
" Sayang mau kemana !? "
Bumi yang merasakan pergerakan Air terbangun , ia memang sudah terbiasa tidur dengan memeluk tubuh sang istri .
" Pipis sebentar , tunggu disini ... awas ikut masuk !! "
" Lho memang kenapa sayang ? Udah biasa juga di kamar mandi bareng "
" Yang ini beda , pokoknya jangan ikut ... "
Karena memang masih mengantuk ia kembali memejamkan matanya . Sedang Air segera mengambil 3 buah test pack yang sempat ia pesan via online tadi malam .
Air menunggu hasil ketiga alat itu yang sudah ia masukkan ke dalam wadah berisi urine . Setelah lima belas menit ia mengangkat ketiga alat itu untuk melihat hasilnya .
Dan ia tak kuasa menahan air matanya ketika ada dua garis merah di ketiga alat itu . Bahagia yang ia rasakan sungguh tak terkira , dan ia ingin segera berbagi kebahagiaan itu dengan suaminya .
Tapi ia melihat Bumi masih tertidur dengan nyenyak . Kemudian terbersit ide untuk memberi kejutan pada suaminya , ia meletakkan ketiga test pack itu di wastafel kamar mandinya .
Berharap Bumi akan melihatnya ketika cuci muka atau jika sedang gosok gigi . Dan sang suami akan memeluknya dengan penuh cinta karena mereka akan segera kembali di beri kepercayaan untuk memiliki seorang momongan .
Setelah mandi Air segera ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya . Kali ini ia akan membuat pastel dengan isian telur , mie dan kentang . Alfian dan Bumi sangat menyukai kudapan itu hingga Rita tak jarang membuatnya untuk sarapan .
" Bagaimana sayang , udah kamu test ?? " tanya Rita pada menantunya yang baru saja turun dari lantai atas .
" Udah Mah ... "
" Hasilnya gimana !? "
" Alhamdulilah Mah .. "
Rita menghambur memeluk menantunya dengan berderaian air mata , ia sungguh bahagia mendengar kabar ini . Dia memang sudah menantikan saat ini . Saat ia akan kembali mendapat seorang cucu lagi , dan kali ini dari putra bungsunya .
" Suamimu sudah tahu !? "
" Masih tidur dia Mah , nggak tega buat bangunin . Lagian Mas Bumi pulang malam lembur di kantor gara gara kemarin pagi muntah muntah "
Ya , Bumi hanya merasa mual.saat pagi hari . Ketika menjelang siang maka ia akan kembali seperti semula . Bumi akan kembali pergi ke kantor . Hanya saja penciumannya sangat sensitif , ia menjadi tidak suka dengan parfum laki laki .
Kemarin Adam sampai sampai tidak boleh masuk ke ruangannya gara gara Bumi tidak suka dengan bau parfum Adam yang terlampau maskulin .
Dia sudah mengultimatum semua pegawai prianya untuk tidak menggunakan parfum khusus laki laki . Jika dilanggar maka akan langsung diberi surat peringatan .
Selesai menyelesaikan masakannya , Air menghampiri putranya yang sedang menonton kartun kesukaannya diruang tengah ditemani kakeknya .
" Dede maem dulu yuk , Mama bikinin nasi tim hati sama kacang merah kesukaan kamu nih ! Maaf ya Pah kalau Air dan Janu sering bikin repot Papa sama Mamah "
" Kamu ngomong apa sih nak , Janu itu cucu kami ! Kami senang jika bisa menjaganya "
" lya Pah , terimakasih "
Janu yang sedang semangat semangatnya berjalan memang bisa menjadi sangat menguras tenaga . Karena pria kecil Adipraja itu memang tidak bisa diam sedetik pun , kecuali sedang tidur .
Selesai menyuapi putranya Air melihat sang suami sudah turun dari arah kamarnya . Senyum sang suami yang merekah membuat Air mengira bahwa Bumi sudah mengetahui kabar kehamilannya .
Mungkin pria itu sudah membaca hasil test pack nya .
" Dedeee .... !! Papa kangen banget , sini Yank biar aku yang gendong . Aku suka bau asemnya Dede , seger seger gimana gitu "
" lyaaaa .. sayang "
Air membiarkan suaminya bersenda gurau dengan Janu di ruang tengah bersama dengan Alfian .
Ketika meja makan sudah siap seorang maid segera memanggil Alfian dan Bumi untuk datang ke meja makan .
" Kamu bikin apa ini Yank !? "
" Bikin pastel kesukaan Mas " kata Air dengan meletakkan satu pastel dengan ukuran sedang di piring suaminya .
" Sayang tolong bawa Janu sebentar ... " Bumi meletakkan Janu dipangkuan istrinya .
" Lhohh kenapa lagi sih Mas !? "
" Itu pastel siapa sih yang bikin , kenapa pinggirnya jadi keriting gitu sih . Dan baunya ..... "
Bumi lari lagi ke arah kamar mandi di samping dapur .
HOEKKK .. HOEEKKK
Rita malah terkekeh melihat putranya , antara kasihan dan geli . Sedang Air berlari menyusul sang suami untuk memijit tengkuknya .
" Sayang jangan lari lari , ingat perutmu !! " teriak Rita khawatir .
" lya Mahh .. "
Akhirnya Rita memerintahkan maid untuk membawa sarapan Alfian ke taman yang ada disamping rumah . Sedang Janu sudah dalam rengkuhan sang kakek .
" Kenapa lagi ? "
Rita bertanya pada putranya yang sudah duduk di meja makan . Semua isi meja makan tadi sudah di bersihkan oleh maid dan disimpan di lemari makanan .
" Tadi makanan apa sih Mah , bikin geli bentuknya . Bau bawang banget bikin mual "
" ltu makanan kesukaanmu sama Papa ! Nikmati saja saat saat seperti ini karena hasilnya akan sepadan dengan apa yang akan kau dapat kelak " kata Rita yang disambut senyum menantunya .
" Dapat apa !? Warisan maksud Mama ... Aww kok mukul sih Mah "
" Tuman kamu , orang tua masih sehat ngomong warisan !!!! "
" Mas udah lihat tadi yang di kamar mandi !!? " tanya Air pada suaminya .
" Jangan nakut nakutin Yank , pagi pagi gini ! "
" Lhahh siapa yang nakutin !? mas udah lihat tadi yang ada di wastafel kamar mandi !? "
" Ooo itu , udah beres itu sih . Bersih pokoknya , kan kamu yang selalu ngomel kalau kamar mandi kotor "
Air dan Rita saling berpandangan dengan wajah penuh tanya .
" Maksudnya apa Mas !? " sengit Air .
" Udah Mas buang di tempat sampah , tadi ada tiga benda tergeletak di atas wastafel tapi kamu tenang aja udah Mas singkirkan kok jadi kamu nggak usah capek capek ngomel pagi ini " jawabnya dengan wajah tanpa dosa .
" Ya Allah !!!! " Air dan Rita berteriak histeris bersamaan