga ke bawah . Padahal semua sudah tersaji rapi di atas meja makan .
Tanpa menunggu Erin segera pergi ke ruang kerja Varo , ruang yang selama ini tidak pernah ia masuki karena dia menjaga privasi suaminya ketika sedang bekerja .
TOKK .. TOKKK
" Mas ... "
Erin perlahan membuka pintu dan melihat kedalam ruangan yang tidak terlalu besar itu . Ruangan yang di balut wallpaper warna hitam dengan satu meja kerja dari kayu jati dan juga sofa besar berwarna putih .
Penataan ruangan yang menurutnya memanjakan matanya , siapapun akan betah berlama lama di sana .
" Kok berdiri di pintu , sini masuk !! Sebentar lagi Mas selesai kok "
" Sini sayang !! "
" Ehmm Erin duduk di sini saja , Mas kan lagi kerja "
Erin kemudian duduk di sofa dengan pandangan menunduk .
" Katanya pengen belajar bisnis . Sini belajar lihat laporan laporan dari perusahaan Mas ! Anggap saja lagi kuliah malam "
" Oooo gitu ya " jawabnya seraya melangkah mendekati sang suami yang sudah tersenyum penuh arti .
Erin memang sudah mulai masuk kuliah di jurusan bisnis , jurusan yang ia pilih agar suatu saat bisa mandiri dan membanggakan ibu dan suaminya .
Erin membungkuk agar bisa melihat layar laptop milik Varo dan tanpa ia duga tiba tiba suaminya merengkuh tubuhnya hingga saat ini dia terjatuh duduk dipangkuan suaminya .
" Mas ... !!! " pekiknya kaget .
Dengan gemas Varo menggigit punggung yang ada di depannya . Walaupun dulu terlihat galak dan sinis nyatanya istri kecilnya masih sepolos ini .
" Lama lama Mas gemes sama kamu , boleh nggak sih kalau Mas khilaf ?! "
" Erin nggak ngerti "
Varo mengeratkan tangannya yang sudah melingkar diperut istri kecilnya , jika saja dulu dia tidak berjanji untuk tidak menyentuh wanita dipangkuannya , dengan senang hati dia akan membuat Erin kembali mengerang di bawahnya .
Dia laki laki normal , setiap hari disuguhi tubuh ranum sang istri membuat imannya sedikit goyah . Tapi sebisa mungkin ia tahan karena takut Erin masih trauma dengan malam naas yang tidak mereka inginkan itu .
Varo menutup laptopnya dan mengangkat tubuh mungil Erin ke atas meja kerjanya .
" lni maksud Mas ... "
Varo segera menyambar bibir Erin , sedikit melum*tnya hingga akhirnya terdengar lengguhan indah sang istri . Satu tangannya menahan tengkuk sang istri dan tangan lainnya sudah masuk ke dalam kaos rumahan istrinya , menyentuh kulit punggung sang istri yang halus dan membuka kaitan penyangga yang dirasa mengganggu kerja tangannya .
Walau bukan pertama kalinya Varo menyentuhnya tapi tetap saja membuat tubuh Erin memanas dan kelimpungan . Sentuhan sentuhan lembut dan permainan bibir suaminya membuatnya terhanyut mengikuti alur panas yang tercipta .
" Boleh ?! "
" Massss ... euuugghhh "
Erin bahkan tak bisa menjawab karena dua tangan kekar itu sudah meremas lembut dua bukit yang sudah terlepas dari penyangganya .
TOKK ... TOKKK
" Non Erin ... Den Varo ayo ceoet turun makanannya keburu dingin . Kok malah kompak pada nggak turun semua !!!! "
Dan suara Mbok Sum sukses membuyarkan semuanya .
~ Tidak semudah itu fergusso !! Yang lain pada ngurusi psikopat masa kalian mau enak enak 😁😁😁.!! Kalau kata emak sih semua indah pada episod selanjutnya ... jangan lupa goyang jempol , vote n comen ya guyyss ~