Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
102


" Dia Daddymu ... lepas dari apapun yang dia perbuat hingga menyebabkan kau membencinya "


Vallery membelai kepala Deniel yang berbantal kedua pahanya . Dia bisa melihat kekecewaan yang terpancar dari mata kekasihnya ketika sedang melihat nama sang ayah di layar ponselnya .


Vallery tidak bertanya tentang penyebabnya , tapi ia tidak suka melihat kemurungan pria yang belum lama ini menjadi kekasihnya .


" Aku tidak membencinya "


" Mataku masih bisa cukup jelas melihat sayang , aku tidak suka jika disini menyimpan tatapan kecewa ataupun benci " Val mengecup dua mata Deniel bergantian .


" Dia mengkhianati Mommyku , dan hasil pengkhianatannya menghasilkan seorang putra . Dia kakakku , Kevin "


" Tali bagaimana bisa ? "


" Entah , tapi Daddy bermain api sebelum aku lahir ! Dan ibuku memaafkannya bahkan mengasuh Kevin seperti putra kandungnya sendiri "


" Dan bagian mana yang bisa membuatmu kecewa terhadap Daddymu ? "


" Laki laki sejati akan setia pada pasangannya ! Dan laki laki sejati akan mengakui dan menghadapi konsekwensi kesalahan yang telah ia perbuat . Tapi nyatanya ia malah mengakui Kevin hanya sebagai putra adopsinya . Hanya putra angkat ! Dia tak mau dunia tahu bahwa Kevin adalah hasil dari kesalahannya "


" Daddymu pasti punya alasan melakukan semua itu sayang "


" Harga dirinya !! Dia terlalu mendewakan harga dirinya "


" Tapi bagaimana jika mereka berpikir kau pergi karena iri dengan kakakmu . Tadi kau bercerita bahwa mereka sangat menyayangi Kevin kan ? "


" Aku sudah tidak peduli , aku bahagia disini . Bersamamu "


Vallery hanya tersenyum mendengar kata kata dari kekasihnya . Sebenarnya banyak yang ingin ia katakan pada laki laki dipangkuannya , tapi sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat .


Tapi ia yakin suatu saat Deniel bisa memperbaiki hubungannya dengan kedua orang tuanya .


*


Sementara itu Adam tak henti hentinya mengingatkan Bumi untuk mengurangi kecepatan mobilnya . Mereka sedang menuju gedung tempat kantor Putra berada .


" Ckk pelan pelan kenapa sih B !! Kita bukan kucing yang punya sembilan nyawa ! "


" Berisik !! Kalau takut tadi ngapain ikut gue ! "


" Gue cuma kasihan sama anak bini elo , kalau elo terus terusan kaya gini nyetirnya bisa bisa bini elo jadi janda lagi . Kalau gue sih ikhlas banget buat gantiin elo tapi takutnya dia nggak mau sama gue "


" Anj*ng elo , mulut elo minta gue lakban ya "


" Ya makanya pelan pelan !! "


Tak berapa lama mereka sampai ke tempat tujuan . Gedung tiga lantai itu terlihat tidak terlalu ramai , mungkin karena mereka datang saat masih jam kerja .


BRRAAAAKKK ...


Dengan kasar Bumi membuka paksa kantor Putra . Tapi kemudian ia membuang pandangannya ketika melihat seorang wanita yang sudah setengah telanjang sedang duduk dipangkuan mantan mertua kakaknya itu .


" Menjijikkan "


Dengan tergopoh gopoh wanita itu meninggalkan ruangan dengan raut yang ketakutan .


Bumi menghambur maju ke arah Putra dengan tangan terkepal . Adam sempat mencegahnya .


" Kita tanya dia baik baik dulu B ! Dia tetap saja lebih tua dari kita "


Dengan muka tanpa dosa Putra malah mendekati Bumi . Dia mengira Bumi datang untuk sekedar menyapanya . Putra bahkan berpikir mungkin saat ini dia bisa melobi urusan bisnisnya dengan Bumi .


" Bumi tumben sekali kau mau datang ke perusahaan kecil Om . Apa kau ada keperluan denganku !? "


" Ya ... aku hanya ingin kau menghilang selamanya dari hidupku dan istriku . lni hanya satu peringatan kecil dariku ... "


BUGGHHH ... BUGGHHH


Dua pukulan dilayangkan Bumi pada kedua sisi rahang pria parubaya itu . Putra tersungkur tak berdaya , pukulan keras itu sukses membuat darah mengalir di hidung dan sudut bibirnya .


" Aku tak akan segan membunuhmu jika sekali lagi kau mengganggu ketenangan istriku "


" Memangnya apa yang sudah aku lakukan , apa perempuan jala'ng itu sudah menghasutmu untuk menentang ku !? "


Adam menghela nafas ketika mendengar Putra malah berkata yang tidak tidak menyangkut istri sahabatnya . Feeling-nya buruk mengenai hal ini .


" Bajing*n berani kau menyebut istriku dengan mulut kotormu !!! "


BUGGHHH ... BUGGHHHHH


Bumi kalap !! Dengan membabi buta ia menghajar Putra yang tak berdaya melawannya . Dua orang sekuriti yang mencoba menghentikan pun tak mampu menghadang kemarahan seorang Bumi .


" B .. kendalikan dirimu , dia bisa mati jika kau terus begitu !! " teriak Adam panik .


" Dia memang pantas mati !! "


Putra sudah bersimbah darah dan Bumi terus saja kalap , pria itu akan benar benar mati jika mereka tak bisa segera menghentikan Bumi .


Adam menyipit ketika Bumi tiba tiba berhenti dan seperti mengambil sesuatu dari sakunya .


" Ya halo sayang "


" ...... "


" lya sayang sebentar lagi aku kesana , tadi aku dan Adam mampir ke gym sebentar untuk olah raga jadi nafasku sedikit ngos ngosan "


" ..... "


" Aku juga sangat mencintaimu "


Ya Tuhan , Adam ingin sekali memukul kepala sahabatnya itu . Dia tak habis pikir bisa bisanya monster yang ingin membunuh itu bisa berubah sekejap mata hanya dengan mendengar suara istrinya .


Dan setelah menutup panggilan dari istrinya Bumi kembali memancarkan aura hitamnya .


" Seret dia pergi dari sini sebelum aku benar benar membunuhnya !! "