Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 15


" Apa !!! Lusa Kak Adam nikah ?? Jangan bercanda ... sama siapa ?? "


Dewa tak percaya ketika Adam mengatakan bahwa tadi sore dia sudah melamar seorang wanita . Dan reaksinya sama persis seperti Alfian , Bumi dan Jerry yang baru saja juga dia kabari lewat telpon .


" Siapa yang bercanda !? Dan pestanya digelar setelahnya ... menunggu urusan Kak Adam selesai "


Dewa manggut manggut tanda dia mengerti , dia kenal siapa Adam . Pria itu pasti punya alasan yang kuat di setiap tindakannya . Walau terkenal dingin dan bermulut pedas Adam yakin orang nomor tiga di Adipraja itu sebenarnya sangat penyayang .


Selama di sini Dewa bisa merasakan Adam sangat menjaga dirinya , bahkan dia tahu Adam diam diam menempatkan beberapa orang untuk mengawasinya . Walau sedikit tidak senang dengan penjagaan yang ia rasa terlalu berlebihan itu tapi dia berusaha diam .


Dewa tahu kakak iparnya pasti ada di balik semuanya ini . Bumi sudah seperti kakak kandung baginya , walau sudah pernah membuatnya babak belur saat awal awal pernikahan kakaknya tersebut .



" Bagaimana tadi siang ? " Adam mengganti topik tentang tugas Dewa tadi siang di Nusa Corp .


" Lancar , hanya saja ... "


" Pingsan nggak itu Mak lampir lihat kamu disana !??


" Ckk .. Kak Adam sengaja kirim Dewa ke sana buat bikin Jasmine kaget ya !? "


" Kurang kerjaan Wa kalau Kakak sampai seperti itu . Tapi cewek kayak dia memang sekali kali harus di kasih pelajaran "


" Iya sih , tadi aja dia shock banget ! Sebenarnya kasihan , tapi seneng juga lihat wajahnya kaya gitu ... lucu " kata Dewa sambil terkekeh .


" Besok Kakak ke kantor agak siangan Wa , ada yang harus Kakak selesaikan "


" Santai aja , biar Dewa yang handle ! "


*


Paginya Adam menjemput Diva dan Gema di rumah calon istrinya tersebut . Rencananya setelah mengantar Gema ke sekolah Adam ingin mengajak Diva membeli keperluan pernikahan mereka .


" Om kenapa Gema nggak boleh ikut jalan jalannya sih !? "


" Kamu sekolah boy .. dan tugas utama kamu sekarang ini adalah belajar ! Kalau kamu libur pasti kita akan jalan jalan "


" Janji ya "


" Om janji ... "


Setelah mengantar Gema ke sekolahnya Adam melesatkan kuda besinya di jalanan yang lumayan ramai pagi ini . Dia melirik ke arah Diva yang sedari berangkat diam seribu bahasa .


" Kenapa ? Berubah pikiran !?? "


Diva menggelengkan kepalanya pelan , matanya tetap saja lurus memandang ke depan .


" Kau masih punya waktu jika masih ingin berubah pikiran . Sebelum aku benar benar mengikatmu untuk selamanya ! Ketika hari itu tiba jangan harap aku akan melepasmu !! "


Diva menarik nafasnya dalam dalam , dulu dia di beri suami yang cuek dan tak pernah peduli padanya . Dan sekarang pria disampingnya sudah menunjukkan sisi posesifnya bahkan sebelum mereka menikah .


" Kita mau kemana Mas ?? "


Adam tersenyum lebar mendengar panggilan Diva padanya , karena selama ini wanita itu tak pernah sekalipun menyebut dirinya .


" Butik , kita akan memilih baju pernikahan kita . Aku tidak tahu baju seperti apa yang nanti akan kita pakai , terserah kamu saja "


" He em "


Sampai di dalam mereka disambut dengan ramah oleh seorang pelayan butik tersebut . Di dampingi pelayan tersebut Diva pergi untuk memilih baju yang akan dipakainya ketika menikah nanti . Sedangkan Adam memilih untuk menunggu di ruang tunggu yang memang sudah khusus disediakan .


