Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
05


Bumi sedang berkumpul bersama teman temannya di sebuah klub malam . Dia bukan pecandu alkohol tapi ia kadang minum beberapa gelas wine untuk sekedar melepas penatnya .


Bumi sengaja berkumpul dengan teman temannya malam ini karena sore tadi papanya menelponnya agar dia cepat pulang , ada hal penting yang akan dibicarakan . Dan Bumi bisa menebaknya , pasti ini berkaitan dengan rencana pernikahan seperti yang Narra katakan .


Sungguh dia sedang tidak ingin membahasnya sekarang , ia masih sangat kehilangan sosok kakak yang ia sayangi dan ia hormati . Sepertinya tidak pantas jika ia menikahi istri kakaknya apapun itu alasannya .


Suasana club malam ini begitu ramai , tapi Bumi dan teman temannya memakai ruang VVIP dimana ruangan itu terpisah dinding kaca tebal . Hingga mereka tetap bisa menikmati suasana diluar tapi orang di luar ruangan tidak bisa melihat mereka . Ruangan itupun juga kedap suara hingga suasana ruangan itu menjadi lebih tenang .


Saat ini Bumi dan teman teman yang ada di ruang itu memandang jijik laki laki yang sedang di kerumuni oleh para wanita penghibur . Dia dan wanita wanita itu sedang melakukan adegan yang tak sepantasnya di lakukan di luar ruangan. Bahkan para wanita itu sudah berhasil membuat laki laki itu shirtless .


Walaupun dia juga laki laki tapi ia tidak akan sembarangan menyentuh wanita ataupun membiarkan tubuhnya disentuh oleh wanita yang tidak ia kenal .


Dulu ketika masih bersama Narra , wanita itu sering sekali ingin menyerahkan tubuhnya dengan alasan cinta . Tapi Bumi selalu bisa menolaknya karena ia ingin cinta mereka utuh sampai di pelaminan . Bumi begitu yakin dengan kekuatan cinta mereka .


Tapi kenyataan berkata lain sesudahnya , wanitanya malah menjadi kakak iparnya . Bumi sempat pergi ke luar negeri untuk menempuh pendidikannya . Yang sebenarnya hanya sebuah alasan agar dia tak melihat Narra yang bersanding dengan Reynand .


" Hei .. kalian tahu siapa dia ? " salah seorang temannya bernama Jerry menunjuk laki laki tampan yang sedang duduk bersama para wanita penghibur di pojok ruangan itu .


Tapi semua teman temannya yang duduk di sofa melingkar itu hanya menggelengkan kepalanya .


" Namanya Deniel , blaster lndonesia lnggris . Mahasiswa semester akhir perguruan tinggi swasta . Kalian tahu pekerjaannya apa !? "


" Bodo amat , nggak ada penting pentingnya kita tahu soal dia . Kayak kurang kerjaan aja " salah satu teman memotong perkataan Jerry .


" Ckk .. ngga seru banget sih !! " seru Jerry , padahal ia sudah bersemangat untuk menceritakan tentang Deniel .


Hari semakin malam hingga akhirnya hanya tinggal Jerry dan Bumi yang masih duduk di ruangan itu . Biasanya Bumi yang lebih dahulu meninggalkan circle teman temannya . Tapi kali ini ia sedang malas untuk pulang .


" Kau keberatan jika aku meneruskan cerita tentang laki laki yang aku sebutkan tadi !? " tanya Jerry yang melihat Bumi sudah menyandarkan punggungnya di sofa dengan mata terpejam .


" Hemmm ... terserah " jawab Bumi tanpa membuka matanya .


" Deniel , laki laki yang kita lihat di sudut ruangan tadi "


" Dia seorang gigolo , langganannya kebanyakan wanita kaum jet set ... Sebenarnya dari dulu aku ingin bicara padamu . Tapi aku takut akan hal ini akan menyinggungmu "


" Bertele tele ... berisik !!! "


" Ckk aku serius Bumi!! Aku sedang tidak bercanda "


Tapi nyatanya Bumi tetap diam dengan duduk seperti posisinya semula hingga Jerry memijit pelipisnya .


" Ya Tuhan kenapa kau berikan aku teman seperti dia , untung kaya ... kalau tidak .. "


" Kalau tidak kenapa ??!! Pergi jika tidak ingin berteman denganku "


" Haisshh ... kenapa kau sekarang menjadi menyebalkan sekali !! Aku hanya ingin bilang Deniel adalah pria simpanan istri kakakmu ! "


BUUGGHHH ....


Jerry memegang pipinya yang baru saja terkena bogem mentah dari Bumi . Darah keluar dari sudut bibirnya . Dia sudah mengira ini pasti akan terjadi karena Bumi sangat menghormati kakaknya .


" Jaga kata katamu brengs*k !!! Sekali kau menyinggung hal yang berhubungan dengan kakakku maka aku tak segan untuk membunuhmu " ancam Bumi dengan mata memerah menahan amarah .


" Dari dulu sebenarnya aku sudah ingin mengatakan hal itu apapun resikonya termasuk ini " Jerry menunjuk pada lebam di pipinya sendiri .


" Yang aku ceritakan adalah kebenaran . Aku juga punya buktinya jika kau sangsi padaku "


Tanpa berkata sepatah katapun Bumi segera melangkah keluar dari ruangan itu . Dia tak ingin lepas kendali dengan menghajar lagi salah satu sahabatnya tersebut .


" Heiii !! Aku tahu suatu saat kau pasti akan mencariku karena hal ini !! " teriak Jerry sebelum Bumi mencapai pintu ruangan itu .


Bumi membanting pintu ruangan itu dengan sangat keras . Sejenak ia menjadi pusat perhatian kaum hawa yang berada di klub itu . Selain mempunyai wajah rupawan Bumi juga mempunyai badan kekar yang menjadi idaman kaum hawa .