
~ Untuk kisah di bungsu Emak putuskan untuk dipisah jadi novel baru saja karena kalau di jadiin satu bisa kepanjangan nanti BonChapt nya . Besok kisah Dewa akan mulai Emak post dengan judul ' For 365 ' . Kisahnya ringan tapi semoga tetep enak di baca dan emak harap reader setia tetep ikuti kisahnya di novel yang baru ~
Hari yang ditunggu tiba , mansion tampak ramai dengan persiapan keberangkatan mereka . Para wanita terlihat sangat antusias dengan pernikahan bungsu mereka kali ini .
Aira dan sang lbu terlihat meneteskan air mata ketika memeluk Dewa .
" Apa sih .. jangan nangis dong ! Dewa mau nikah bukan mau maju perang " kata Dewa yang mengelus bahu kedua wanita yang sangat ia sayangi dan hormati . Dua wanita yang membuat dia sanggup menghajar mesin pembunuh seperti Bumi sekalipun ketika dulu pria itu menyakiti sang kakak .
" Kamu udah gede Wa , mau jadi seorang suami dan ayah . Padahal kemarin sepertinya kamu masih main gundu sama temen temen kamu di depan rumah " kata lbu Sri menangis sesenggukan .
Semua tertawa mendengarnya , tapi semua mengerti karena si bungsu itu sudah menjadi kesayangan mereka . Bungsu yang kadang malah mampu bersikap lebih dewasa daripada senior seniornya di Adipraja .
Alfian dan Rita hanya saling memandang , semua putra putranya ternyata sudah menjadi pria sejati . Sebuah kebanggaan bagi mereka mempunyai empat putra yang masing masing sangat mencintai keluarga mereka .
Mereka pernah kehilangan satu orang putra , tapi Allah menggantikannya dengan tiga orang hebat yang bisa menjadi sahabat sekaligus saudara untuk putra kandung mereka , Bumi Attala Adipraja .
Mereka akhirnya berangkat menuju tempat di mana acara itu akan di adakan . Acara itu memang tidak begitu ramai karena hanya keluarga Adipraja dan Effendy serta anak anak panti yang ikut di dalamnya .
Sementara para pengantin wanita masih ada di dalam untuk menunggu para prianya mengucap akad . Mereka akan bertemu setelah resmi menjadi pasangan halal .
Aira dan Nayya masuk ke dalam panti untuk menyusul Diva yang sudah terlebih dahulu datang ke panti sejak dini hari untuk menemani Astika dan Jasmine berhias .
" Hai ... kalian cantik sekali . Apa yang ini yang akan menjadi adik iparku ?! " tanpa ragu Aira memeluk salah satu wanita yang sama sama mengenakan kebaya putih di depannya .
" Dia Jasmine ... dan ini Astika calon istri Dewa "
Diva merangkul sahabatnya yang sudah berhias cantik dengan mengenakan kebaya putih itu , sedang Jasmine hanya menunduk dia merasa menjadi wanita jahat diantara para wanita wanita baik di depannya .
" Mereka semua adik kita , kalian semua adalah adik adikku yang paling cantik . Kita semua akan menjadi sebuah keluarga " kata Aira yang kemudian memeluk Jasmine yang terlihat menundukkan kepala sedari mereka datang .
Diva menghela nafas panjang , dia merasa sudah di ingatkan oleh menantu tertua Adipraja itu . Dari pagi ia selalu berada di dekat Astika tanpa memperdulikan Jasmine yang berada di ruangan yang sama .
Aira benar , tak sepatutnya ia bersikap kekanakan seperti itu . Dia tak pernah membenci Jasmine tapi sikap gadis yang selalu ingin menang sendiri itu membuatnya enggan mendekatinya .
" Kau mencintai Dewa ?? "
Aira tampak mendekat pada calon adik iparnya dan Diva perlahan menghampiri Jasmine yang duduk bersama Nayya .
Astika tersenyum menanggapi pertanyaan Aira tapi dia kemudian menunduk dengan satu bulir air mata yang sudah lolos di pipinya .
" Aku akan menikah dengannya , kakak pasti sudah tahu jawabannya "
" Pernikahan adalah terikatnya dua perbedaan menjadi satu , aku tahu Dewa bukan pria sempurna ! Tapi aku yakin dia bisa menjadi seorang imam yang baik untuk istrinya "
Aira melihat ke arah Nayya dan Diva , dan dua saudaranya itu seakan tahu dengan makna pandangan itu . Nayya dan Diva mengangguk seolah berkata untuk mengikuti alurnya saja .
Aira merasa ada yang aneh dengan dua pengantin perempuan yang terlihat tidak bahagia di hari pernikahan mereka . Astika dan Jasmine memang selalu mengumbar senyumnya tapi Aira tahu ada sebuah kesedihan di balik senyum mereka .
" Pengantin pertama akan mengucapkan akadnya sekarang . Jasmine calon suamimu sedang ada di depan penghulu sekarang " ucap Aira setelah membaca pesan dari suaminya .
Dia mendekat ke arah Jasmine , dia yang akan mengantar pengantin ke depan untuk bertemu suaminya nanti . Dua pengantin wanita itu terlihat sangat gugup bahkan Aira merasa tangan Jasmine menjadi sangat dingin .
" Hei ... jangan gugup , Kakak akan selalu mendukungmu ! "
SAAHHHH ...
Dengan jelas mereka mendengar teriakan orang orang diluar , mereka tahu pengantin pertama sudah selesai mengucapkan ijab kabulnya . Tapi dahi Aira berkerut ketika membaca pesan dari suaminya yang meminta mengantar Astika untuk keluar . Karena yang dia tahu Dewa menjadi pengantin kedua yang akan mengucapkan ijab Kabul ya .
" Astika ... kita keluar "
" Tapi Kak "
" Mungkin ada perubahan rencana yang mendadak . Mungkin Dewa menjadi yang pertama ... " kata Aira walau sebenarnya ada beribu pertanyaan di hatinya .
Aira , Diva dan Nayya menggandeng penyanyi wanita keluar , tapi mereka dikejutkan dengan pemandangan di depannya .
" Temui suamimu sayang " kata John Effendy pada Astika yang sedang berdiri terpaku di tempatnya .
Sedang para wanita Adipraja sedang menatap tajam para suami mereka yang terlihat salah tingkah dan menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal .
" Awas kalian ya !!!! "
Tanpa mereka semua tahu Jasmine sedang menangis sendirian diruanganya .....
" Maaf Kak hanya ini yang bisa aku perbuat untuk membuatmu bahagia ..... "