Untuk baju pernikahan Diva memilih kebaya sederhana berwarna putih .


" Mau dipakai kapan Bu bajunya ? "


" Lusa mbak , kenapa "


" Lebih baik fitting dulu saja , biar bisa langsung di perbaiki jika kebesaran ataupun kekecilan "


Diva menurut karena pelayan itu memang benar .


" Mas ... gimana ?! "


Setelah mencoba baju itu Diva ingin memperlihatkannya pada Adam karena ia ingin tahu pendapat calon suaminya . Adam yang sedang asyik dengan ponselnya menoleh ke arahnya .


Diva menunduk ketika mata elang Adam tak berkedip ketika melihatnya , pria itu nanar melihatnya .


" Bagus ... "


Hanya itu jawaban yang ia dengar dari pria itu . Tanpa ia tahu bahwa pria itu sedang berusaha keras untuk menata kembali debaran jantungnya yang berpacu sangat cepat karena melihat kecantikan dirinya .


Adam sedang mengumpat pada dirinya sendiri yang tak bisa mengontrol dirinya melihat kecantikan calon istrinya . Dia tak menyangka kesederhanaan itu akan menjadi luar biasa ketika di balut kebaya pengantin berwarna putih itu .


" Kau pilih satu lagi baju untuk pergi makan malam besok sebelum hari pernikahan kita . Kita makan malam bersama keluargaku "


" Tapi ... "


" Bungkus saja semua baju disini jika kau bingung memilihnya "


" Hissshhh ... dia pikir mau bungkus kacang goreng apa . Mahal mahal semua kaya gini " gerutu Diva .


Terpaksa dia memilih satu baju lagi untuk bertemu keluarga Adam untuk makan malam . Dan pilihannya jatuh pada baju berwarna hitam yang ada didepannya .


Tapi ia dikejutkan dengan seseorang yang juga memilih baju itu . Dua tangan itu tanpa sengaja saling menarik baju itu .


" Eh ... maaf tapi saya dulu yang sudah memilihnya " kata Diva sopan pada wanita yang sudah menatapnya dengan sinis itu . Walau terkejut melihat siapa wanita itu Diva mencoba untuk tetap tenang


" Aku sudah melihatnya dari tadi sebelum kau menyentuhnya !! lni milikku ... mbak bawa ini ke kasir , saya bayar yang ini " wanita itu menarik kasar baju yang mereka pegang .


Pelayan itu tetap berdiri di tempatnya karena merasa tidak enak pada Diva . Pelayan itu tahu jika Divalah yang sudah terlebih dahulu memilih baju itu .


" Maaf Bu , tapi mbak ini duluan yang sudah memilihnya " kata pelayan itu sopan .


" Sudah mbak tidak apa apa , saya bisa pilih yang lain . Banyak baju bagus disini kok " Diva mencoba menghindari keributan di pagi itu . Dia sangat tahu sifat wanita yang baru saja merebut bajunya , wanita yang sama yang telah merebut Gilang darinya .


Diva sama sekali tidak mau berurusan lagi dengan wanita ular itu . Baginya hidupnya akan tenang jika tidak lagi bertemu dengan wanita itu ataupun mantan suaminya .


" Ada apa ?? " Adam yang mendengar keributan itu berjalan mendekat , tapi langkahnya terhenti ketika telinganya mendengar suara seorang perempuan yang sudah begitu lama tidak ia dengar .


" Adam .... "


" Kau ! "


~ Emak kasih visualnya Adam , jika ada yang nanya kok serem sih Mak !? Ya sengaja emak bikin serem soalnya dia kan mafianya Adipraja 😄😄... tetep dukung terus yaa like vote n comen biar terus rame novel emak ini . Lope U all 💗💗💗💗 ~