
Bumi memandang gambar istri dan anaknya di layar ponselnya , tak menyangka rindu yang ia rasakan akan seberat ini . Tiga hari sudah mereka tidak bertemu , dan selama itu mereka hanya bertukar kabar melalui ponsel pintarnya .
Pernah satu kali ia nekat datang ke ruko , tapi hanya Dewa yang ada di sana , adik iparnya bilang sang istri masih sibuk menenangkan hati ibunya . Dewa mengatakan mungkin kakaknya akan kembali aktif di ruko lusa .
Air bisa mengatur semuanya dari rumah karena dia sudah mempekerjakan orang orang yang ahli di bidangnya . Tentu saja ada campur tangan Deniel di dalamnya . Deniel benar benar mengatur semua dengan sempurna .
Bumi pulang ke Apartemen kali ini karena ada pekerjaan yang mengharuskan dia dan Adam mengerjakannya sampai larut malam . Tapi di basement apartemen dia dikejutkan dengan pertengkaran dua orang yang sangat dikenalnya .
" Jerry ... !! "
Bumi mendekat ke arah dua orang itu hingga keduanya menghentikan adu mulut mereka .
" B .. "
" Udah pulang elo dari Surabaya ? Terus ngapain elo sama dia disini !? " Bumi menunjuk pada laki laki berpakaian serba hitam yang ada di depan Jerry .
" Udah dua hari gue disini , elo kali yang terlalu sibuk sama bini baru jadi nggak nyadar kalau ada temen pulang "
" Basi !! "
Jerry kembali menatap laki laki yang sudah menunduk saat pertama kali melihat kedatangan Bumi . Semua tahu kalau keluarga Adipraja mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang tidak bisa dianggap sepele .
" Nihh orangnya udah ada di hadapan elo , jangan main belakang ... pakai acara ngintilin temen gue segala "
" Maksud elo dia ngawasin gue gitu !? "
Bumi mulai naik pitam ketika tahu ada orang yang berani mengawasinya . Entah apa yang ada di pikirannya tapi Bumi malah mengkhawatirkan anak dan istrinya yang sedang tidak berada di sisinya .
Bumi takut ada yang berniat jahat pada keluarga kecilnya . Dia menarik kaos yang dikenakan pria itu .
" Siapa yang menyuruhmu !? Jawab !!! "
" Maaf tuan muda .. " pria itu terlihat ketakutan tapi tetap tidak menjawab pertanyaannya .
" Jer .. "
" Siap boss "
Jerry mengeluarkan sebuah pisau kecil dengan seringaian di wajahnya . Dia memainkan pisau kecil itu dengan tangannya yang lincah . Pria berbaju hitam itu sedikit mundur tapi tetap waspada .
Dari sikapnya Jerry tahu ada yang salah , pria itu tak gentar ketika melihatnya membawa pisau . Tapi wajahnya terlihat gugup dengan hanya melihat wajah datar Bumi yang berdiri di belakangnya .
" Ckk ... Kalau gue bikin dia bonyok bisa di jadiin perkedel gue sama bokap elo "
" Maksudnya ? "
" Mana ada orang manggil musuh dengan panggilan tuan muda . Pasti tuan besar yang sudah menyuruhnya "
" Lagi ada masalah apa sih elo sama bokap ? Bukannya dia lagi di Tiongkok ? "
" Panjang ceritanya ... dan elo ikut andil di dalamnya . Kalau bukan karena elo gue nggak bakal kayak gini "
Jerry menerima satu minuman kaleng dan mereka duduk di balkon apartemen untuk menikmati dinginnya angin malam .
" Elo inget kan elo pernah cerita tentang istri kakak gue yang selingkuh sama Deniel ? "
" Narra ? Elo waktu itu pernah telpon gue tentang itu . What's wrong sih "
" Bangsat dasar elo memang !! Kenapa nggak elo sebut Narra waktu itu ? Gue jadi salah sangka sama bini gue "
" Nahhh emang elo nikah sama dia kan ? Elo sendiri yang bilang mau nikah sama mantan istri kak Reynand kan ? "
" Bukan Narra ... "
" Terus elo dinikahin sama siapa ? "
Bumi mengambil ponsel dari sakunya , dia membuka dan menunjukkan gambar pada sahabatnya itu .
" Wow .. wow ... dia !? " mata Jerry berbinar melihat kecantikan yang dilihatnya .
" Bini gue , gue hajar elo kalau pasang muka mesum gitu ! Dan yang dipangkuannya itu Janu putra satu satunya Kak Reynand . Dan tentu saja sekarang jadi putraku "
" Elo nggak suka sama bini elo ? Elo masih cinta sama Narra ? Gue yang bakal urus itu semua . Elo tinggal duduk manis aja "
" Maksud elo apa ? " tanya Bumi penuh selidik karena pria di sampingnya ini sebelas dua belas dengan Deniel , mata keranjang .
" Ceraikan dia terus gue bakal jadiin istri itu bini elo yang cakepnya kebangetan . Gue nggak masalah sama babynya . Terus elo bisa nikahin itu Narra " jawab Jerry , dia tidak tahu jawabannya itu seperti sedang membangunkan singa yang sedang tidur .
" Sebelum itu terjadi gue pastiin elo udah terkubur hidup hidup di gurun Afrika "
" Ckk .. gue salah apalagi sih !? Terus elo maunya gimana ? Lagian elo bego banget sih masih cinta sama Narra yang nyata nyata brengsek !! ltu sweet angel yang cantik audzubillah malah di anggurin gitu "
" Jaga bacot elo , gue sayang sama anak bini gue . Gue nggak peduli sama Narra !! Yang jadi masalah sekarang mertua gue lagi ngelarang gue ketemuan sama anak bini gue . Termasuk papa mama . Mereka lagi menghukum gue karena dulu pernah benci sama anak bini gue sendiri "
" Maksudnya elo salah paham gitu ? Elo kira yang kelakuannya bejat itu bini elo ? Ha .. ha ..ha .. " Jerry malah tertawa terpingkal pingkal , tak habis pikir kenapa seorang Bumi bisa menjadi bodoh seperti itu .
" Semua gara gara bacot elo !! "
" Enak aja ... elo yang bego !! "
Bumi memandang sebal sahabatnya yang masih menertawainya . Berkali kali ia menghembuskan kasar nafasnya , ternyata papanya tak main main dengan ancamannya . Sampai sampai menyuruh orang untuk mengawasinya .
Papanya benar benar tidak mengijinkan dia untuk menemui anak dan istrinya sebelum ibu mertuanya mengijinkan .