Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
150


Dua manusia berbeda generasi itu tampak tertawa terbahak ketika melihat tayangan kartun robot kucing masa depan yang mempunyai sebuah kantong ajaib itu .


Mereka berdua duduk di karpet dengan banyak makanan di depan mereka . Jerry bahagia ketika mendengar gelak tawa gadis kecil dipangkuannya .


Senyumnya melebar ketika gadis kecil itu dengan cepatnya bisa pulas di pangkuannya padahal baru saja mereka tertawa bersama . Dengan perlahan Jerry mengangkat tubuh Cherry di atas sofa .


Setelah itu membersihkan sisa sisa dan bungkus makanan yang tadi ia biarkan tergeletak di atas karpet . Dia memang sudah terbiasa mengerjakan semua sendiri .


Sebenarnya ia ingin membawa gadis kecil itu untuk tidur di ranjang agar bisa lebih nyaman tapi ia takut Cherry malah akan terbangun ketika ia sedang membawanya ke atas . Akhirnya ia membiarkan Cherry tidur di sofa sedang dirinya tidur di bawahnya yaitu di atas karpet .


Tengah malam gadis kecil terbangun dan menangis .


" Hei .. cantik kok nangis "


" Celi aus .. mau mimi susu "


" Om bikinin susu tapi jangan nangis lagi ya , masa anak cantik nangis sih "


" lya ... " gadis cilik itu diam dan menunggu Jerry membuat susu .


Entah kenapa Jerry sana sekali tidak merasa direpotkan dengan keberadaan gadis kecil itu . Dengan senang hati ia membuat susu sesuai keinginan Cherry . Padahal biasanya ia paling malas ke dapur . Jerry mempunyai lemari pendingin kecil di kamarnya agar ia tak perlu repot jika di tengah malam kehausan .


" Nih susu buat anak cantik , habis minum susu bobo lagi ya "


" lya Om .. "


Dan paginya gadis cilik itu juga tidak rewel , dia dimandikan asisten Jerry yang setiap pagi datang .


" Cherry mau ke rumah Opa Alfian ? "


" He em mauuu .. "


" Yuk kita ke sana "


Tapi gadis kecil itu malah memeluknya , dan menyembunyikan dirinya dalam dekapan Jerry .


" Cherry kenapa !? " Jerry merasa ada yang aneh dengan gadis cilik itu .


" Celi boleh disini saja ? "


" Ada apa anak cantik , kemarin katanya mau ketemu sama Om Bumi "


" Celi takut Oma "


Jerry menghela nafasnya , dia tahu Rita memang tidak pernah menyukai keberadaan Narra ataupun putrinya .


" Oma Rita kan baik "


" Tapi takut ... "


" Ya sudah , Cherry dirumah dulu sama Embak ya . Om mau pergi sebentar ,, nanti kalau Om pulang kita jalan jalan beli es krim . Cherry mau !? "


" Mauuu !!! "


Jerry ingin menemui Bumi sebentar di rumah sakit , ia ingin membicarakan tentang Cherry karena sepertinya gadis cilik itu tahu kalau Rita tidak menyukainya .


Jerry ingin Bumi sendiri yang membujuk gadis kecil itu untuk tinggal di kediaman Adipraja . Cherry sangat menyayangi Bumi jadi kemungkinan besar akan menuruti setiap katanya .


" Bagaimana keadaan Janu !? " tanya Jerry yang melihat selang infus di tangan bayi itu sudah dilepas .


" Kata dokter sih besok boleh pulang ! Gimana kau sudah bawa Cherry pulang !? "


" ltu sebabnya aku datang kemari , aku ingin membicarakan soal dia "


" Ada apa memangnya !? "


" Dia masih di apartemenku . Tadi ketika aku ingin mengantarnya ke rumahmu dia malah ketakutan "


" Mamah !? "


Jerry mengangguk , dan Bumi sudah tahu pasti akan seperti ini jadinya . Gadis cilik itu akan mau ke kediaman Adipraja jika dia sendiri yang membawanya kesana .


Bumi sangat memaklumi ketakutan Cherry karena dulu setelah kematian kakaknya Rita pernah bertengkar hebat dengan Narra yang waktu itu sedang berkunjung ke kediaman Adipraja dengan membawa putri semata wayangnya .


Mereka berdua tidak menyadari bahwa pertengkaran itu akan menjadi sebuah trauma pada Cherry . Waktu itu Narra meminta harta gono gini atas perintah Putra , mereka berpikir bisa mengeruk sedikit keuntungan dari kematian suaminya .


.


" Jaga dia sampai besok , setelah Janu kembali pulang aku akan segera mengurus Cherry "


Dahi Bumi berkerut ketika Jerry terlihat tenang saat dia memintanya untuk menjaga Cherry . Padahal kemarin sahabatnya itu sempat menolak mentah mentah ketika diminta untuk menjaga putri dari Narra .


" Elo waras ?? "


" Ckk .. apa sih B !! "


" Gue minta elo jaga Cherry "


" Terus dimana salahnya !? Kan gue nggak bilang nolak "


" ltu letak kesalahannya , elo beneran mau !? " tanya Bumi untuk memastikan .


" Otak elo yang geser , efek kelamaan di rumah sakit . Giliran di bantuin malah ngatain orang enggak waras ..Elo yang sarap !! "


" Bac*t ... "


" Massss !!! " Air memperingatkan sang suami dengan tatapan tidak sukanya , ia selalu melarang Bumi berkata kasar di depan putranya .


" lya sayaaaanngg ... maaf "


Jerry sebenarnya ingin tertawa melihat Bumi yang berubah menjadi kucing kecil jika ada disamping istrinya . Tapi ia salut pada singa gunung buas yang sangat menyayangi keluarganya itu .


Tiba tiba terbersit keinginan untuk menjadi seperti Bumi , yang selalu terlihat damai jika berada di tengah keluarga kecilnya . Selama ini hidupnya selalu bebas , ia tidak punya tujuan hidup .


Yang ia tahu hanya kerja banting tulang untuk mengumpulkan pundi pundi rupiahnya . Bersenang senang dengan banyak wanita cantik . Dulu ia berpikir tali pernikahan hanya akan mengikat kebebasannya .


Pernikahan akan membuat hidupnya terasa membosankan . Tapi nyatanya tidak begitu yang ia lihat dari seorang Bumi .


Bumi terlihat sudah bisa mengatur emosinya , mempunyai tujuan hidup yang membuat sahabatnya selalu bersemangat dalam hal apapun . Hidupnya juga terlihat menjadi sangat bahagia .


Jerry juga menginginkan hidup seperti Bumi walau ia tahu tak akan pernah mudah untuk mewujudkannya !!