Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
193


Jerry yang mendengar nyonya muda Adipraja ingin melahirkan pun akhirnya ikut panik . Dia segera berlari ke dalam dan menyambar kunci mobilnya .


" Kak ada apa ?? Kok keliatan buru buru ??! "


Bukannya menjawab Jerry malah menghampiri sang istri dan mencium keningnya sekilas .


" Kakak pergi sebentar , istri Bumi mau melahirkan !! Kamu istirahat saja di sini , nanti kita lanjutkan lagi yang tadi "


Setelah berkata seperti itu Jerry langsung berlari keluar kamarnya . Nayya masih terdengar berteriak memanggil namanya .


" Kak Jerry !! "


Tapi sepertinya sang suami sudah berlari jauh dari kamarnya . Nayya bangkit ingin menyusul suaminya tapi wajahnya kembali memerah melihat keadaan dirinya sendiri yang masih tanpa sehelai benang pun ditubuhnya .


Jerry benar benar bisa membawanya terbang ke langit ketujuh dengan sentuhan sentuhan lembutnya . Hampir saja tadi dia menjadi milik sang suami seutuhnya . Baru ujungnya saja dia sudah berteriak kesakitan , dia tak bisa membayangkan jika miliknya harus menelan semuanya .


" Ya Tuhan ... otakku !! "


Nayya menggeleng gelengkan kepalanya karena sepertinya penyakit mesum suaminya menular padanya .


Sementara itu sampai di rumah sakit Aira segera di bawa ke ruang bersalin . Jerry yang menunggu di depan ruangan heran pada orang orang ataupun tenaga kesehatan yang dari tadi melihatnya dengan tersenyum senyum tidak jelas .


Saat tiba di rumah sakit ini Jerry sudah melihat keanehan orang orang yang menatapnya . Dia tahu jika dirinya tampan tapi mereka tidak perlu sebegitunya dengan terus terusan menatap dirinya .


Beberapa menit duduk di kursi panjang dirinya mulai merasakan keanehan , hawa dingin mulai menerpa tubuhnya . Dan ....


" Ya Tuhan ..... "


Jerry merutuki dirinya sendiri yang dengan bodohnya hanya menggunakan boxernya saat ini . Ternyata saking paniknya dia keluar kamar tanpa mengenakan baju ataupun celananya .


" Sialan kau B !! Bini elo yang mau melahirkan gue yang jadi tumbalnya .... "


Ingin menelpon seseorang pun percuma karena ia juga lupa membawa ponselnya . Akhirnya ia nekat akan keluar ke parkiran mobil karena ia ingat koper yang berisi bajunya masih ada di bagasi mobil .


Tapi sebelum melangkahkan kakinya ia melihat Nayya sedang berjalan ke arahnya . Jerry tersenyum lebar melihat wanitanya datang padanya .


" Sayaaaanngg .... "


" Hishhh kayak tuyul malem malem berkeliaran keluar nggak pakai baju !! " Nayya mencubit gemas dada sang suami yang banyak tanda merah di atasnya .


Dia tersipu mengingat bahwa dia yang membuat semua tanda merah itu , dia melakukannya ketika sang suami tadi terus aktif bergerak di atasnya .


" Nggak usah malu ... ini kan tanda cinta dari kamu sayang " kata Jerry yang melihat Nayya terus menatap dadanya .


Jerry tergelak mendengar sang istri yang mengerucutkan bibir sambil mengomel padanya .


" lya sayang ... lm completely yours " jawabnya dengan mencium gemas bibir sang istri .


Walaupun sudah sangat ingin mengulang kegiatan yang sempat terjeda tadi tapi Jerry berusaha just menahannya . Yang terpenting sekarang adalah memastikan calon pewaris Adipraja lahir dengan selamat .


*


Diruang bersalin Bumi terlihat panik melihat sang istri yang terus saja terlihat kesakitan . Bumi tahu benar bahwa Aira sedang menahan semua kesakitannya agar dirinya tidak menjadi panik .


" Apa kalian tidak bisa bekerja hahh !!! Kalian tidak bisa melihat istriku sedang kesakitan ?!!!! "


" Massss ... " Air memanggil lirih suaminya sambil menaruh jari telunjuknya di atas mulutnya , tanda ia meminta pria itu untuk diam .


" Tapi ... " kata katanya terputus ketika seorang perawat mendatangi mereka .


" Kita akan mulai prosesnya Bu , sudah pembukaan sempurna ... "


Mata Bumi membola melihat dua kaki sang istri yang di lebarkan dan seorang dokter laki laki ada tepat dibawah sang istri .


" Beraninya kau !!! Kurang ajar .... "


Dengan muka merah ia menghampiri dokter muda itu dan ...


BUGGHHH ...


Sang dokter terhuyung ke belakang mendapat pukulan dari suami dari pasiennya . Para perawat yang mendampingi proses itu menjerit bersamaan . Mungkin baru kali ini mereka melihat kegilaan dari suami pasien yang akan melahirkan .


" Sabar Pak , saya hanya ingin membantu . Bukan berniat kurang ajar pada istri Bapak "


Dokter muda itu tampaknya juga bukan orang sembarangan ,. nyatanya walau sudah mendapat pukulan keras ia tetap bisa mengontrol keadaan dan dirinya sendiri .


" Apa kau bilang hahh !!!! "


" BUMI ATTALA ADIPRAJA !!!! "


Suasana seketika hening mendengar Air berteriak penuh emosi . Begitupun Bumi yang langsung diam tak bergerak .


" Diam ..... atau keluar dari sini !!! "