
Setelah pernikahannya dengan Jasmine , Dewa sengaja menginap di hotel dengan alasan butuh waktu untuk berdua dengan sang istri . Padahal dia lakukan untuk menghindari interogasi dari keluarga terutama kakak perempuannya .
Dewa melihat Jasmine sedang mengeringkan rambutnya setelah selesai mandi . Wanita itu menggunakan baju tidur model dress yang panjangnya dua jengkal di atas lututnya . Paha putihnya terlihat terekspose dengan sangat jelas .
" Percuma ... "
Jasmine masih bisa mendengar kata itu walau Dewa mengucapkannya dengan pelan tadi . Dia membalikkan badan kemudian bertanya pada pria halalnya .
" Percuma apa D ?? "
Pria muda itu terlihat melihatnya dengan sinis , dan tanpa menjawab pria itu beranjak menuju sofa dan merebahkan tubuhnya di sana .
Jasmine menghela nafasnya ketika menyadari suaminya tidak mau tidur seranjang dengannya . Tapi Jasmine sangat mengerti dengan keadaan ini .
Pernikahan mereka sama sekali tidak di landasi dengan rasa cinta , pernikahan ini mereka lakukan untuk menjaga nama baik dua keluarga mereka .
Paginya Dewa terlihat sibuk dengan laptopnya , sepertinya pria itu sibuk dengan pekerjaannya . Karena merasa jenuh di kamar tanpa melakukan apapun akhirnya Jasmine menghampiri suaminya .
" D boleh aku jalan jalan ? "
Mungkin suaranya kurang keras hingga pria itu tak bergeming untuk menjawabnya .
" D ..... "
" Apa kau tak bisa melihat aku sedang apa ??!"
Sebelum menyelesaikan pertanyaannya Dewa sudah terdengar membentaknya . Jasmine meradang , padahal niatnya baik yaitu minta ijin pada suaminya tapi Dewa malah kasar padanya .
" Ya sudah jika tidak mau !! Lagipula aku memang berniat untuk jalan jalan sendiri "
Jasmine membuka kopernya untuk mengambil sebuah sling bag dan kaca mata hitam . Tapi ketika ingin keluar pintu kamar terkunci rapat . Dan Jasmine tahu Dewa yang sudah menyimpan kuncinya .
" Mana kuncinya ?!!!! " pekik Jasmine di depan Dewa yang matanya masih fokus pada layar laptopnya .
" D mana kuncinya !! Aku mau keluar !! "
" Kita akan berada di sini selama dua hari , kita hanya akan keluar jika kita kembali ke mansion . Sekarang sebaiknya kau diam karena aku sedang banyak pekerjaan "
" Silahkan tapi aku tidak akan membuka pintunya . Mungkin kau bisa lewat jendela itu jika benar benar ingin pergi " kata Dewa datar .
Jasmine sangat kesal hingga membanting tasnya ke atas ranjang . Tidak mungkin ia nekat lewat jendela karena kamar mereka ada di lantai teratas yaitu lantai sepuluh .
Dari kamarnya Jasmine hanya bisa melihat orang orang yang sedang bermain di pantai dari jendela kamarnya . Dewa sengaja menyewa kamar hotel dengan view yang langsung menghadap pantai agar setidaknya mereka bisa melihat laut walau terkurung dua hari di dalamnya .
Dewa tahu pasti kakak kakaknys sedang mengawasinya . Walau tiga senior ataupun Deniel tahu rencana pertukaran pengantin itu tapi mereka tidak tahu jika dia dan Jasmine tidak saling menyukai .
Yang mereka tahu Dewa merencanakan pertukaran pengantin karena Astika mencintai Reyhan dan Dewa mencintai adik dari wanita yang seharusnya ia nikahi , Jasmine .
*
Sementara itu di mansion Adipraja Aira sedang marah besar pada suaminya . Wanita cantik itu sedang duduk bersama wanita Adipraja lainnya .
" Kau pikir aku siapa Mas !?? Dia adikku ... Dewa adikku satu satunya !! Kenapa kalian berpikir aku tidak berhak tahu tentang rencana itu !!! "
Diva dan Nayya terlihat mengelus pundak Aira untuk sekedar menenangkannya .
" Rencana itu terlalu mendadak sayang , Dewa melarang kami bicara agar kalian tidak terlalu khawatir . Hanya itu maksud kami "
" Kalian percaya dengan skenario yang Dewa buat ?? Tidak mungkin cinta tertukar hanya dalam waktu semalam . Apa kalian tidak menyelidiki dengan lebih detail ?? Ada yang tidak beres dengan Dewa Mas !!! " pekik Aira .
Pantas saja dia bisa melihat aura kesedihan di mata dua pengantin wanita waktu itu . Aira sudah merasa janggal dengan semua itu . Dan firasatnya benar ketika mengantar Astika keluar untuk menemui pria yang menikahinya . Bukan Dewa ... tapi dia melihat pria lain yang menikahi calon adik iparnya itu .
" Waktunya terlalu sedikit sayang jika kami harus menyelidiki . Dewa tidak akan melakukan hal yang aneh aneh sayang ... kita semua tahu dia pria yang baik "
" Aku tahu !! " sahut Aira sinis memandang pria pria di depannya .
" Lagipula Adam sudah mengawasinya , dari semalam mereka belum keluar dari kamarnya . Pasti mereka ... "
" Aku tahu Mas ! "
Sebenarnya Jerry dan Adam ingin tertawa melihat singa buas itu tunduk pada seekor kucing manis tapi aura kemarahan Aira cukup membuat para pria itu bergidik ngeri melihatnya .