Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
15


Air terpaksa menggunakan taksi agar ibu dan adiknya tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya . Tadi ia sempat ingin menggunakan angkutan umum untuk menghemat pengeluaran . Tapi ketika dipikir lagi akhirnya ia naik taksi untuk sampai ke rumah ibunya .


" Assalamualaikum .... "


Air tersenyum melihat ibunya yang sibuk melayani beberapa pembeli di warung nasinya . Dia rindu berada dirumah ini , berada di samping orang orang yang sungguh menyayanginya .


" Januuu ... cucu nenek !! " sang ibu segera menghampiri mereka ketika tahu keberadaan Air maupun Janu .


Air memeluk ibunya dengan erat seakan ia ingin membagikan beban berat yang ia tanggung saat ini . Tak terasa air matanya menetes .


" Lho kok malah nangis sih " Sri mengambil cucunya dari gendongan Air kemudian menciumi pipi gembul Janu dengan gemas .


" Air cuma kangen sama ibu dan Dewa , kok sepi rumah Bu ? Dewa mana ? "


" Biasa tadi Dewa ke bengkel sebentar , terus kuliah . Paling sore udah pulang . Kok naik taksi kesininya , nak Bumi mana ? "


" Ckk ... dia sibuk terus Bu ! Sepertinya yang harus ia nikahi itu perusahaannya ... bukan Air !! " Air pura pura merajuk di depan ibunya .


Sri hanya tertawa mendengar kata kata putrinya , hatinya bahagia melihat putrinya sebahagia itu . Setidaknya tidak salah keputusan Air nekat menikahi adik dari suaminya .


Air memutuskan untuk menginap di rumah ibunya , dia sebenarnya ingin sekali mengabari Bumi tapi dia tidak mempunyai nomor ponsel suaminya . Lagipula Bumi juga tidak akan pernah mengkhawatirkan mereka , itu pikir Air .


Janu tidur bersama sang nenek , tadi Sri bilang jika ia ingin tidur bersama cucunya . Sedang Air sedang mengupas bumbu yang dipakai besok untuk berjualan , dia duduk diruang tengah sambil menonton televisi .


Dewa mendekati kakaknya , dan dia duduk di depan kakak yang selama ini sudah bekerja keras untuk keluarga ini .


" Mbak ... "


" Eh kamu Wa , kirain udah tidur "


" Dewa habis nyelesein tugas kuliah tadi "


" Jangan capek capek dibengkel Wa , kamu harus lebih fokus pada kuliah kamu . Mbak ingin kamu jadi orang sukses "


" Kesuksesan Dewa adalah jika Dewa bisa melihat lbu dan Mbak Air bahagia , hanya itu "


Air mencoba untuk tersenyum walau hatinya sedikit tercubit mendengar kata kata adiknya . Bahkan kini ia tak tahu bagaimana cara untuk merasakan sebuah kebahagiaan .


Keputusan yang ia ambil untuk menyelamatkan nyawa papa dari mendiang suaminya malah berujung petaka .


" Bicara apa sih kamu Wa ! Ya pasti bahagialah , Mas Bumi baik banget orangnya , seperti Mas Reynand yang sangat mencintai kami " bohong Air .


" Mbak bisa berpura pura bahagia di depan ibu , tapi tidak jika di depan Dewa "


DEGGHH ...


Air sempat kaget mendengar jawaban menohok dari Dewa , tapi ia masih mencoba untuk tenang . Dewa memang terlalu pintar untuk ia bisa bohongi . Dari dulu dia dan adiknya sudah mempunyai ikatan yang sangat kuat hingga keduanya tak bisa berbohong satu sama lain .


" Apa sih Wa ngga usah mikir macem macem deh ! Tidur sana , besok pagi ke bengkel kan !? "


" Ya sudah ... Mbak juga jangan kemalaman nontonnya . Besok pulang di jemput Mas Bumi kan !? " pancing Dewa , ia ingin mendengarkan jawaban dari kakaknya .


" Ehmm .. akhir akhir ini dia sibuk banget Wa , Mba ngga ingin ngerepotin dia "


Dewa hanya mengangguk , tapi dia menghela nafasnya . Sepertinya dugaannya terhadap hubungan kakak dan kakak iparnya benar .


" Ya sudah kalau begitu Dewa antar saja kesananya "


" Mbak udah nggak tinggal dirumah papanya Mas Bumi , kami sekarang tinggal di apartemen Kata Mas Bumi lebih tenang di sana Udah mbak kan bisa naik taksi , lagian apartemen itu jaraknya lebih jauh ... kasihan Janu kalau naik motor kesananya " kilah Air agar Dewa mengurungkan niatnya .


" Ckk ... Dewa istirahat dulu Mbak "


Air memejamkan matanya sesaat , apapun yang terjadi Dewa dan ibu tidak boleh mengetahui keadaannya yang sebenarnya . Air masih yakin jika suatu saat Bumi masih bisa berubah .


*


Bumi yang malam itu ternyata pulang ke apartemen membanting semua yang ada di dekatnya . Apapun yang bisa ia raih ia lemparkan ke tembok hingga ruang tamu terlihat sangat kacau .


Dugaannya benar , pasti Air tidak ada di rumah karena sedang check in bersama pria yang ia lihat tadi siang duduk bersama istrinya .


" Dasar perempuan hina !!! Bisa bisanya kau mengkhianatiku . Jika dulu kau bisa membohongi Kak Reynand , tapi kini aku tidak akan membiarkanmu . Akan kubuat nerakamu disini !! Aira Prameswari ... "


Hatinya sangat sakit melihat Air yang bisa tertawa lepas di depan laki laki lain bahkan Janu pun terlihat sangat bahagia dipangkuan laki laki itu . Entah kenapa semua hal yang sebenarnya tidak dianggapnya penting itu bisa sangat menyakiti hatinya .


Bumi tidak suka jika wanita itu terlihat bahagia di depan laki laki lain .


~ Lhahh uripmu ki piye to Mas Bum , nggak nyadar juga kalau udah ada tanda tanda bucin melanda 🤣🤣 ~