
" Apa yang sedang kalian lakukan di luar sana ? "
Air terlihat berjalan menghampiri mereka dan sedikit terkejut tiga pria yang ia kenal sedang berdiri saling berhadapan .
" Apalagi kalau bukan berkenalan ! Dia tidak percaya bahwa kami adalah papa dari Janu . Dia pikir kami bercanda " kata Deniel .
Air menghembuskan nafasnya kasar , dia tak menyangkal putranya memang mempunyai dua fans pria tampan yang dari awal sudah terlalu menyayanginya .
" Mereka adalah Dennis Alvaro dan Deniel Brown , teman kerjaku . Mereka berdua yang selama ini menjadi rekan Bisnisku . Mereka yang mendukungku dari awal aku mendirikan usaha ini "
BROWN .. Terra sedikit terkejut dengan nama belakang dari salah satu pria itu . Nama yang sama dengan orang yang selama ini menolong hidupnya dan sang ayah .
Tapi ia berpikir nama itu banyak yang memakai . Dan kebetulan saja nama pria itu sama dengan keluarga penolongnya .
Ada rasa iri di hatinya ketika mendengar betapa dua pria itu mempunyai peran besar di hidup wanita impiannya . Jika saja dia bisa bertemu lebih awal pasti dia akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan wanita di depannya .
" Tuan Terra pesananmu sudah siap , seratus slice cheese cake sudah aku siapkan . Kami akan membantumu menata di mobil "
Terra hanya mengangguk .Mata elangnya masih menatap Varo dan Deniel yang sudah mendahului masuk ke dalam toko . Dua laki laki itu sudah duduk dengan Janu berada di pangkuan Varo .
Aira lagi lagi merasa merinding melihat tatapan Terra yang dirasanya sangat tajam menatapnya . Entah salah lihat atau tidak tapi ia merasa pria jangkung didepannya ini terlihat menatap benci pada dua pria yang saat ini bermain dengan putranya .
" Besok aku kesini lagi mengambil pesanan yang sama "
" Tidak !! Maksudku jika kau mengingin kan dengan jumlah yang sama maka aku tidak menyanggupinya . Jika kau masih ingin aku sendiri yang membuat , mungkin aku hanya bisa membuat separuhnya "
Terra terlihat tidak suka dengan jawaban yang dia dengar dari Aira . Dia sengaja memesan kue dalam jumlah yang cukup besar agar wanita itu lebih fokus pada dirinya . la tak ingin Aira punya lebih banyak waktu yang ia habiskan dengan Bumi , suaminya .
" Bagaimana !? "
" Terserah !! "
Setelah itu Terra melangkahkan kakinya keluar dari toko . Sedangkan Air hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan salah satu pelanggan tokonya itu .
"' Siapa dia ? Apa kepentingannya kemari !? "
Varo segera memberondong Air dengan pertanyaan ketika wanita itu sudah duduk bersama mereka .
" Dia lebih mirip dengan psikopat yang menjadi pemuja rahasiamu daripada menjadi seorang pelanggan . Dia seperti ingin menelanmu hidup hidup ketika menatapmu " kata Varo yang di benarkan juga oleh Deniel .
" Kau harus lebih hati hati padanya . Sepertinya dia bukan pria biasa , terlalu banyak kebencian di matanya . Benar kata Varo dia lebih mirip dengan psikopat " timpal Deniel , dia juga tidak menyukai pria jangkung itu .
" Kalian bicara apa sih !! Ngelantur lama lama . Dia hanya memesan roti ... itu saja "
Deniel dan Varo saking menatap sesaat , sepertinya mereka sepakat dengan satu hal .
" Ngomong ngomong tumben Mas Varo siang siang kesini , memang ada hal yang harus kita bahas ? "
Air mengira Dia pria di depannya akan kembali membahas tentang bisnis rotinya .
" Aku hanya ingin kalian besok bisa menjadi saksiku . Besok aku menikah "
" Hahhh !! Mas Varo menikah ?? "
" Erina ... aku akan menikahinya besok "
" Maksud Mas Varo gadis yang masih sekolah tempo hari ? "
Deniel terkekeh melihat raut kaget yang diperlihatkan oleh Air . Reaksi yang wajar , tak ada yang akan mengira laki laki seperti Varo akan menikahi gadis yang umurnya tersangkut jauh di bawahnya .
" Dia pedofil .. Aww "
Varo memukul bahu Deniel dengan keras , mulut sepupunya itu memang sering tak mempunyai filter .
" Jaga mulutmu !! "
" Apa aunty dan uncle sudah pulang ? "
" Mommy saja , Daddy masih di Rusia . Dia menanyakanmu dari kemarin . Dia khawatir aku tidak bisa menjagamu "
" Cihh memangnya aku seekor kucing hingga kau perlu menjagaku . Aunty sudah bertemu dengan Erina ? Bagaimana tanggapannya ? "
" Semula sedikit terkejut , tapi Mommy menerima Erina dengan baik "