
Diva segera masuk ke dalam restoran milik suaminya , dulu saat masih menjadi istri Gilang ia sering ke tempat ini bersama Gema untuk sekedar makan siang bersama . Hanya itu kenangan indah yang ia miliki bersama keluarga kecilnya .
Diva langsung menuju kantor Gilang yang berada di lantai dua . Dia ingin segera bicara dan pulang menjemput Gema yang sedang les tambahan di sekolah .
TOKK ... TOKKKK
Diva mengetuk.pintu kantor sebelum seorang perempuan yang ia kenal sebagai sekretaris mantan suaminya membuka pintu dan mempersilahkannya untuk menemui Gilang . Dia melihat pria itu masih sibuk dengan pekerjaannya .
" Mas Gilang ... "
" Duduk ... aku ingin bicara "
Diva duduk di sofa panjang yang berada di depan meja kerja Gilang . Tak lama terlihat pria itu duduk disampingnya dengan membawa sebuah berkas yang di letakkan di depan istrinya .
" Tanda tangani itu .... sekarang !! "
" lni apa Mas !? "
Diva membuka lembar demi lembar berkas yang ada didepannya . Sekuat apapun dia berusaha bertahan , air matanya luruh juga . Dia meletakkan kembali berkas itu dan kemudian menatap suaminya .
" Delapan tahun yang lalu aku rela menyerahkan diriku pada sebuah takdir bernama pernikahan . Aku serahkan jiwa dan ragaku hanya padamu , seseorang yang aku sebut sebagai suamiku !! Aku merelakan ketika tubuhku disentuh tanpa cinta , karena kupikir cinta bisa datang setelahnya . Dan ketika tahu ada wanita lain hadir dalam rumah tangga , aku pun masih bisa diam "
Diva menarik dan menghembuskan nafasnya , bersiap untuk menyuarakan isi hatinya .
" Bahkan kau membawanya ke rumah saat kita masih terikat menjadi satu Mas . Dan ketika kau melepas ikatanku untuk mengikatnya , aku masih bisa diam ! Kau tahu kenapa aku diam Mas !? Karena jika ini satu satunya jalan agar kau dan aku bahagia maka aku akan menjalaninya . Walau rasanya seperti berjalan di atas ribuan paku ... seperti menelan butiran api !! Sakit "
" Aku hanya ingin kau menanda tangani kertas itu !! Jangan bicara omong kosong denganku "
Gilang masih saja berbicara dengan nada sinis walau Diva sudah berderaian air mata . Dia melempar beberapa foto yang berisi gambar Gema yang bermain dengan seorang pria dewasa dan gambar dirinya yang sedang berbicara dengan seorang pria di depan rumah .
Diva melihatnya satu persatu , dadanya serasa sesak melihat foto foto itu . Hanya karena foto Gema bermain dengan Adam dan foto dirinya berbicara dengan Adam di depan rumah menjadikan Gilang berpikiran Gema bukan anaknya .
" Dan saat ini kau memintaku untuk menanda tangani kertas itu ! Kertas yang menyatakan Gema Aksa Perwira bukan putramu . Aku tidak tahu apa yang sekarang ada di pikiranmu Mas ! Tapi jika sekali lagi itu bisa membuat kau bahagia maka aku akan melakukannya . Dari awal dia adalah putraku , aku bangga mempunyai putra seperti dia . Terimakasih .... terimakasih kau sudah memberikan aku putra sebaik dia . Setelah aku menanda tanganinya , apapun yang terjadi aku mohon ... biarkanlah hidup kami tenang "
Diva menandatangani semua berkas yang ada di depannya . Mau berdebat pun juga percuma , Gilang adalah pria keras kepala yang tidak akan mau mendengar pendapat orang lain .
Gilang segera mengambil semua berkas yang sudah di tanda tangani oleh mantan istrinya . Dia berdiri tanpa menatap sedikitpun ke arah wanita disampingnya .
" Kau sudah mengakui bahwa dia bukan putraku ... "
" Kau yang memaksaku untuk mengakuinya Mas ... ingat itu !! "
" Apapun itu !! Gema Aksa tidak akan pernah lagi menyandang nama belakang keluarga Perkasa . Dia sudah tidak ada lagi dalam silsilah keluarga kami . Dia tidak pernah lagi berhak menyebutku sebagai Ayah . Dan dia tak berhak menuntut apapun padaku kelak !! "
" Aku yang akan menjaminnya dengan nyawaku , dia tidak akan pernah menyebut namamu lagi sebagai ayah . Dan Gema tidak akan menuntut apapun padamu "
lngin sekali Diva luruh ketika merasakan sakitnya putra yang ia kandung selama sembilan bulan tidak di akui bahkan dibuang oleh ayahnya sendiri .
Tak bisa ia bayangkan jika putranya tak lagi mempunyai ayah di saat usianya masih sekecil itu .
" lni seratus juta uang kompensasi karena kau telah melayaniku selama lima tahun ... "
Gilang melemparkan satu amplop besar penuh berisi lembaran merah di depan mantan istrinya .
Diva tertawa dalam tangisnya , satu tangannya meremat dadanya yang terasa sangat sakit . Gilang ternyata menganggapnya hanya sebagai wanita bayaran . Dia dibayar atas semua pelayanannya selama ini !!
" Aku sudah memenuhi permintaanmu untuk menandatangani semua berkas itu . Urusanku sudah selesai ... aku permisi "
Diva keluar ruangan tanpa mengambil amplop berisi uang itu . Dan Gilang hanya memandangnya dengan tatapan mata sinis .
" Masih bisa jual mahal , dasar jal*ng !! Kau pikir cukup sampai disini ?? Tidak .. kau akan membayar semua pengkhianatanmu dengan air mata darah !! Beraninya kau menipu Gilang Eka Perkasa !! "