
" Besok Mas antar ke rumah ibu sekalian aku berangkat kerja . Kamu juga nggak akan betah disini sendirian "
lni adalah sore pertama bagi pasangan yang sudah resmi menikah itu berada di apartemen milik Varo . Beberapa hari kemarin Varo selalu mendampingi Erin untuk menemani dan merawat sang ibu pasca operasi .
Dengan di dukung ibunya Erin memutuskan untuk mengikuti suaminya pulang karena dia sadar sekarang statusnya adalah seorang istri . Dia punya tanggung jawab untuk melayani suaminya .
" lya Mas , nanti siang Erin juga ada janji sama temen buat nyari kampus ! " katanya sambil masih mengikuti langkah Varo yang sedang menyeret koper miliknya .
Hatinya terasa tak karuan ketika mereka sampai didepan sebuah pintu yang di yakini Erin sebagai kamar milik Varo suaminya . Kamar yang sangat maskulin dengan warna coklat gelap yang mendominasi .
Kamar itu bahkan lebih luas dari pada rumah milik ibunya . Sangat nyaman dengan penataan yang tidak berlebihan .
" Kamu fokus sama ibu dulu saja , biar Mas yang urus kuliah kamu "
Varo meletakkan koper milik Erin di walk in closet yang berada disisi kamar . Kemudian dia duduk ditepi ranjang king size-nya .
" Tapi aku masih bisa mengerjakan sendiri kok ! lbu juga bilang kalau Erin tidak boleh bikin repot Mas Varo "
" Sini .. "
Varo menepuk ranjang di sisinya agar Erin duduk disampingnya . Gadis itu terlihat ragu ragu , raut wajahnya terlihat tegang . Dan ekspresi wajah itu sukses membuat Varo tertawa .
Varo tahu pasti otak gadis kecilnya sedang berpikir yang iya iya .Erin pasti mengira dia akan meminta haknya sore itu .
" Kok malah diem sih , sini sayang "
" Ehmm itu ... Erin duduk di sini saja "
Erin malah duduk di sofa yang terdapat di kamar tidur milik Varo .
" Kau tidak nyaman berada satu kamar denganku sayang ?! "
" Bukan ... bukan itu , tapi aku masih malu ! Aku belum terbiasa berbagi kamar dengan seorang laki laki . Mas marah ? "
Varo mengalah dan menghampiri istri kecilnya untuk duduk di sofa .
" Dari awal Mas bilang tidak akan memaksamu . Dan itu adalah untuk semua hal . Aku bisa tidur di kamar sebelah jika kau merasa kurang nyaman ... "
" Jangannn !! " pekik Erin yang membuat Varo sedikit kaget .
" Kenapa harus tidur di sofa ? Kurasa ranjang ini lebih dari cukup untuk kita berdua " goda Varo .
" Ibu sering bilang kalau tidurnya Erin itu rusuh banget Mas !! Erin takut nanti Mas Varo jatuh dari ranjang akibat ulah aku "
Varo terkekeh mendengarnya , sepertinya hari harinya ke depan akan terasa lebih menyenangkan dengan semua tingkah polos sang istri di sampingnya .
" Kalau begitu mungkin aku bisa membuatmu tak tidur semalaman agar kau tak menyiksaku , bagaimana !? "
" Maksud Mas kalau malam Erin nggak boleh tidur begitu ? Maksudnya Erin tidur saat siang hari ? " tanya Erin dengan wajah memucat , ia tidak bisa bayangkan jika waktu siangnya harus ia bagi dengan kuliah , menjaga ibunya dan sekaligus istirahat .
" Hanya sesekali , mungkin seminggu empat kali atau bisa lebih jika aku sedang ingin "
" lngin ? " lirih Erin , apakah membuatnya tidak tidur adalah suatu kesenangan untuk suaminya .
Berkali kali ia menghembuskan nafasnya kasar , tapi dari awal Erin sudah bertekad untuk menjadi istri yang baik untuk suaminya . Dia akan melakukan apapun yang membuat suaminya bahagia .
" Kau keberatan jika sering aku buat tidak tidur semalaman ?! "
Erin menggeleng dengan cepat , dan hal itu membuat Varo semakin gemas melihat tingkahnya .
" Erin bisa sekalian mengerjakan tugas kuliah kok , Erin juga bisa bersih bersih rumah sekalian "
" Siapa bilang kamu aku ijinkan bersih bersih rumah ? Ada maid disini , kau juga bisa minta tolong mbok Sum jika menginginkan sesuatu . Kau ratu di rumahku "
" Terus Erin mau ngapain ? Ngantuk kalau nggak ngerjain apa apa "
" Kamu diem juga nggak masalah sayang , biar aku yang bekerja " kata Varo dengan tersenyum smirk .
Sepertinya penyakit mesum Bumi dan Deniel sudah menular padanya . Dia sangat senang melihat raut bingung istri kecilnya . Pasti sang istri kebingungan dengan apa yang dia katakan .
Varo tahu walau Erin belum siap menjadi istrinya sepenuhnya , tapi gadis itu mempunyai tekad kuat untuk menjadi yang terbaik untuknya .
ltu di buktikan pada beberapa hari setelah menikah , Erin yang selalu mengurus semua kebutuhannya . Makanan , baju ganti atau sekedar menemaninya mengobrol . Dan Varo merasa sangat bahagia ketika gadis itu selalu ada di sisinya .
" Erin akan sangat berdosa jika membiarkan Mas bekerja keras siang sampai malam . Erin tidak masalah jika sedikit bekerja saat malam hari , aku bantuin Mas ya ! "
" Ok , aku pegang kata katamu "