Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
192


" Sayang ... "


Nayya yang bisa mengikuti kemana arah pandangan sang suami sontak kembali masuk ke walk in closet yang mempunyai connecting door di kamar mandi .


Dia merutuki dirinya sendiri yang dengan bodohnya malah memamerkan tubuhnya yang hanya mengenakan handuk tanpa sehelai benangpun di dalamnya .


" Udaahh pakai yang ada dulu aja sayaannng !! Kan Kakak udah kasih tahu sama kamu kalau nggak bakal meminta hak Kakak jika kamu belum mau "


Nayya yang masih bisa mendengar kata kata suaminya dari kamar mandi hanya bisa tertegun . Benar , Jerry memang sudah pernah bilang bahwa ia akan menunggu kesiapannya untuk menjadi istrinya seutuhnya .


Pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu memberinya waktu untuk membiasakan diri dengan statusnya saat ini , sebagai Nyonya Jerry Addison .


CEKLEKKK ...


Jerry menoleh ke arah pintu kamar mandi ketika mendengar suara pintu di buka . Dan dia melihat bidadarinya masih berdiri di depan pintu dengan mengenakan lingerie warna kuning itu yang ia yakin tak mengenakan apapun lagi di dalamnya .


Dia lupa memerintahkan orangnya untuk mengambil koper berisi baju yang sudah mereka siapkan di dalam mobil .


" Sayang .... "


Jerry menghampiri Nayya yang masih tertunduk malu dengan dua tangan masing masing menutupi area atas dan area bawahnya .


" Malu ???! "


Jerry mencubit pipi istrinya gemas ketika sang istri menjawab pertanyaannya dengan anggukan . Dia membawa dua tangan itu untuk dikecupnya bergantian .


" Kau adalah milikku , dan begitupun denganku ! Aku adalah milikmu sepenuhnya "


Jerry melepas satu demi satu kain yang menempel ditubuhnya hingga hanya menyisakan satu satunya kain di area bawahnya .


" Kak .... "


" Aku hanya menyamakan keadaan sayang , biar kau tidak malu sendirian " kata Jerry sambil mengeringkan matanya nakal .


Pria itu membawa tangan sang istri agar melingkar di lehernya , dan mereka menautkan kedua kening mereka .


" Kak ... "


" Tidak usah takut sayang ! Aku pria yang bisa menepati janjiku .. aku hanya ingin menginginkan ini . Boleh ?? "


Jarinya meraba lembut bibir kemerahan yang belum sekalipun ia sentuh selama ini . Selama masa pacaran Jerry tidak pernah sekalipun bersikap kurang ajar pada kekasihnya yang sekarang menjadi istrinya .


Nayya hanya memejamkan matanya , hatinya berdesir merasakan sentuhan sang suami pada bibirnya . Sampai ia merasakan benda kenyal yang menyapu lembut permukaan bibirnya .


Benda kenyal dan basah itu lama lama sedikit menuntut ! Dia menghisap , menjilat bahkan benda kenyal tak bertulang dengan beraninya menerobos masuk ke dalam mulutnya .


" Aaaakkhhh ... Kak "


" Breathe sayang ... "


Nafas Nayya tersengal merasakan sensasi yang baru kali ini dia rasakan . Bibir Jerry benar benar membuatnya kewalahan . Dan sang suami hanya memberikannya jeda beberapa detik untuk mengambil nafas untuk kemudian kembali ******* bibirnya kembali .


Dan dua tangan kekar itu sedikit meremas pinggangnya . Nayya tahu sang suami sedang mati matian berjuang untuk menahan hasratnya .


Pelan pelan ia belajar memberanikan diri untuk membalas ciuman panas suaminya ..Nayya ternyata bisa belajar dengan cepat nyatanya sekarang suaminya lah yang kewalahan menghadapinya .


Gadis itu membalas semua hisapan dan ******n suaminya . Tapi tiba-tiba sang suami melepaskan tautan bibir mereka hingga Nayya merasa sangat kehilangan momen indah itu .


" Stop sayang ... sudah ... " kata Jerry dengan mengatur nafasnya yang tidak beraturan .


