
Bumi terlihat sedang emosi karena walau sudah memencet bel berkali kali tapi pintu di depannya tidak juga terbuka . Dia sedang berada di depan pintu apartemen Jerry .
" Oh God Bumi ... kenapa kau menyebalkan sekali !! " gerutu Jerry yang terlihat membukakan pintu dengan hanya menggunakan boxernya . Rambutnya acak acakan dan badannya berkeringat walau suhu di ruangan apartemen itu sangat dingin .
Bumi hanya memutar bola matanya malas , ia tahu persis dengan apa yang terjadi tadi di dalam sana . Langkahnya terhenti ketika melihat seorang wanita dengan tubuh polos sedang memunguti pakaiannya yang tersebar di lantai ruang tamu . Dengan tidak tahu malu wanita itu sempat mengedipkan matanya nakal ke arahnya .
" Cihhh ... kalian menjijikkan " Bumi membalikkan badan dan melangkah keluar menuju pintu apartemen . Tadi ia mengira jika Jerry bermain di kamar atas jadi dia tak perlu melihat wanita pemuas temannya itu .
" Jangan menggodanya baby ... dia memang tampan , tapi dia tidak normal ! " kata Jerry yang masih kesal karena permainan panasnya yang sempat terjeda oleh kehadiran Bumi .
" Aku tunggu kau di apartemenku, jika lima menit kau tak datang . Maka aku akan ambil semua sahamku di bengkelmu !! " teriak Bumi yang sudah berada di luar apartemen Jerry .
Jerry yang tadinya ingin menyusul wanitanya ke kamar menjadi urung uringan tak karuan .
" Bumi brengsek ... teman ngga ada akhlak . Kenapa harus datang saat saat begini sih " Jerry melihat bagian bawahnya yang masih tegak perkasa , masih siap untuk bertempur karena memang mereka belum sempat menyelesaikan pertempuran yang sedang sengit sengitnya tadi .
Dengan cepat ia kembali memakai pakaiannya dan segera berlari ke apartemen Bumi yang berada dua lantai di atasnya . Mereka tinggal di bangunan yang sama .
Jerry menghempaskan tubuhnya ke kursi sofa ruang tamu di apartemen Bumi . Dia masih kesal karena tidak bisa menyalurkan hasratnya yang tadi sudah di ubun ubun .
" Apa sih Bum !! Puyeng nih kepala atas bawah gue gara gara elo " gerutu Jerry pada Bumi yang duduk di sampingnya .
" Najis ... nggak berubah juga kelakuan elo " tukas Bumi menatap malas temannya .
" Gue cuma mencoba menikmati surga dunia bro , karena gue ngga tahu besok gue di alam sana mau ditaruh dimana "
" B*cot elo kalo ngomong !! "
" Naahh gue emang bener , tadi ngapain elo gedor gedor pintu gue !?? "
" Gue cuma ingin denger yang kemarin dulu pengen elo bilang sama gue . Soal istri kakak gue "
" Ogahhh ... kena tabok lagi ntar gue "
Bumi menatap tajam Jerry yang saat ini juga sedang menatapnya .
" Ok gue cerita dikit aja ya , dulu gue pernah ketemu sama istri kakak elo di hotel . Dia sama si Deniel , tapi waktu itu gue nggak tahu kalau Deniel itu gigolo . Yahhh gue pikir dia temen bisnis gitu ... "
Terdengar bunyi panggilan dari ponsel Jerry dan dia segera mengangkatnya .
" Yes baby ? ll'l be there soon ok ! "
" Elo matiin telepon elo sekarang apa gue banting ponsel elo sekarang juga "
" Ya Allah Bum , sabar dikit kenapa sih ! lni menyangkut masa depan atas bawah gue . Paham kan elo ! Nih ya gue singkat aja cerita gue ya ... intinya gue dan temen temen sering lihat istri kakak elo sama gigolo itu ngamar di hotel . Terus ada temen gue yang kenal sama Deniel . Deniel cerita sama dia kalau istri kakak elo adalah pelanggan eksklusif , pelanggan yang berani bayar paling mahal atas pelayanan dia "
Bumi mencengkeram erat gelas berisi air putih di sampingnya dan ...
PYAARRRR .....
" Nasi uduk nasi goreng nasi jamblang ..... Bumi elo kalau ngamuk harusnya kalau gue udah pulang , bikin gue serangan jantung elo !! " Jerry latah karena kaget mendengar gelas yang di lempar oleh Bumi .
" J*Lang .. akan aku buat kau merasakan pedihnya pembalasan atas pengkhianatan yang kau lakukan " geram Bumi yang masih bisa terdengar oleh Jerry .
" Salah nih kayaknya gue cerita sama elo . Gue ini laki laki brengsek tapi gue ngga akan nyakitin wanita , gue nggak akan main fisik sama wanita kecuali kalau dia ngajak gue ke ranjang "
" Serah gue ... sekarang pergi elo , mau muntah gue lihat muka mesum elo "
" Siap bro ! "
Jerry dengan semangat berlari keluar dari apartemen Bumi karena wanitanya masih setia menunggunya untuk menyelesaikan pertarungan yang belum selesai tadi .
Sedangkan Bumi masih diam di tempatnya , saat ini hati dan logikanya sedang bertarung sengit . Jika bisa menolak pasti dia tidak akan mau menerima pernikahan yang akan dilangsungkan dua hari lagi . Tapi di sisi lain keselamatan papanya yang menjadi taruhan jika ia menolaknya .
Bumi berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan membuat pernikahannya itu sebagai neraka untuk istrinya kelak .
~ *Welehhh salah paham kok dipiara to Mas Bum .. awas lho jangan sampai nyesel sampeyan ~
Betewe tetep dukung emak othor ya , jempol dan kembangnya tetep ditungguin 😘*