Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
142


Semenjak tahu sang istri sedang mengandung Bumi menjadi sangat over protektif . Dia tak membiarkan Aira untuk mengerjakan apapun hingga wanita itu sering menjadi kesal .


Seperti pagi ini ketika ia ingin ke bawah untuk membuat susu untuk putranya . Air sudah hafal jika sebentar lagi Janu pasti terbangun karena ingin minum susu .


" Sayang mau kemana !? "


" Sssstttt ... jangan teriak teriak nanti Dede bangun , Air ke bawah mau bikin susu dulu Mas . Sebentar "


Bumi segera beranjak menghampiri istrinya , dia menarik lembut tangan Air agar kembali ke ranjangnya .


" Kamu disini saja biar Mas yang turun bikin susu . Mulai besok kita akan pindah ke kamar yang ada di lantai bawah agar kamu nggak capek naik turun tangga . Jangan bandel kalau dilarang jangan banyak bergerak ... "


" Tapi ... "


" Nggak ada tapi , disini ada baby kita . Kamu pokoknya nggak boleh capek capek "


Air mendesah kasar ketika melihat sang suami sudah turun kebawah . Pulang dari rumah sakit kemarin suaminya semakin menjadi . Bahkan untuk naik ke kamarnya pun Bumi memaksa untuk menggendongnya .


Semalam Bumi membawa makan malamnya ke kamar , dia pula yang membawa Janu ke atas agar bisa bermain dengannya .. Air merasa menjadi pesakitan di rumahnya sendiri .


" Mass ... sini sebentar "


" Kamu butuh apalagi sayang !? " Bumi berjalan mendekati sang istri yang terlihat merajuk .


Kemarin Adam sempat bilang jika ia harus menuruti semua keinginan Air agar anaknya tidak ileran . Walau setengah mati ia tidak bisa menemukan apa hubungan keinginan sang istri dengan iler .


Tapi ia harus menjadi suami siaga , ia akan menjaga istri dan calon bayinya apapun yang terjadi .


" Aku butuh kamu Mas ... "


" Apa sayang !? "


" Ckk .. aku butuh kamu "


" Ok , tapi dokter bilang harus pelan pelan " Bumi tersenyum senang sambil melepaskan kaos dan celana pendeknya .


" Lhoo Mas mau ngapain !? "


Air tak habis pikir dengan jalan pikiran suami mesumnya . Apapun yang ia katakan pasti di hubungkan dengan masalah ranjang . Tapi tak ia pungkiri hatinya sedikit berdesir ketika melihat tubuh sempurna di depannya .


" Kamu pengen kan ? "


Tapi pertahanannya runtuh juga , suaminya sudah terlalu pintar untuk menbuainya dalam rasa yang luar biasa nikmat . Bumi mulai menjamah setiap inchi tubuhnya .


" Massss ... "


Tubuhnya menggelinjang merasakan lidah suaminya yang bermain di bawah sana , tak hanya itu dua jarinya pun dengan nakal sudah membuatnya merasa tak karuan .


" Massss ... euugghh "


" Tunggu sayang sebentar ya ... kamu jadi enak banget soalnya "


" Cepetaaannnhh ... "


" Mama nggak sabaran De "


" Janu lagi tidur ... "


" Bukan Janu sayang tapi dede yang ini .. " Bumi menciumi perut rata Air hingga wanita itu tak bisa menahan tawanya karena geli .


" Mas bahagia kita akan punya anak !?


" Ngomong apa sih Yank , ya pasti seneng bangetlah ! Kalian adalah poros hidupku , hidupku adalah untuk kebahagiaan kalian . Mas nggak bisa bayangin kalau hidup tanpa kamu ... tanpa anak anak kita "


Bumi mengelus lembut pucuk kemerahan dua bukit yang sekarang tampak lebih padat , sesekali mengulumnya lembut . Daerah itu adalah daerah favoritnya hingga ia mampu berlama lama di sana .


" Mas ingin anak laki laki atau perempuan !? "


" Apa saja , sedikasihnya saja sama yang di atas . Yang penting sehat ! Hidungnya mancung kaya aku , matanya sipit dikit kayak aku , kulitnya item kayak aku , rambutnya ikal dikit kayak aku .... "


Dia sontak menghentikan kata katanya ketika mendengar bunyi nafas teratur dari wanita di bawah kungkungannya .


" Sayang ... sayang ... lhohh kok malah tidur sih " Bumi mengecup seluruh wajah sang istri yang sudah terlihat terlelap .


" Yank ... terus ini gimana dong . Nanggung banget sih bobonya , nggak bisa nanti gitu .. " Bumi menggaruk tengkuknya ketika melihat sesuatu di bawah sana yang masih tegak menjulang menginginkan pelepasan .


Akhirnya ia mengalah dan turun dari atas tubuh istrinya . Dengan perlahan ia kembali mengancingkan baju tidur sang istri , dan menyelimutinya . Dikecupnya lembut kening Air sambil berbisik ...


" Mas cinta sama kamu ... sama kalian , terimakasih sudah hadir di hidup Mas . Mas berjanji akan menjaga kalian dengan hidup Mas "