Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
110


" Mas mau dibikinin apa buat makan malam nanti ? "


Erin sedang mengalihkan pandangannya pada tubuh kekar yang hanya berbalut handuk sebatas pinggang itu . Berkali kali disuguhkan pemandangan seperti itu tetap saja membuat wajahnya merah padam menahan malu .


Varo tersenyum jahil melihat istri kecilnya yang terlihat gugup .


" Apapun yang kamu masak pasti aku makan sayang , ehmmm ... sayang baju gantinya mana ? "


Varo dengan sengaja berdiri di depan sang istri yang sedang berjongkok memungut pakaian kotor yang tadi ia lempar sembarang sebelum mandi .


" Masss !! " pekik Erin kaget .


" Ya sayang !? "


" Dipakai bajunya !! "


" Lha ini kan lagi nanya sama kamu , mana baju Mas ? "


" Kan udah biasa di atas ranjang " jawab Erin kesal .


Suaminya memang berubah menjadi sangat jahil semenjak menikah dengannya . Ada saja tingkahnya yang membuat Erin merasakan kesal dan malu secara bersamaan .


Erin segera keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya . Varo sebenarnya tidak pernah masalah jika pun mbok Sum ataupun maid lain yang memasak makanannya , tapi Erin berkeras bahwa setiap makanan yang dimakan suaminya sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya .


" Non Erin ini udangnya udah mbok siangin , tinggal di masak saja " kata Mbok Sum sambil menyerahkan satu mangkok penuh udang yang sudah dikupas kulitnya .


" Makasih ya Mbok "


" Kangkungnya juga sudah Mbok siapin , ada di panci plastik dekat wastafel Non "


" Ya Allah Erin jadi bikin repot Mbok Sum ya , maaf ya ? Lain kali biar saja Erin yang kerjain sendiri Mbok "


Erin memeluk tubuh renta itu dengan penuh kasih sayang . Erin bisa merasakan pribadi Mbok Sum yang hangat , pantas saja suaminya sangat menghormatinya walau statusnya hanyalah seorang pembantu di rumah ini .


Dengan cepat mereka menyelesaikan masakan mereka sebelum Varo turun dari ruang kerjanya . Sudah menjadi kebiasaan Varo akan berada di ruang kerja untuk membuka beberapa laporan sebelum ia turun makan malam .


" Mending di samper saja Non , Den Varo kalau kerja memang sering nggak ingat waktu "


Sudah waktunya makan malam tapi Varo belum turun juga ke bawah . Padahal semua sudah tersaji rapi di atas meja makan .


Tanpa menunggu Erin segera pergi ke ruang kerja Varo , ruang yang selama ini tidak pernah ia masuki karena dia menjaga privasi suaminya ketika sedang bekerja .


TOKK .. TOKKK


" Mas ... "


Erin perlahan membuka pintu dan melihat kedalam ruangan yang tidak terlalu besar itu . Ruangan yang di balut wallpaper warna hitam dengan satu meja kerja dari kayu jati dan juga sofa besar berwarna putih .


Penataan ruangan yang menurutnya memanjakan matanya , siapapun akan betah berlama lama di sana .


" Kok berdiri di pintu , sini masuk !! Sebentar lagi Mas selesai kok "


" Sini sayang !! "


" Ehmm Erin duduk di sini saja , Mas kan lagi kerja "


Erin kemudian duduk di sofa dengan pandangan menunduk .


" Katanya pengen belajar bisnis . Sini belajar lihat laporan laporan dari perusahaan Mas ! Anggap saja lagi kuliah malam "


" Oooo gitu ya " jawabnya seraya melangkah mendekati sang suami yang sudah tersenyum penuh arti .


Erin memang sudah mulai masuk kuliah di jurusan bisnis , jurusan yang ia pilih agar suatu saat bisa mandiri dan membanggakan ibu dan suaminya .


Erin membungkuk agar bisa melihat layar laptop milik Varo dan tanpa ia duga tiba tiba suaminya merengkuh tubuhnya hingga saat ini dia terjatuh duduk dipangkuan suaminya .


" Mas ... !!! " pekiknya kaget .


Dengan gemas Varo menggigit punggung yang ada di depannya . Walaupun dulu terlihat galak dan sinis nyatanya istri kecilnya masih sepolos ini .


" Lama lama Mas gemes sama kamu , boleh nggak sih kalau Mas khilaf ?! "


" Erin nggak ngerti "


Varo mengeratkan tangannya yang sudah melingkar diperut istri kecilnya , jika saja dulu dia tidak berjanji untuk tidak menyentuh wanita dipangkuannya , dengan senang hati dia akan membuat Erin kembali mengerang di bawahnya .


Dia laki laki normal , setiap hari disuguhi tubuh ranum sang istri membuat imannya sedikit goyah . Tapi sebisa mungkin ia tahan karena takut Erin masih trauma dengan malam naas yang tidak mereka inginkan itu .


Varo menutup laptopnya dan mengangkat tubuh mungil Erin ke atas meja kerjanya .


" lni maksud Mas ... "


Varo segera menyambar bibir Erin , sedikit melum*tnya hingga akhirnya terdengar lengguhan indah sang istri . Satu tangannya menahan tengkuk sang istri dan tangan lainnya sudah masuk ke dalam kaos rumahan istrinya , menyentuh kulit punggung sang istri yang halus dan membuka kaitan penyangga yang dirasa mengganggu kerja tangannya .


Walau bukan pertama kalinya Varo menyentuhnya tapi tetap saja membuat tubuh Erin memanas dan kelimpungan . Sentuhan sentuhan lembut dan permainan bibir suaminya membuatnya terhanyut mengikuti alur panas yang tercipta .


" Boleh ?! "


" Massss ... euuugghhh "


Erin bahkan tak bisa menjawab karena dua tangan kekar itu sudah meremas lembut dua bukit yang sudah terlepas dari penyangganya .


TOKK ... TOKKK


" Non Erin ... Den Varo ayo ceoet turun makanannya keburu dingin . Kok malah kompak pada nggak turun semua !!!! "


Dan suara Mbok Sum sukses membuyarkan semuanya .


~ Tidak semudah itu fergusso !! Yang lain pada ngurusi psikopat masa kalian mau enak enak 😁😁😁.!! Kalau kata emak sih semua indah pada episod selanjutnya ... jangan lupa goyang jempol , vote n comen ya guyyss ~