Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
133


" Hei senang bisa bertemu lagi denganmu , apa kau masih bekerja di bank ? " seorang wanita yang bernama Ratu bertanya pada Aira .


" Ehmm ... "


Belum sampai Air menjawab wanita lain yang bernama Helen sudah menyahutnya .


' Tentu saja masih dia kan hanya istri siri , pasti sangat berat untuknya . Biasanya pernikahan yang tidak diakui tidak mendapat nafkah yang tidak layak . O iya kenalkan ini suamiku Dipa Atmaja dan itu suami Ratu .. Dika Atmaja . Mereka kakak beradik dari keluarga Atmaja , kalian pasti tahu siapa mereka "


Wanita bernama Helen itu membanggakan keluarga suaminya dan memandang remeh dua manusia di depannya . Atmaja adalah salah satu keluarga pengusaha yang cukup terpandang di kota itu .


" Dia istri sah ku !! Bukan istri siri !! " geram Bumi .


Aira terus saja mengelus punggung tangan suaminya seakan meredam api yang mulai tersulut dalam hati Bumi .


" Oh maaf kalau kau sudah menjadikan dia istri sahmu ! Kami dan Aira jarang bertemu karena kami terlalu sering keluar kota bersama suami suami kami . Maklum suami kami sering melakukan perjalanan bisnis "


Wajah Bumi sudah memerah , bahkan dia sudah memalingkan wajahnya agar tidak melihat dua pasang manusia yang menurutnya sangat memuakkan .


" Suamimu bekerja di mana Air ? Siapa tahu jika dia bekerja di perusahaan Atmaja Dipa ataupun Dika bisa menaikkan jabatannya "


" Dia bekerja di perusahaan Adipraja " jawab Air singkat .


' Wow Adipraja Corp ... kami juga sedang mengajukan kerjasama dengan mereka . Kau bekerja di bagian apa ? Siapa tahu kau bisa melancarkan jalan kami . Kami akan membayarmu dengan harga pantas "


Seseorang bernama Dipa malah berusaha melobi Bumi agar mencurangi perusahaannya sendiri . Bumi tidak merespon sama sekali ,. dia masih sibuk mempermainkan jemari sang istri yang dia letakkan di atas pahanya .


" Maaf tapi sepertinya Mas Bumi tidak bisa melakukan hal yang kalian minta . Dia ... "


" Bumi ... nama yang sama dengan dengan putra dari pemilik Adipraja , Bumi Attala Adipraja . Kudengar dia adalah salah satu pengusaha muda paling berpengaruh , dibawah naungannya Adipraja berkembang dengan pesat "


Air mencium punggung tangan suaminya , dia bangga ketika orang lain memuji suaminya . Dan hal itu langsung mendapat tatapan sinis dari dua temannya .


" Wajahmu cantik Air harusnya kau bisa mendapat laki laki kaya seperti kami , itu bisa menjamin hidupmu "


" Aku mencintainya , sangat mencintainya ... terlepas dari apa dan siapa dirinya . Aku bahagia disisinya dan itu sangat cukup bagiku "


Kemarahan yang sudah ada di ubun ubun menguap seketika ketika mendengar pernyataan sang istri yang sangat mencintainya . Bumi merengkuh tubuh Air dan mengecup puncak kepalanya .


" Aku juga mencintaimu sayang "


Empat orang di depan mereka hanya mendengus kesal karena disuguhi dengan segala keromantisan yang diperlihatkan Bumi pada istrinya .


" Mas .. "


" Apa sayang "


" Pulang yuk , kayanya Dede udah bangun . Kemarin kamu udah janji sore ini kamu yang mandiin dia "


" O iya Mas hampir lupa , yuk "


" Ratu , Helen .. maaf sepertinya aku harus pergi dulu . Kalian bisa meneruskan acara kalian disini "


Tapi ke empat orang itu sepertinya belum puas untuk merendahkan sepasang suami istri itu . Mereka tidak suka dengan sikap tenang dua orang itu saat mereka selalu menghinanya .


