
Siang itu Bumi mengantar istrinya yang sedang ingin berbelanja untuk keperluan rumah . Biasanya Air akan ditemani Rita tapi entah kenapa kali ini dia ingin diantar sang suami .
" Yakin nggak kecapean nanti , kan bisa Mama yang belanja !! "
" Ya makanya temenin biar Aira nggak capek Mas "
Baru mendapat setengah dari barang yang mereka perlukan Air sudah minta untuk istirahat . Semenjak hamil memasuki trisemester ketiga dia memang sangat mudah lelah .
Bumi membiarkan sang istri yang duduk bersandar padanya , mereka duduk di kursi yang terletak supermarket tersebut . Kemesraan mereka sejenak menjadi pusat perhatian orang orang yang berbelanja di tempat itu .
Seorang ibu muda yang sangat cantik didampingi suami yang terlihat sangat mencintai istrinya Mereka melihat Bumi yang masih mengusap lembut punggung istrinya .
" Makanya jangan bandel sayang . Jadi capek kan "
Seorang anak laki laki berumur sekitar empat tahun tiba tiba jatuh di depan mereka . Walau tidak menangis tapi sepertinya lututnya sedikit terluka .
" Mas ... "
Air melihat suaminya seakan meminta untuk menolong anak itu . Bumi yang tanggap langsung menghampiri anak itu .
" Hei boy ... kau tidak apa apa !? "
" No uncle ... lm fine " jawab bocah itu sambil meringis .
" lni sakit ? " Bumi menunjuk lutut yang terlihat tergores itu .
Anak itu menggeleng gelengkan kepalanya , dan Bumi hanya tersenyum . Dia menjadi teringat pada putranya . Mungkin suatu saat Janu juga akan seperti itu . Anak laki laki itu berpura pura tidak sakit padahal jelas jelas ia meringis kesakitan .
Seorang wanita yang sedang memdorong stroller bayi datang menghampiri mereka .
" Rex , apa kau nakal lagi !? "
" No Mom ! Rex tadi hanya jatuh "
" Dia benar nyonya , tadi dia jatuh di depan kami . Dia anak yang kuat tidak menangis walau kakinya terluka " Air yang tadinya duduk kemudian menghampiri mereka .
" Hai ... saya Luna "
" Saya Aira ... dan ini Bumi suami saya "
Dua wanita itu berjabat tangan sambil saling melempar senyum .
" Senang bisa berkenalan dengan kalian , sudah berapa bulan ?! " tanya Luna melihat perut buncit wanita di depannya .
" Sudah tujuh bulan "
" Sayang .. "
Suara seorang laki laki dari arah belakang membuat Bumi mengepalkan tangannya . Dengan lembut ia menarik lembut istrinya ke belakang tubuhnya .
Air yang juga mendengar suara itu segera menggenggam tangan suaminya . Dia tak ingin Bumi kembali lepas kendali di depan khalayak seperti ini .
Dua laki laki itu saling menatap tajam , aura ketegangan sangat kentara di antara mereka . Hingga suara Luna memecah keheningan mereka .
" lni suamiku Terra , aku yakin kalian juga sudah saling mengenal . Seperti.kalian kami pun sedang memulai hidup baru . Sudah dua minggu kami menikah "
" Maaf kami sepertinya harus pergi ... "
Setelah berbicara seperti itu Bumi menggandeng sang istri untuk pergi dari tempat itu , sungguh ia tak ingin lagi melihat pria yang pernah terobsesi dengan istrinya itu . Andai saja tidak ada Luna atau anak itu Bumi pastikan dia akan kembali menghancurkan pria itu hingga tak bersisa .
" Tunggu !! "
Bumi menoleh mendengar suara Terra , Aira dan Luna pun saling menatap dan tersenyum . Sepertinya sebagai sesama wanita mereka mengerti dengan keadaan ini , para pria yang menjadi suami mereka adalah orang orang istimewa .
" Aku minta maaf pada kalian , aku berjanji tidak akan mengganggu kalian lagi ... "
" Sudah seharusnya !!!! Karena aku tidak akan memberimu ampun jika kau berani macam macam lagi !! "
" Mas ... " Air membelai lengan suaminya untuk meredam Bumi yang mulai berkobar .
"' Luna kami pergi dulu , senang bisa bertemu denganmu " kata Air sambil menarik lembut tangan suaminya untuk melangkah pergi .
Air sudah tidak mempermasalahkan masa lalunya dengan Terra . Tapi sepertinya mereka butuh waktu jika harus menjalin sebuah pertemanan . Bumi bukan orang yang mudah memaafkan apalagi ini soal dirinya .
Tapi dia lega seseorang seperti Terra akhirnya bisa menemukan wanita yang bisa mendampinginya . Air bisa melihat cinta di mata mereka .
Wanita itu juga mampu mengubah seorang keras kepala seperti Terra menjadi laki laki yang mau mengakui kesalahannya sekaligus meminta maaf atas semua yang pernah ia lakukan .
Sementara itu Luna sedang mengusap lengan suaminya yang masih menatap kepergian Bumi dan Aira . Luna tahu benar apa yang saat ini dirasakan oleh sang suami .
" Aku tidak apa apa sayang , jika aku jadi dia mungkin aku akan melakukan hal yang sama . Dulu aku terlampau keterlaluan "
" Pulang yuk Mas "
" Mommy katanya mau beli es krim dulu "
" Ok jagoan kita borong eskrim dulu !!! " kaya Terra sambil mengangkat tinggi tinggi tubuh putra sambungnya , Rex .
Mempunyai dua anak laki laki membuat dia bisa berubah menjadi pria penyayang dan bertanggung jawab .