
" Kamar kalian ada disamping kamarku di lantai atas , dan jangan sungkan bilang padaku jika kau maupun Cherry menginginkan sesuatu . Aku mungkin akan jarang dirumah tapi jangan khawatir apartemen ini aman karena mempunyai sistem keamanan sendiri "
Jerry sedang menjelaskan panjang lebar tentang tugas yang akan dilakukan oleh Nayya dirumah itu . Sedang Nayya sedang memangku Cherry yang sedang bermain dengan bonekanya .
Cherry sudah lengket pada Nayya saat pertama kali mereka bertemu . Dua gadis dihadapannya akan membuat hidupnya menjadi lebih berwarna. . Wajah mereka yang polos dan sama sama menggemaskan menjadikan ia saat ini seperti seorang ayah yang sedang menasehati putri putrinya .
" Kau beristirahatlah dahulu sambil mengenal rumah ini . Satu lagi kau hanya fokus untuk merawat Cherry bukan seluruh isi rumah ini ! Karena setiap pagi akan ada maid yang bertugas untuk membersihkan setiap sudut rumah ini "
Nayya mengangguk tanda ia mengerti kemudian ia bangkit dan mengambil kopernya .
" Cherry kita ke atas yuk ! Bagaimana kalau kita hias kamar kita "
" Asiikk ... ayo kak cepet kita ke atas "
" Biar aku yang membawakan kopernya , kau pegang Cherry saja , dia biasanya lari jika naik ataupun turun tangga . Sebenarnya aku lebih senang dia tidur di bawah tapi hanya ada gudang di lantai satu "
Nayya langsung mengangkat tubuh gadis kecil itu sambil sesekali mencium pipinya gemas .
" Nay .. aku bilang biarkan dia naik sendiri , badannya terlalu berat untuk kau gendong . Bukan ... bukan badannya yang gendut tapi kau yang terlalu kecil !! Hanya aku yang boleh menggendongnya , kau dengar itu !!? "
Mendengar itu Nayya langsung menurunkan tubuh gendut Cherry . Dia menuntunnya menuju lantai atas , dan gadis cilik itu terus menariknya dengan penuh semangat ke sebuah kamar .
KLEKK ...
Nayya termangu , kamar yang ia masuki sangat luas dengan warna abu tua dan warna kayu yang mendominasi . Dia maklum karena pemilik rumah ini adalah seorang pria . Dia bisa melihat setiap sudut rumah ini sangat manly .
Matanya berbinar melihat ranjang besar yang terlihat sangat empuk di depannya , badannya memang sedikit lelah . Dua gadis beda usia itu terlihat sangat senang berbaring di ranjang .
Nayya bahkan masih bisa mencium aroma Jerry di atas kasur ini , sepertinya laki laki itu memang sangat mendominasi isi rumah ini . Sampai dia terlonjak bangun ketika melihat bayangan seorang pria berdiri di pintu kamarnya .
" Kak !!! Kan bisa ketuk pintu kalau mau masuk kamar orang , Nayya jadi kaget !! "
" Kamar orang ?? Tapi ini kamarku ! "
" Tapi Cherry yang ajak aku kesini " elak Nayya tidak mau disalahkan .
" Dia memang sering tertidur di kamarku jika maid pulang , dia tak akan mau tidur sendirian di kamar sebelah "
" Jadi ??! "
" Kamarmu ada di sebelah nona , tapi akan sangat menyenangkan jika kau mau sekamar denganku "
" Kak Jerry !! "
Jerry tertawa melihat raut merah Nayya yang buru buru membawa Cherry keluar dari kamarnya . Antara malu dan ingin marah , tapi dia tahu gadis itu pasti tak akan berani marah padanya .
Nayya segera melangkah pergi dari kamar itu , dia tidak menyalahkan Cherry yang telah membawanya ke kamar laki laki itu . Mungkin gadis kecil itu memang sudah terbiasa tidur di kamar Jerry .
Pantas saja ia bisa merasakan aroma pria itu ketika di atas ranjang tadi . Kamar tadi juga terasa sangat ' laki laki ' baik dari penataan maupun warnanya .
Kamar yang ia masuki bersama Cherry kali ini tidak sebesar kamar Jerry . Bernuansa putih tulang hingga berkesan sangat elegan . Ada sebuah lukisan wanita cantik yang lumayan besar di atas kepala ranjang di kamar itu .
Jika di lihat mata hazelnut dan senyum wanita itu sangat mirip dengan Jerry . Wanita itu terlihat sangat anggun di dalam balutan gaun putih panjang apalagi ditambah dengan tangannya yang juga membawa satu tangkai bunga Lily putih .
Nayya berpikir mungkin gambar itu adalah kekasih Jerry . Dan pantas jika laki laki itu sangat mencintai wanita dalam gambar itu , selain cantik senyum wanita itu juga terlihat sangat menenangkan .