Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
183


Tak terasa sudah dua minggu Jerry keluar dari rumah sakit , dan selama itu pula dia sama sekali tidak mendapat kabar dari gadisnya .


Nayya tidak pernah membalas pesan ataupun mengangkat telpon darinya . Walau hidupnya sangat hampa tapi ia mencoba bertahan dengan hidup lebih baik , sesuai janjinya pada Nayya .


Kini hidupnya lebih fokus pada pekerjaannya , dia juga tidak pernah mau menanggapi walau banyak wanita wanita yang dulu pernah kencan dengannya datang kembali . Hatinya telah beku semenjak kehilangan sosok yang amat dia cintai .


Beberapa hari yang lalu ia minta bantuan Aira untuk mencari asisten rumah tangga yang bisa membersihkan rumahnya . Asisten yang biasa membantunya untuk sementara pulang ke kampung karena akan menikah .


Jerry meminta tolong pada istri sahabatnya karena dia yakin pilihan Aira pasti orang yang baik dan bertanggung jawab pada tugasnya . Dan untungnya Aira bersedia membantunya


Malam ini dia di undang keluarga Adipraja untuk makan malam . Jerry menjadi lebih sering berkunjung ke kediaman Adipraja sejak Cherry di asuh oleh Aira .


Ya , gadis kecil itu di asuh oleh Aira sejak Nayya meninggalkannya . Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga tidak memungkinkan untuk kembali mengasuh Cherry .


" Cherry mana kok nggak kelihatan !? " tanya Jerry pada Bumi yang sedang bermain dengan Janu di atas karpet ruang televisi . Alfian juga terlihat sedang duduk santai menikmati tayangan berita di televisi .


" Tadi sih sama calon asisten rumah elo . Lengket banget dari kemarin nggak mau pisah "


Jerry bernafas lega setidaknya ada pengganti Nayya yang bisa dekat dengan Cherry .


" Ya sudah jika udah cocok sama Cherry jadiin pengasuh dia aja . Kalau urusan asisten sih kapan kapan nggak apa apa , kan gue masih bisa pakai jasa kebersihan yang disediakan apartemen "


" Ya udah , elo sendiri yang bilang ya kalau elo nggak mau pakai asisten itu ! Awas nanti berubah pikiran "


" Nggak bakal !! Cherry lebih penting ! "


Setelah beberapa saat Rita dan Air memanggil mereka untuk pergi ke ruang makan karena makan malam sudah selesai di siapkan .


Jerry merasa hangat ketika ada di tengah keluarga ini . Walaupun Alfian dan Bumi di kenal sebagai sosok yang dingin dan arogan diluar sana , tapi mereka akan berubah tiga ratus enam puluh derajat jika berada di rumah .


Mereka akan menjadi sosok yang hangat dan penuh cinta , dan kadang malah terlihat manja dengan pasangan mereka .


" Yank .. Cherry mana !? Kok belum turun turun ? "


" Sebentar , tadi masih sibuk dandan jadi princess katanya . Ya kalau anak cewek ya gitu Mas !! Untung saja sekarang ada pawangnya jadi nggak rewel "


" O iya tadi Jerry bilang calon asistennya di jadikan pengasuh Cherry aja disini "


" Kebetulan kalau begitu , Air juga masih banyak stok kandidat buat asisten kok "


Dahi Jerry mengernyit karena semua orang di meja makan sedang tertawa penuh arti . Dia merasa ada yang mereka sembunyikan saat ini .


Dan otaknya tiba tiba membeku ketika Cherry turun bersama dengan gadis muda yang sangat cantik dengan mengenakan baju berwarna merah jambu . Dia bisa melihat gadis itu sekilas tersenyum padanya .



" Papa ... !! " Cherry berlari pada pria yang selama ini sudah ia anggap sebagai papanya sendiri .


Jerry terbangun dari lamunannya ketika Cherry berlari dan memeluknya . Diciumnya sayang kedua pipi chubby itu dengan gemas .


" Papa ... Celli seneng udah bisa main lagi sama Kak Nay "


" Sayang sini duduk sama Oma , biarkan Papa Jerry makan dulu " Rita mengambil alih tubuh gendut itu agar duduk bersamanya .


Rita dan Cherry menjadi dekat setelah gadis kecil itu tinggal di rumah ini . Walau tidak suka dengan ibunya bukan berarti ia tidak bisa menyayangi putrinya . Dan Cherry pun juga sudah tidak merasa takut lagi pada wanita yang kini ia sebut sebagai Oma .


Sepertinya keluarga itu sengaja hanya menyisakan satu tempat yaitu di samping Jerry hingga mau tidak mau Nayya duduk disamping pria itu .


" Hai apa kabarmu !? "


" Baik , Kakak sendiri baik kan ? "


" Sangat baik " jawab Jerry dengan senyum yang memenuhi raut wajahnya .


Pandangan mereka terputus ketika Bumi mengeluarkan suaranya .


" Nay ... sepertinya kau batal bekerja di apartemen pria disampingmu . Dia menolakmu tadi dan katanya lebih baik kau jadi pengasuh Cherry di sini "


" B ... tidak begitu ! "


Jerry sedikit panik ketika Bumi mengatakan. ' penolakan ' , dia takut Nayya akan kembali tersinggung .


" Tapi kau memang bilang begitu tadi !! " kekeh Bumi masih senang melihat muka pucat sahabatnya .


" Tapi tadi aku tidak tahu kalau .... "


" Kalian jangan menggodanya terus !! " kata Alfian terlihat membela Jerry .


" Tapi sepertinya Nayya memang cocok jadi pengasuh Cherry ... " lanjut tuan besar Adipraja itu .


" Ha ... ha .. ha ... "


Mereka tidak bisa menyembunyikan tawanya lagi ketika melihat Jerry sudah menekuk mukanya .


Sesekali Jerry mencuri pandang pada gadis di sampingnya ketika makan malam masih berlangsung . Sungguh gadis itu semakin bertambah cantik di matanya .


Apapun yang terjadi dia akan berusaha agar Nayya tetap bekerja untuknya karena dengan begitu ia bisa bertemu setiap hari dengan gadis impiannya .


Apapun dia lakukan agar Nayya bisa kembali kepadanya , kembali menjadi kekasihnya !