
" Sayang ... "
Nayya yang bisa mengikuti kemana arah pandangan sang suami sontak kembali masuk ke walk in closet yang mempunyai connecting door di kamar mandi .
Dia merutuki dirinya sendiri yang dengan bodohnya malah memamerkan tubuhnya yang hanya mengenakan handuk tanpa sehelai benangpun di dalamnya .
" Udaahh pakai yang ada dulu aja sayaannng !! Kan Kakak udah kasih tahu sama kamu kalau nggak bakal meminta hak Kakak jika kamu belum mau "
Nayya yang masih bisa mendengar kata kata suaminya dari kamar mandi hanya bisa tertegun . Benar , Jerry memang sudah pernah bilang bahwa ia akan menunggu kesiapannya untuk menjadi istrinya seutuhnya .
Pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu memberinya waktu untuk membiasakan diri dengan statusnya saat ini , sebagai Nyonya Jerry Addison .
CEKLEKKK ...
Jerry menoleh ke arah pintu kamar mandi ketika mendengar suara pintu di buka . Dan dia melihat bidadarinya masih berdiri di depan pintu dengan mengenakan lingerie warna kuning itu yang ia yakin tak mengenakan apapun lagi di dalamnya .
Dia lupa memerintahkan orangnya untuk mengambil koper berisi baju yang sudah mereka siapkan di dalam mobil .
" Sayang .... "
Jerry menghampiri Nayya yang masih tertunduk malu dengan dua tangan masing masing menutupi area atas dan area bawahnya .
" Malu ???! "
Jerry mencubit pipi istrinya gemas ketika sang istri menjawab pertanyaannya dengan anggukan . Dia membawa dua tangan itu untuk dikecupnya bergantian .
" Kau adalah milikku , dan begitupun denganku ! Aku adalah milikmu sepenuhnya "
Jerry melepas satu demi satu kain yang menempel ditubuhnya hingga hanya menyisakan satu satunya kain di area bawahnya .
" Kak .... "
" Aku hanya menyamakan keadaan sayang , biar kau tidak malu sendirian " kata Jerry sambil mengeringkan matanya nakal .
Pria itu membawa tangan sang istri agar melingkar di lehernya , dan mereka menautkan kedua kening mereka .
" Kak ... "
" Tidak usah takut sayang ! Aku pria yang bisa menepati janjiku .. aku hanya ingin menginginkan ini . Boleh ?? "
Jarinya meraba lembut bibir kemerahan yang belum sekalipun ia sentuh selama ini . Selama masa pacaran Jerry tidak pernah sekalipun bersikap kurang ajar pada kekasihnya yang sekarang menjadi istrinya .
Nayya hanya memejamkan matanya , hatinya berdesir merasakan sentuhan sang suami pada bibirnya . Sampai ia merasakan benda kenyal yang menyapu lembut permukaan bibirnya .
Benda kenyal dan basah itu lama lama sedikit menuntut ! Dia menghisap , menjilat bahkan benda kenyal tak bertulang dengan beraninya menerobos masuk ke dalam mulutnya .
" Aaaakkhhh ... Kak "
" Breathe sayang ... "
Nafas Nayya tersengal merasakan sensasi yang baru kali ini dia rasakan . Bibir Jerry benar benar membuatnya kewalahan . Dan sang suami hanya memberikannya jeda beberapa detik untuk mengambil nafas untuk kemudian kembali ******* bibirnya kembali .
Dan dua tangan kekar itu sedikit meremas pinggangnya . Nayya tahu sang suami sedang mati matian berjuang untuk menahan hasratnya .
Pelan pelan ia belajar memberanikan diri untuk membalas ciuman panas suaminya ..Nayya ternyata bisa belajar dengan cepat nyatanya sekarang suaminya lah yang kewalahan menghadapinya .
Gadis itu membalas semua hisapan dan ******n suaminya . Tapi tiba-tiba sang suami melepaskan tautan bibir mereka hingga Nayya merasa sangat kehilangan momen indah itu .
" Stop sayang ... sudah ... " kata Jerry dengan mengatur nafasnya yang tidak beraturan .
