
Dewa : Hai .. sudah tidur ?
Me : Belum
Dewa : Sudah malam , tidurlah .. dan jangan mimipikan aku ! Karena aku ingin ada di hidupmu ... bukan di mimpimu
Me : Gombal , buktikan jika begitu ...
Dewa : Baik , tapi jangan menolakku ketika aku datang padamu
Astika tersenyum melihat pesan pesan yang dikirimkan Dewa untuknya . Pria muda itu mulai rutin mengiriminya pesan setelah ' berdeklarasi ' untuk mengejarnya .
Dia akui hatinya berbunga bunga mengetahui ada seorang pria tampan dan mapan mengejarnya , tapi ada hal yang menjadi ganjalan hatinya . Selain usianya lebih tua dua tahun , Asti juga bisa melihat Jasmine terobsesi dengan CEO Adipraja itu .
Ada ruang di sudut hatinya yang masih khawatir jika pria muda itu hanya menyukainya untuk sesaat . Mungkin Dewa mengejarnya hanya karena rasa penasaran bukan karena tulus mencintainya .
Banyak gadis di luar sana yang lebih segalanya dari dia . Dan mereka pasti tak akan menolak jika pria muda seperti Dewa memilih mereka
Dan Jasmine , dia juga terang terangan menyukai pria muda itu . Adiknya masih begitu labil walau usianya sudah menginjak dewasa . Dewa benar dia dan Daddynya mungkin terlalu memanjakan gadis itu hingga sampai saat ini pun kemauannya harus terwujud .
TRINGG ..
Asti mengambil ponselnya karena terdengar satu notif pesan , dahinya berkerut ketika membacanya .
Dewa : Aku di bawah ... nggak usah turun . Aku cuma absen malam "
Me : Absen malam ?!
Dewa : Absen malam di rumah calon istri ..
Me : Pulang ini sudah jam sepuluh malam !! Kurang kerjaan banget ke sini malam malam
Dewa : Aku lagi makan bakmi di tenda depan jalan apartemen , habis ini pulang kok
Astika memang menyuruh pria muda itu segera pulang tapi saat ini seperti anak kecil dia sedang berguling guling di ranjangnya . Dia bahagia karena mendapat perhatian sebesar itu dari Dewa .
Sementara itu Dewa benar benar sedang menikmati bakmi godog kesukaannya . Kebetulan warung tenda yang ada didepan apartemen gadis pujaannya adalah salah satu warung favoritnya .
Dewa sangat jarang keluar malam ataupun hura hura di kafe seperti kebanyakan kaum muda seusianya . Dia dan Adam keluar malam jika ingin berburu kuliner , itupun di warung warung tenda seperti saat ini .
" Hei kau makan sendiri ?? "
Dewa menoleh ke arah asal suara itu , dilihatnya Asti sudah berdiri dibelakangnya .
" Kau mau !? "
" Tentu saja " jawab Dewa senang , dia tak menyangka Asti akan turun menyusulnya .
" Sering makan di tempat seperti ini ?? "
" Memang kenapa !? Tempat seperti ini sangat mewah untukku . Ketika aku memandang ke atas aku langsung bisa melihat view bintang bintang , aku bisa menikmati drama live , dan aku bisa menghirup kebebasan di sini "
" Drama live ?? "
" Kau tak perhatikan di sekitarmu . Kau lihat penjual bakmi disana ? Mereka Romeo dan Juliet di dunia nyata sudah hampir lima puluh tahun mereka bersama dan sampai saat ini mereka masih sangat mesra . Dan di ujung jalan sana kau lihat !? "
Asti mengikuti arah yang di tunjukkan oleh Dewa disana dia melihat seorang wanita sedang bertengkar dengan seorang pria . Dan mirisnya mereka bertengkar di depan seorang anak yang kemungkinan adalah anak mereka berdua .
" Itu drama kolosal jaman now ... "
" Kolosal !? "
" Sebentar lagi segelas es di depan mereka segera melayang dan akan ada tangis yang membuat siapapun ikut bersimpati . Aku tidak suka jika ada drama yang melibatkan anak anak seperti itu "
Asti hanya tertawa mendengar penjelasan dari dewa yang terdengar lucu baginya . Dia mulai menyantap hidangan didepannya ketika pesanannya sudah tiba .
" Kau pernah terlibat drama asmara ??! "
" Kau sedang menyelidiki aku ? Sepertinya kau sangat ingin tahu ... "
" Kutarik pertanyaan itu , tidak jadi ... " sungut Asti yang dibarengi tawa Dewa .
" Aku tidak pernah pacaran atau semacamnya , kau percaya !? "
" Tidak ... "
" Sampai saat ini tujuan hidupku belum berubah . Aku hanya ingin membuat bangga dan membahagiakan dua wanita dalam hidupku "
Asti menghembuskan nafasnya dalam dalam ternyata perkiraannya benar , pria muda itu sudah mempunyai sosok wanita dalam hidupnya .
" Sejak kecil aku hanya di asuh oleh ibu dan kakak perempuanku . Mereka segalanya untukku ... "
Dan sekali lagi Asti menghembuskan nafasnya dalam , tapi kali ini dia merasa sangat lega ternyata dia wanita itu ibu dan kakaknya . Firasatnya benar Dewa bukanlah seorang player .
" Tapi sebentar lagi tujuanku mungkin berubah ... akan ada satu lagi wanita yang ingin aku bahagiakan . Dia yang akan menjadi poros hidupku . Segalanya untukku "
" Siapa !?? "
" Kau ... "