" Atau aku akan kalap dan melemparmu ke ranjang itu " lanjutnya sambil menatap sang istri yang juga sedang mengatur nafasnya .


" Tapi ... "


Jerry memang sedang butuh air untuk meredam sesuatu dalam dirinya . Sepolos apapun Nayya adalah gadis yang beranjak dewasa , dia tahu sang suami butuh pelepasan saat ini .


Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya dia berjinjit dan kembali meraup bibir suaminya hingga pria itu menggeram.dengan.suara berat .


" Sayaannng .... "


Merasa mendapat lampu hijau Jerry menggiring tubuh sang istri ke arah ranjang mereka .


" Hentikan Kakak jika kau ingin aku berhenti "


Jerry merebahkan tubuh sang istri dalam kungkungannya dan ...


SRREEKKK ...


Lingerie kuning itu robek dan terlepas dari tubuhnya , dan Jerry membawa dua tangan itu keatas kepala istrinya agar tidak bisa menutupi keindahan yang ada di depannya .


Wajah merah merona itu hanya bisa memejamkan matanya . Sementara suaminya sudah mulai menjelajahi area leher dan dadanya .


Dia menjerit kecil ketika merasakan dua pucuk kemerahannya sudah dimainkan bergantian oleh suaminya .


" Aku akan berhenti jika kau memintanya sayang .... "


Tapi sang istri menggelengkan kepalanya pelan , dia masih menikmati permainan tangan sang suami di area bawahnya . Hingga badannya melengkung bagai busur setelah gelombang kenikmatan itu menggulung dirinya .


" Aaaarrggghhh ... "


" Lakukan apapun padaku jika kau merasakan sakit sayang . Karena setelah ini kau tidak akan bisa menghentikan aku "


Nayya yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya hanya mengangguk pasrah . Tak dipungkiri ia pun sangat menikmati permainan sang suami .


" Kak !!! Awsshhh ... pelaaann " Nayya menjerit ketika merasakan sebuah benda keras berusaha menerobos masuk pada area bawahnya .


" Kakak sudah pelan pelan sayang ... "


Setelah beberapa kali akhirnya Jerry bisa sedikit memasukkan ujungnya , dan itupun dibarengi sang istri yang menggigit lengannya .


Ketika dia akan mendorongnya agar tertanam lebih dalam dia dikejutkan dengan suara orang yang terdengar samar berteriak memanggilnya .


Jerry berusaha tidak memperdulikannya , yang ia pikirkan saat ini adalah ia harus menanamkan tongkatnya lebih dalam ke dalam liang lembab yang terasa sangat hangat itu .


Ketika tinggal satu dorongan kuat lagi dia mendengar pintu kamarnya di gedor gedor dengan sangat keras .


" Kak .... "


" Biarkan sayang , nanggung banget ini " kata Jerry yang memandang tongkatnya yang ujungnya sudah berada dalam sarangnya .


" Buka dulu , siapa tahu penting banget " pinta sang istri yang sedikit mendorong perutnya untuk menjauh .


" Tapi sayaaaanngg ... lagi enak banget "


" Kita punya banyak waktu "


Mau dipaksa pun percuma karena suara gedoran pintu sangat mengganggu konsentrasi keduanya .


Akhirnya ia mengenakan kembali boxernya dan berjalan menuju pintu setelah sebelumnya menutupi tubuh polos istrinya dengan selimut tebal . Jerry bersumpah akan menghajar siapapun yang ada di depan pintunya saat ini .


Jerry terkejut ketika mendapati Bumi dengan wajah panik di depan pintunya .


" Bangs*t lama banget sih elo buka pintunya !! Lagi ngapain sih !! Antar gue ke rumah sakit sekarang juga ... bini gue mau melahirkan !!! "


~ Jawab aja lagi mencangkul kebun Mas Jer 🤣🤣🤣 lagian kaya nggak ada orang lain aja yang di mintain tolong . Tuh reader banyak , tinggal pilih !! Jempol digoyang , vote n comen biar tambah rame yaa 🤫 ~