" Atau aku akan kalap dan melemparmu ke ranjang itu " lanjutnya sambil menatap sang istri yang juga sedang mengatur nafasnya .
" Tapi ... "
Jerry memang sedang butuh air untuk meredam sesuatu dalam dirinya . Sepolos apapun Nayya adalah gadis yang beranjak dewasa , dia tahu sang suami butuh pelepasan saat ini .
Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya dia berjinjit dan kembali meraup bibir suaminya hingga pria itu menggeram.dengan.suara berat .
" Sayaannng .... "
Merasa mendapat lampu hijau Jerry menggiring tubuh sang istri ke arah ranjang mereka .
" Hentikan Kakak jika kau ingin aku berhenti "
Jerry merebahkan tubuh sang istri dalam kungkungannya dan ...
SRREEKKK ...
Lingerie kuning itu robek dan terlepas dari tubuhnya , dan Jerry membawa dua tangan itu keatas kepala istrinya agar tidak bisa menutupi keindahan yang ada di depannya .
Wajah merah merona itu hanya bisa memejamkan matanya . Sementara suaminya sudah mulai menjelajahi area leher dan dadanya .
Dia menjerit kecil ketika merasakan dua pucuk kemerahannya sudah dimainkan bergantian oleh suaminya .
" Aku akan berhenti jika kau memintanya sayang .... "
Tapi sang istri menggelengkan kepalanya pelan , dia masih menikmati permainan tangan sang suami di area bawahnya . Hingga badannya melengkung bagai busur setelah gelombang kenikmatan itu menggulung dirinya .
" Aaaarrggghhh ... "
" Lakukan apapun padaku jika kau merasakan sakit sayang . Karena setelah ini kau tidak akan bisa menghentikan aku "
Nayya yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya hanya mengangguk pasrah . Tak dipungkiri ia pun sangat menikmati permainan sang suami .
" Kak !!! Awsshhh ... pelaaann " Nayya menjerit ketika merasakan sebuah benda keras berusaha menerobos masuk pada area bawahnya .
" Kakak sudah pelan pelan sayang ... "
Setelah beberapa kali akhirnya Jerry bisa sedikit memasukkan ujungnya , dan itupun dibarengi sang istri yang menggigit lengannya .
Ketika dia akan mendorongnya agar tertanam lebih dalam dia dikejutkan dengan suara orang yang terdengar samar berteriak memanggilnya .
Jerry berusaha tidak memperdulikannya , yang ia pikirkan saat ini adalah ia harus menanamkan tongkatnya lebih dalam ke dalam liang lembab yang terasa sangat hangat itu .
Ketika tinggal satu dorongan kuat lagi dia mendengar pintu kamarnya di gedor gedor dengan sangat keras .
" Kak .... "
" Biarkan sayang , nanggung banget ini " kata Jerry yang memandang tongkatnya yang ujungnya sudah berada dalam sarangnya .
" Buka dulu , siapa tahu penting banget " pinta sang istri yang sedikit mendorong perutnya untuk menjauh .
" Tapi sayaaaanngg ... lagi enak banget "
" Kita punya banyak waktu "
Mau dipaksa pun percuma karena suara gedoran pintu sangat mengganggu konsentrasi keduanya .
Akhirnya ia mengenakan kembali boxernya dan berjalan menuju pintu setelah sebelumnya menutupi tubuh polos istrinya dengan selimut tebal . Jerry bersumpah akan menghajar siapapun yang ada di depan pintunya saat ini .
Jerry terkejut ketika mendapati Bumi dengan wajah panik di depan pintunya .
" Bangs*t lama banget sih elo buka pintunya !! Lagi ngapain sih !! Antar gue ke rumah sakit sekarang juga ... bini gue mau melahirkan !!! "
~ Jawab aja lagi mencangkul kebun Mas Jer 🤣🤣🤣 lagian kaya nggak ada orang lain aja yang di mintain tolong . Tuh reader banyak , tinggal pilih !! Jempol digoyang , vote n comen biar tambah rame yaa 🤫 ~