
" Dia Daddymu ... lepas dari apapun yang dia perbuat hingga menyebabkan kau membencinya "
Vallery membelai kepala Deniel yang berbantal kedua pahanya . Dia bisa melihat kekecewaan yang terpancar dari mata kekasihnya ketika sedang melihat nama sang ayah di layar ponselnya .
Vallery tidak bertanya tentang penyebabnya , tapi ia tidak suka melihat kemurungan pria yang belum lama ini menjadi kekasihnya .
" Aku tidak membencinya "
" Mataku masih bisa cukup jelas melihat sayang , aku tidak suka jika disini menyimpan tatapan kecewa ataupun benci " Val mengecup dua mata Deniel bergantian .
" Dia mengkhianati Mommyku , dan hasil pengkhianatannya menghasilkan seorang putra . Dia kakakku , Kevin "
" Tali bagaimana bisa ? "
" Entah , tapi Daddy bermain api sebelum aku lahir ! Dan ibuku memaafkannya bahkan mengasuh Kevin seperti putra kandungnya sendiri "
" Dan bagian mana yang bisa membuatmu kecewa terhadap Daddymu ? "
" Laki laki sejati akan setia pada pasangannya ! Dan laki laki sejati akan mengakui dan menghadapi konsekwensi kesalahan yang telah ia perbuat . Tapi nyatanya ia malah mengakui Kevin hanya sebagai putra adopsinya . Hanya putra angkat ! Dia tak mau dunia tahu bahwa Kevin adalah hasil dari kesalahannya "
" Daddymu pasti punya alasan melakukan semua itu sayang "
" Harga dirinya !! Dia terlalu mendewakan harga dirinya "
" Tapi bagaimana jika mereka berpikir kau pergi karena iri dengan kakakmu . Tadi kau bercerita bahwa mereka sangat menyayangi Kevin kan ? "
" Aku sudah tidak peduli , aku bahagia disini . Bersamamu "
Vallery hanya tersenyum mendengar kata kata dari kekasihnya . Sebenarnya banyak yang ingin ia katakan pada laki laki dipangkuannya , tapi sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat .
Tapi ia yakin suatu saat Deniel bisa memperbaiki hubungannya dengan kedua orang tuanya .
*
Sementara itu Adam tak henti hentinya mengingatkan Bumi untuk mengurangi kecepatan mobilnya . Mereka sedang menuju gedung tempat kantor Putra berada .
" Ckk pelan pelan kenapa sih B !! Kita bukan kucing yang punya sembilan nyawa ! "
" Berisik !! Kalau takut tadi ngapain ikut gue ! "
" Gue cuma kasihan sama anak bini elo , kalau elo terus terusan kaya gini nyetirnya bisa bisa bini elo jadi janda lagi . Kalau gue sih ikhlas banget buat gantiin elo tapi takutnya dia nggak mau sama gue "
" Anj*ng elo , mulut elo minta gue lakban ya "
" Ya makanya pelan pelan !! "
Tak berapa lama mereka sampai ke tempat tujuan . Gedung tiga lantai itu terlihat tidak terlalu ramai , mungkin karena mereka datang saat masih jam kerja .
BRRAAAAKKK ...
Dengan kasar Bumi membuka paksa kantor Putra . Tapi kemudian ia membuang pandangannya ketika melihat seorang wanita yang sudah setengah telanjang sedang duduk dipangkuan mantan mertua kakaknya itu .
" Menjijikkan "
Dengan tergopoh gopoh wanita itu meninggalkan ruangan dengan raut yang ketakutan .
Bumi menghambur maju ke arah Putra dengan tangan terkepal . Adam sempat mencegahnya .
" Kita tanya dia baik baik dulu B ! Dia tetap saja lebih tua dari kita "
Dengan muka tanpa dosa Putra malah mendekati Bumi . Dia mengira Bumi datang untuk sekedar menyapanya . Putra bahkan berpikir mungkin saat ini dia bisa melobi urusan bisnisnya dengan Bumi .
" Bumi tumben sekali kau mau datang ke perusahaan kecil Om . Apa kau ada keperluan denganku !? "
" Ya ... aku hanya ingin kau menghilang selamanya dari hidupku dan istriku . lni hanya satu peringatan kecil dariku ... "
BUGGHHH ... BUGGHHH
Dua pukulan dilayangkan Bumi pada kedua sisi rahang pria parubaya itu . Putra tersungkur tak berdaya , pukulan keras itu sukses membuat darah mengalir di hidung dan sudut bibirnya .
" Aku tak akan segan membunuhmu jika sekali lagi kau mengganggu ketenangan istriku "
" Memangnya apa yang sudah aku lakukan , apa perempuan jala'ng itu sudah menghasutmu untuk menentang ku !? "
Adam menghela nafas ketika mendengar Putra malah berkata yang tidak tidak menyangkut istri sahabatnya . Feeling-nya buruk mengenai hal ini .
" Bajing*n berani kau menyebut istriku dengan mulut kotormu !!! "
BUGGHHH ... BUGGHHHHH
Bumi kalap !! Dengan membabi buta ia menghajar Putra yang tak berdaya melawannya . Dua orang sekuriti yang mencoba menghentikan pun tak mampu menghadang kemarahan seorang Bumi .
" B .. kendalikan dirimu , dia bisa mati jika kau terus begitu !! " teriak Adam panik .
" Dia memang pantas mati !! "
Putra sudah bersimbah darah dan Bumi terus saja kalap , pria itu akan benar benar mati jika mereka tak bisa segera menghentikan Bumi .
Adam menyipit ketika Bumi tiba tiba berhenti dan seperti mengambil sesuatu dari sakunya .
" Ya halo sayang "
" ...... "
" lya sayang sebentar lagi aku kesana , tadi aku dan Adam mampir ke gym sebentar untuk olah raga jadi nafasku sedikit ngos ngosan "
" ..... "
" Aku juga sangat mencintaimu "
Ya Tuhan , Adam ingin sekali memukul kepala sahabatnya itu . Dia tak habis pikir bisa bisanya monster yang ingin membunuh itu bisa berubah sekejap mata hanya dengan mendengar suara istrinya .
Dan setelah menutup panggilan dari istrinya Bumi kembali memancarkan aura hitamnya .
" Seret dia pergi dari sini sebelum aku benar benar membunuhnya !! "