
" Tadi kamu bicara apa sayang ??! "
" Hissshhh ... nanggung banget sih Mas , tinggal masuk malah berhenti . Terusin dulu ntar aku kasih tahu "
Diva menyambar kembali bibir yang tadi sempat memanjakannya . Entah kenapa tapi sekarang ia mudah sekali terpancing gairahnya oleh suami mesumnya . Walaupun pada awalnya tak mau tapi nyatanya malah ia yang akhirnya menggebu gebu .
" Sayang .... "
Diva bergerak pelan di atas pangkuan suaminya yang sudah menggeram tak karuan karena ingin sang istri bergerak lebih liar seperti biasanya .
Karena sudah tidak sabar Adam segera membalikkan tubuh istrinya dan memacunya dari belakang . Adam selalu tergila gila dengan semua hal tentang istrinya . Kesabaran , ketegasan serta kelembutan yang bercampur menjadi satu .
" Mas .... pelan pelan , cubit nih kalau nggak nurut !! Kasihan babynya "
Tapi sepertinya sang suami tidak memperhatikan karena sudah akan mencapai puncaknya , begitupun dia yang sudah digulung oleh rasa yang sama dengan sang suami .
Diva ingat dulu saat mengandung Gema dokter pernah mengatakan untuk lebih berhati hati dan pelan saat berhubungan badan . Tapi dia beruntung , jangankan untuk menyentuhnya untuk melihat pun Gilang seperti tidak sempat . Waktu itu Gilang sangat terobsesi dengan Diana .
DEGGHHH ...
" Baby .... tadi kau bilang baby !? " tanya Adam membalikkan tubuh istrinya kemudian bertubi tubi mencium pipi dan keningnya .
Dia memang berharap ada seorang bayi yang meramaikan keluarga mereka .
" Bawa aku ke kamar mandi dulu baru aku cerita " gerutu Diva manja dengan dua tangan yang sudah dikalungkan di leher suaminya .
Setelah sama sama membersihkan diri di private room yang ada di dalam kantornya Adam segera menagih janji untuk meminta penjelasan pada istrinya .
Diva terlihat mengambil sesuatu dari dalam tasnya , dia memperlihatkan sebuah alat kecil berwarna biru yang sama sekali tak pernah di lihat oleh Adam .
" lni apa sayang ... "
" ltu namanya test pack , alat untuk mengecek kehamilan . Kalau dua garis tandanya positif hamil , kalau cuma satu garis berarti ya harus berusaha lagi .... "
" Oooo yang ini ada dua garis "
Adam malah mengembalikan alat itu pada sang istri tanpa ekspresi apapun , sepertinya dia belum sadar dengan apa yang terjadi . Diva hanya bisa mengerucutkan bibirnya dengan ketidak pekaan suaminya .
" Kok malah makan sendiri sih , katanya itu dikirim buat aku Yank "
" Nggak jadi , yang ini bagian Dewa "
" Terus aku gimana !?? "
" Bodo amat , diem ihhh .. nggak boleh ngomong kalau lagi makan "
Bukannya marah Adam malah menggigit gemas pundak istrinya , ia merasa tubuh padat sang istri membuatnya bertambah gila setiap harinya . Tapi matanya kemudian terpaku melihat alat kecil yang tergeletak di atas tas istrinya . Sepertinya ia sedang berpikir , dan ...
" Ya Tuhan , sayang .... " Adam kembali meraih alat itu dan melihatnya kembali , ada dua garis merah disana .
" Ada dua garis disini , tadi kau bilang jika ada dua garis berarti positif hamil kan !? "
" Hemmm .. " jawab Diva , dia ingin membalas sikap cuek yang tadi suaminya perlihatkan ketika pertama kali melihat hasil test pack nya .
" Sayang ... itu berarti kau hamil ? "
" Hemmm "
Adam duduk berjongkok dengan wajah menghadap perut istrinya dan tangannya mengelus lembut permukaan perut yang masih datar itu . Ada air menggenang di sudut matanya .
" Disini ada baby kita !? "
Diva meraih wajah sang suami dengan dua tangannya , mengecup dua pipi dan bibirnya dengan mesra .
" lya ... di perutku ada buah cinta kita , itu artinya tugasmu bertambah lagi . Kau akan jadi ayah untuk dua anak , kau harus bisa menjaga kami bertiga "
Adam meletakkan kepalanya dipangkuan sang istri , pipinya sudah basah dengan air mata . Baru kali ini tangan kanan Adipraja yang terkenal ' angker ' itu menangis . Dia terlampau bahagia .
" Terima kasih sayang , aku akan menjaga kalian dengan nyawaku . Seumur hidupku hanya kalian yang akan menjadi poros hidupku ... hanya kalian segalanya untukku ! Terima kasih , aku mencintaimu sayang "
" Aku juga mencintaimu Mas . Dan jangan menangis ... kau jelek jika sedang menangis "
Mereka tertawa bahagia dan kemudian bibir mereka bertaut cukup lama , merasakan indahnya cinta di antara mereka . Kisah cinta yang singkat tak membuat cinta mereka rapuh . Mereka terikat erat dengan perasaan saling memiliki dan saling memahami .