" Air kamu kesini naik apa !? "


" Tadi kami naik motor ... "


" Kami bisa mengantarmu jika kau bosan kepanasan naik motor . Mas Dipa juga bisa membantu jika kalian ingin memiliki mobil . Dia punya relasi yang punya show room mobil di Jakarta , kalau tidak salah namanya Jerry "


Bumi menarik lembut tangan Aira ketika dia akan melangkah pergi dari saung itu .


" Tunggu sebentar sayang .. "


" Mas ... "


Air menggelengkan kepalanya pelan , dia tahu apa yang akan di lakukan Bumi selanjutnya setelah ini . Sungguh , dia tidak ingin lagi memperpanjang hal ini karena mereka tidak sepenuhnya bersalah .


Dia memang pernah menjadi seorang istri siri , dan dulu ia memang selalu menggunakan motor kemanapun ia pergi . Kadang malah Dewa yang mengantarkan jika motornya mogok ataupun rusak .


Semua itu adalah masa lalunya dan ia tak perlu malu untuk mengakuinya . Semua yang sudah dia lalui mampu mengantarkannya pada kebahagiannya hari ini . Menjadi seorang istri dari Bumi Attala Adipraja .


" Kadang orang seperti mereka harus diberi pelajaran sayang .. "


Bumi mengambil ponselnya dan menelpon seseorang .


" Halo Dam , apa benar ada pengajuan kerjasama dari dari Grup Atmaja ke perusahaan kita ?! "


" Sepertinya iya , kemarin sudah di ACC dan mungkin besok kita akan meeting dengan salah satu putra Atmaja "


Bumi tidak menggunakan loud speaker di ponselnya tapi suara Adam bisa di dengar oleh ke empat orang itu karena kebetulan saung itu lumayan sepi sore itu .


" Batalkan !! Aku tidak ingin ada kerjasama apapun dengan mereka sekarang ataupun di kemudian hari !! "


" Tapi B ... "


" Jangan bilang kau tidak bisa melakukan hal semudah itu . Telpon salah satu putra Atmaja sekarang juga . Aku tidak ingin melihat mereka di semua proyekku lagi "


" Ckk .. baiklah "


Bumi langsung menutup telponnya karena ia tahu jika tidak dia akan mendengar Adam menggerutu sepanjang waktu .


" Yuk sayang , kita pulang . Mas udah kangen sama Dede "


Pria bernama Dipa mengangkat sebuah panggilan ponselnya . Dan wajahnya seketika memucat setelah mendengar seseorang yang berbicara di seberang sana .


" Mas Dika ... ini " Dipa menyerahkan ponselnya agar saudaranya juga bisa mendengar sendiri kabar yang membuatnya sangat terkejut .


" Jangan jangan dia ... . Brengsek ini gara gara kalian !! " tunjuk Dika pada Ratu dan Helen yang sedang kebingungan .


Dua pria muda itu langsung lari mengejar dua orang yang sudah melangkah pergi dari tempat itu . Mereka mengejar Bumi dan Air yang sudah berada dia area parkir .


" Tuan Bumi ... "


Dipa dan Dika menunduk hormat ketika melihat Bumi sedang menuntun motornya ke arah sang istri yang sudah menunggunya . Tapi Bumi sama sekali tidak menggubris mereka .


" Maafkan kami tuan , kami mohon jangan putus kerjasama kita . Kasihani kami , proyek itu dari dulu adalah impian dari ayah kami "


" Aku tidak merasa pernah bekerjasama dengan manusia sombong seperti kalian . Sampah seperti kalian pantas bersanding dengan wanita wanita ular itu . Aku masih menghormati ayah kalian Purwa Atmaja , jika tidak aku sudah meratakan perusahaan kalian dengan tanah saat ini juga !! "


" Mas ... sudah ya "


" lni hanya pelajaran kecil untuk pengusaha muda seperti mereka sayang , Mas hanya mengajari mereka agar tidak menjadi manusia yang memandang rendah manusia lain , hanya itu "


Air mendesah kasar ketika ia masih bisa mendengar pertengkaran hebat dua orang temannya dengan suami suami mereka . Dia semakin mengeratkan tangannya pada perut rata suaminya yang sedang memacu motornya .


Bumi benar , kadang seseorang harus memang harus di ingatkan agar bisa menghargai dan menghormati manusia lainnya .