
" Apa !!! Lusa Kak Adam nikah ?? Jangan bercanda ... sama siapa ?? "
Dewa tak percaya ketika Adam mengatakan bahwa tadi sore dia sudah melamar seorang wanita . Dan reaksinya sama persis seperti Alfian , Bumi dan Jerry yang baru saja juga dia kabari lewat telpon .
" Siapa yang bercanda !? Dan pestanya digelar setelahnya ... menunggu urusan Kak Adam selesai "
Dewa manggut manggut tanda dia mengerti , dia kenal siapa Adam . Pria itu pasti punya alasan yang kuat di setiap tindakannya . Walau terkenal dingin dan bermulut pedas Adam yakin orang nomor tiga di Adipraja itu sebenarnya sangat penyayang .
Selama di sini Dewa bisa merasakan Adam sangat menjaga dirinya , bahkan dia tahu Adam diam diam menempatkan beberapa orang untuk mengawasinya . Walau sedikit tidak senang dengan penjagaan yang ia rasa terlalu berlebihan itu tapi dia berusaha diam .
Dewa tahu kakak iparnya pasti ada di balik semuanya ini . Bumi sudah seperti kakak kandung baginya , walau sudah pernah membuatnya babak belur saat awal awal pernikahan kakaknya tersebut .
" Bagaimana tadi siang ? " Adam mengganti topik tentang tugas Dewa tadi siang di Nusa Corp .
" Lancar , hanya saja ... "
" Pingsan nggak itu Mak lampir lihat kamu disana !??
" Ckk .. Kak Adam sengaja kirim Dewa ke sana buat bikin Jasmine kaget ya !? "
" Kurang kerjaan Wa kalau Kakak sampai seperti itu . Tapi cewek kayak dia memang sekali kali harus di kasih pelajaran "
" Iya sih , tadi aja dia shock banget ! Sebenarnya kasihan , tapi seneng juga lihat wajahnya kaya gitu ... lucu " kata Dewa sambil terkekeh .
" Besok Kakak ke kantor agak siangan Wa , ada yang harus Kakak selesaikan "
" Santai aja , biar Dewa yang handle ! "
*
Paginya Adam menjemput Diva dan Gema di rumah calon istrinya tersebut . Rencananya setelah mengantar Gema ke sekolah Adam ingin mengajak Diva membeli keperluan pernikahan mereka .
" Om kenapa Gema nggak boleh ikut jalan jalannya sih !? "
" Kamu sekolah boy .. dan tugas utama kamu sekarang ini adalah belajar ! Kalau kamu libur pasti kita akan jalan jalan "
" Janji ya "
" Om janji ... "
Setelah mengantar Gema ke sekolahnya Adam melesatkan kuda besinya di jalanan yang lumayan ramai pagi ini . Dia melirik ke arah Diva yang sedari berangkat diam seribu bahasa .
" Kenapa ? Berubah pikiran !?? "
Diva menggelengkan kepalanya pelan , matanya tetap saja lurus memandang ke depan .
" Kau masih punya waktu jika masih ingin berubah pikiran . Sebelum aku benar benar mengikatmu untuk selamanya ! Ketika hari itu tiba jangan harap aku akan melepasmu !! "
Diva menarik nafasnya dalam dalam , dulu dia di beri suami yang cuek dan tak pernah peduli padanya . Dan sekarang pria disampingnya sudah menunjukkan sisi posesifnya bahkan sebelum mereka menikah .
" Kita mau kemana Mas ?? "
Adam tersenyum lebar mendengar panggilan Diva padanya , karena selama ini wanita itu tak pernah sekalipun menyebut dirinya .
" Butik , kita akan memilih baju pernikahan kita . Aku tidak tahu baju seperti apa yang nanti akan kita pakai , terserah kamu saja "
" He em "
Sampai di dalam mereka disambut dengan ramah oleh seorang pelayan butik tersebut . Di dampingi pelayan tersebut Diva pergi untuk memilih baju yang akan dipakainya ketika menikah nanti . Sedangkan Adam memilih untuk menunggu di ruang tunggu yang memang sudah khusus disediakan .
