
Dua manusia berbeda generasi itu tampak tertawa terbahak ketika melihat tayangan kartun robot kucing masa depan yang mempunyai sebuah kantong ajaib itu .
Mereka berdua duduk di karpet dengan banyak makanan di depan mereka . Jerry bahagia ketika mendengar gelak tawa gadis kecil dipangkuannya .
Senyumnya melebar ketika gadis kecil itu dengan cepatnya bisa pulas di pangkuannya padahal baru saja mereka tertawa bersama . Dengan perlahan Jerry mengangkat tubuh Cherry di atas sofa .
Setelah itu membersihkan sisa sisa dan bungkus makanan yang tadi ia biarkan tergeletak di atas karpet . Dia memang sudah terbiasa mengerjakan semua sendiri .
Sebenarnya ia ingin membawa gadis kecil itu untuk tidur di ranjang agar bisa lebih nyaman tapi ia takut Cherry malah akan terbangun ketika ia sedang membawanya ke atas . Akhirnya ia membiarkan Cherry tidur di sofa sedang dirinya tidur di bawahnya yaitu di atas karpet .
Tengah malam gadis kecil terbangun dan menangis .
" Hei .. cantik kok nangis "
" Celi aus .. mau mimi susu "
" Om bikinin susu tapi jangan nangis lagi ya , masa anak cantik nangis sih "
" lya ... " gadis cilik itu diam dan menunggu Jerry membuat susu .
Entah kenapa Jerry sana sekali tidak merasa direpotkan dengan keberadaan gadis kecil itu . Dengan senang hati ia membuat susu sesuai keinginan Cherry . Padahal biasanya ia paling malas ke dapur . Jerry mempunyai lemari pendingin kecil di kamarnya agar ia tak perlu repot jika di tengah malam kehausan .
" Nih susu buat anak cantik , habis minum susu bobo lagi ya "
" lya Om .. "
Dan paginya gadis cilik itu juga tidak rewel , dia dimandikan asisten Jerry yang setiap pagi datang .
" Cherry mau ke rumah Opa Alfian ? "
" He em mauuu .. "
" Yuk kita ke sana "
Tapi gadis kecil itu malah memeluknya , dan menyembunyikan dirinya dalam dekapan Jerry .
" Cherry kenapa !? " Jerry merasa ada yang aneh dengan gadis cilik itu .
" Celi boleh disini saja ? "
" Ada apa anak cantik , kemarin katanya mau ketemu sama Om Bumi "
" Celi takut Oma "
Jerry menghela nafasnya , dia tahu Rita memang tidak pernah menyukai keberadaan Narra ataupun putrinya .
" Oma Rita kan baik "
" Tapi takut ... "
" Ya sudah , Cherry dirumah dulu sama Embak ya . Om mau pergi sebentar ,, nanti kalau Om pulang kita jalan jalan beli es krim . Cherry mau !? "
" Mauuu !!! "
Jerry ingin menemui Bumi sebentar di rumah sakit , ia ingin membicarakan tentang Cherry karena sepertinya gadis cilik itu tahu kalau Rita tidak menyukainya .
Jerry ingin Bumi sendiri yang membujuk gadis kecil itu untuk tinggal di kediaman Adipraja . Cherry sangat menyayangi Bumi jadi kemungkinan besar akan menuruti setiap katanya .
" Bagaimana keadaan Janu !? " tanya Jerry yang melihat selang infus di tangan bayi itu sudah dilepas .
" Kata dokter sih besok boleh pulang ! Gimana kau sudah bawa Cherry pulang !? "
" ltu sebabnya aku datang kemari , aku ingin membicarakan soal dia "
" Ada apa memangnya !? "
" Dia masih di apartemenku . Tadi ketika aku ingin mengantarnya ke rumahmu dia malah ketakutan "
" Mamah !? "
Jerry mengangguk , dan Bumi sudah tahu pasti akan seperti ini jadinya . Gadis cilik itu akan mau ke kediaman Adipraja jika dia sendiri yang membawanya kesana .
Bumi sangat memaklumi ketakutan Cherry karena dulu setelah kematian kakaknya Rita pernah bertengkar hebat dengan Narra yang waktu itu sedang berkunjung ke kediaman Adipraja dengan membawa putri semata wayangnya .
Mereka berdua tidak menyadari bahwa pertengkaran itu akan menjadi sebuah trauma pada Cherry . Waktu itu Narra meminta harta gono gini atas perintah Putra , mereka berpikir bisa mengeruk sedikit keuntungan dari kematian suaminya .
.
" Jaga dia sampai besok , setelah Janu kembali pulang aku akan segera mengurus Cherry "
Dahi Bumi berkerut ketika Jerry terlihat tenang saat dia memintanya untuk menjaga Cherry . Padahal kemarin sahabatnya itu sempat menolak mentah mentah ketika diminta untuk menjaga putri dari Narra .
" Elo waras ?? "
" Ckk .. apa sih B !! "
" Gue minta elo jaga Cherry "
" Terus dimana salahnya !? Kan gue nggak bilang nolak "
" ltu letak kesalahannya , elo beneran mau !? " tanya Bumi untuk memastikan .
" Otak elo yang geser , efek kelamaan di rumah sakit . Giliran di bantuin malah ngatain orang enggak waras ..Elo yang sarap !! "
" Bac*t ... "
" Massss !!! " Air memperingatkan sang suami dengan tatapan tidak sukanya , ia selalu melarang Bumi berkata kasar di depan putranya .
" lya sayaaaanngg ... maaf "
Jerry sebenarnya ingin tertawa melihat Bumi yang berubah menjadi kucing kecil jika ada disamping istrinya . Tapi ia salut pada singa gunung buas yang sangat menyayangi keluarganya itu .
Tiba tiba terbersit keinginan untuk menjadi seperti Bumi , yang selalu terlihat damai jika berada di tengah keluarga kecilnya . Selama ini hidupnya selalu bebas , ia tidak punya tujuan hidup .
Yang ia tahu hanya kerja banting tulang untuk mengumpulkan pundi pundi rupiahnya . Bersenang senang dengan banyak wanita cantik . Dulu ia berpikir tali pernikahan hanya akan mengikat kebebasannya .
Pernikahan akan membuat hidupnya terasa membosankan . Tapi nyatanya tidak begitu yang ia lihat dari seorang Bumi .
Bumi terlihat sudah bisa mengatur emosinya , mempunyai tujuan hidup yang membuat sahabatnya selalu bersemangat dalam hal apapun . Hidupnya juga terlihat menjadi sangat bahagia .
Jerry juga menginginkan hidup seperti Bumi walau ia tahu tak akan pernah mudah untuk mewujudkannya !!