
Alex memijit pelipisnya setelah berbicara dengan Alfian di telepon . Pemimpin Adipraja itu ingin bertemu dengannya sekaligus putranya . Pasti ini tentang kegilaan putranya pada menantu kesayangan mereka .
Jika tetua Adipraja itu sampai turun sendiri maka dapat dipastikan putranya sudah bertindak kelewat batas .
' Jack panggil putraku kesini sekarang "
" Tuan Terra sedang ada di kamar nona Narra , biasanya jika sedang disana dia pasti akan marah jika diganggu "
" Jika perlu kau seret saja dia kemari !! "
" Baik Tuan "
Seseorang yang bernama Jack itu segera bergegas pergi ke kamar Narra . Dia bisa mendengar Terra mengumpat kasar ketika satu kali pintu diketuk .
Dan ketika mengetuk untuk kedua kalinya Jack mendengar sesuatu yang dipecah , dia tahu putra tuannya memang tidak suka jika kegiatannya diganggu .
Tapi apa boleh buat dia terpaksa mendobrak pintu ketika untuk ketiga kalinya pintu belum terbuka dari dalam . Bagaimanapun ia masih sayang pada nyawanya . Perintah Alex adalah mutlak untuknya .
Jack sedikit menahan nafasnya ketika melihat pemandangan di depannya . Dengan badan setengah telanjang wanita hamil itu sedang duduk berjongkok di hadapan tiga pria penjaga yang masing masing sudah mengeluarkan ketiga ularnya .
Dan dengan wajah iblisnya Terra menyeringai ketika Narra memanjakan ketiga pria itu dengan menggunakan mulutnya . lblis itu puas ketika melihat air mata yang sudah menghiasi pipi pucat wanita yang sangat ia benci itu .
" Tuan ... "
" Lancang !! Beraninya kau menggangguku bangs*t !! Keluar atau pisau ini akan bersarang di salah satu bagian tubuhmu "
Jack adalah pria yang sangat terlatih , dia sama sekali tidak gentar dengan ancaman Terra karena perintah yang harus ia turuti adalah perintah dari Alex .
" lkut dengan saya , atau saya terpaksa harus membawa tuan dengan cara kasar "
Dahi Terra mengernyit tapi kemudian ia tertawa lebar , dia pikir Jack tak akan pernah berani melakukannya .
" Paksa aku jika kau mampu !! "
" Baik , tuan sendiri yang memintanya "
Jack segera maju menghampiri Terra yang sudah berdiri menghadangnya . Dengan mudah Jack bisa mengatasi semua pukulan mematikan yang dilayangkan oleh Terra dan dengan satu gerakan saja dia sudah mengunci gerakan pria kejam itu .
Terra tak menjawab tapi ia mengikuti langkah Jack keluar dari kamar itu .
"' Kalian keluarlah ... lanjutkan tugas kalian untuk berjaga ! " kata Jack ketika akan meninggalkan kamar itu .
Sekejam kejamnya dia tapi dia tidak akan pernah memperlakukan wanita sesadis itu . Jack dan mungkin seluruh penghuni mansion tak pernah habis pikir kenapa Terra bisa berlaku begitu kejam pada ibu dari calon bayinya sendiri .
Narra duduk bersimpuh ketika semua orang sudah pergi dari kamarnya .
" Tunggu saatnya , aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri ! Suatu saat kau akan membayar semua ini dengan sangat mahal !! "
*
Sedangkan Terra sudah duduk di depan sang ayah yang saat ini masih menikmati cerutunya .
" Besok ikut ayah , kita temui tuan Adipraja . Ayah harap kau mau minta maaf karena telah mengganggu ketenangan keluarganya "
" Apakah Bumi yang ingin bertemu denganku ? Kebetulan , aku juga masih punya urusan dengannya "
" Tuan besar Adipraja yang ingin bertemu dengan kita , Alfian Adipraja !! Minta maaflah padanya "
" Cihhh ... aku tidak bersalah !! Kenapa aku harus minta maaf !? Aku tidak bisa mengatur hatiku untuk tidak mencintai wanitaku ... aku tidak bisa mengatur otakku agar aku tidak menggilainya !! "
" Ayah tidak mau tahu kali ini ! Sebelum masalah ini membesar hingga tuan Barnett sendiri yang mendengar kegilaanmu lagi , ayah mohon berhentilah membuat ulah "
Setelah berkata seperti itu Alex melangkah keluar ruangan diikuti oleh Jack . Tapi ia berhenti sejenak ketika sudah di ambang pintu .
" Satu lagi nak , sebenci apapun kau pada wanita itu dia tetaplah ibu dari anakmu . Kau pun juga lahir dari rahim seorang wanita . Ayah tidak suka jika kau bertindak melewati batasmu "
Terra hanya diam , tapi diamnya bukan karena mendengar perkataan ayahnya tapi rencana apa yang bisa ia lakukan ke depannya agar bisa secepatnya mendapatkan wanita impiannya .
Tadi siang ia mendapatkan kesempatan emas untuk membawa Air bersamanya , sayangnya seseorang berhasil menggagalkan rencananya . Orang itu meminta tolong pada Air untuk memilihkan boneka untuk ulang tahun putranya di toko yang tepat ada disebelah toko buah .
Dan sayangnya ia tak bisa bertindak gegabah ditengah keramaian seperti itu .
" Tunggu aku sayang , kita akan segera bersatu selamanya ... "