Untuk baju pernikahan Diva memilih kebaya sederhana berwarna putih .
" Mau dipakai kapan Bu bajunya ? "
" Lusa mbak , kenapa "
" Lebih baik fitting dulu saja , biar bisa langsung di perbaiki jika kebesaran ataupun kekecilan "
Diva menurut karena pelayan itu memang benar .
" Mas ... gimana ?! "
Setelah mencoba baju itu Diva ingin memperlihatkannya pada Adam karena ia ingin tahu pendapat calon suaminya . Adam yang sedang asyik dengan ponselnya menoleh ke arahnya .
Diva menunduk ketika mata elang Adam tak berkedip ketika melihatnya , pria itu nanar melihatnya .
" Bagus ... "
Hanya itu jawaban yang ia dengar dari pria itu . Tanpa ia tahu bahwa pria itu sedang berusaha keras untuk menata kembali debaran jantungnya yang berpacu sangat cepat karena melihat kecantikan dirinya .
Adam sedang mengumpat pada dirinya sendiri yang tak bisa mengontrol dirinya melihat kecantikan calon istrinya . Dia tak menyangka kesederhanaan itu akan menjadi luar biasa ketika di balut kebaya pengantin berwarna putih itu .
" Kau pilih satu lagi baju untuk pergi makan malam besok sebelum hari pernikahan kita . Kita makan malam bersama keluargaku "
" Tapi ... "
" Bungkus saja semua baju disini jika kau bingung memilihnya "
" Hissshhh ... dia pikir mau bungkus kacang goreng apa . Mahal mahal semua kaya gini " gerutu Diva .
Terpaksa dia memilih satu baju lagi untuk bertemu keluarga Adam untuk makan malam . Dan pilihannya jatuh pada baju berwarna hitam yang ada didepannya .
Tapi ia dikejutkan dengan seseorang yang juga memilih baju itu . Dua tangan itu tanpa sengaja saling menarik baju itu .
" Eh ... maaf tapi saya dulu yang sudah memilihnya " kata Diva sopan pada wanita yang sudah menatapnya dengan sinis itu . Walau terkejut melihat siapa wanita itu Diva mencoba untuk tetap tenang
" Aku sudah melihatnya dari tadi sebelum kau menyentuhnya !! lni milikku ... mbak bawa ini ke kasir , saya bayar yang ini " wanita itu menarik kasar baju yang mereka pegang .
Pelayan itu tetap berdiri di tempatnya karena merasa tidak enak pada Diva . Pelayan itu tahu jika Divalah yang sudah terlebih dahulu memilih baju itu .
" Maaf Bu , tapi mbak ini duluan yang sudah memilihnya " kata pelayan itu sopan .
" Sudah mbak tidak apa apa , saya bisa pilih yang lain . Banyak baju bagus disini kok " Diva mencoba menghindari keributan di pagi itu . Dia sangat tahu sifat wanita yang baru saja merebut bajunya , wanita yang sama yang telah merebut Gilang darinya .
Diva sama sekali tidak mau berurusan lagi dengan wanita ular itu . Baginya hidupnya akan tenang jika tidak lagi bertemu dengan wanita itu ataupun mantan suaminya .
" Ada apa ?? " Adam yang mendengar keributan itu berjalan mendekat , tapi langkahnya terhenti ketika telinganya mendengar suara seorang perempuan yang sudah begitu lama tidak ia dengar .
" Adam .... "
" Kau ! "
~ Emak kasih visualnya Adam , jika ada yang nanya kok serem sih Mak !? Ya sengaja emak bikin serem soalnya dia kan mafianya Adipraja 😄😄... tetep dukung terus yaa like vote n comen biar terus rame novel emak ini . Lope U all 💗💗💗💗 ~