
" Dia putraku .. jangan ambil Januku ! "
Laki laki berpakaian putih itu tersenyum dan menggelengkan kepala . Dia terlihat mengangkat dan mencium bayi gembul itu .
" Berikan dia padaku ... berikan dia padaku ... "
" Masss ... Masss ... bangun "
Bumi merasa seperti ada yang memanggilnya dan ia seperti ditarik agar segera membuka matanya . Nafasnya tersengal ketika ia membuka matanya , ia melihat Aira yang berdiri di sampingnya .
" Mas bangun .. "
Aira memberikan segelas air. bening pada suaminya agar menjadi tenang . Tadi ia sempat mendengar sang suami mengigau seperti sedang berbicara dengan seseorang .
" Sayang ... Dede mana ? "
" Tadi habis diperiksa dokter , dia semakin membaik kok . Sengaja Air nggak bangunin soalnya Mas kelihatan capek banget ! Dede sempat bangun tadi tapi sekarang udah bobo lagi "
Bumi bangkit dan berjalan ke arah putranya yang masih terlelap . Ada air di sudut matanya . Tadi baru saja ia bermimpi bertemu dengan ayah kandung Janu , sosok kakak yang selama ini sangat ia hormati . Reynand !!
Ya , Bumi baru saja bermimpi melihat Reynand bermain dengan putranya . Sungguh ia menjadi takut , Bumi takut jika Reynand akan membawa putranya pergi bersamanya .
Dia percaya Reynand akan terus ada bersama mereka karena sang kakak akan terus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup mereka .
" Kak Rey tenang di sana . Aku akan menjaga mereka Kak , dengan nyawaku ... " lirihnya .
Tak terasa sudah dua hari masa penyembuhan Janu di ruang rawat rumah sakit . Bayi gembul itu sudah mulai mengeluarkan suaranya dan merespon orang orang di sekitarnya .
" Mas nggak ke kantor ? Udah beberapa hari Mas sudah bolos "
Bumi terkekeh mendengar kata ' bolos ' dari istrinya . Kata kata itu membuat dia seperti seorang pelajar yang lari dari kelasnya .
" Nggak apa apa sayang , buat apa Mas bayar mahal Adam kalau nggak bisa handle perusahaan !? Ada Papa juga kok . Saat ini kalian adalah prioritas Mas ! Mas akan tetap di samping kalian sampai Janu diperbolehkan pulang ke rumah "
" Aira sayang sama Mas " Air mencium rahang kokoh itu sekilas .
" Sayang Mas ingin bicara sebentar , mumpung Dede masih bobo ! Sini ! " Bumi menepuk dua pahanya , dia meminta sang istri duduk di pangkuannya . Sungguh ia sangat merindukan aroma istrinya .
" Mas mau apa ??? lni di rumah sakit jangan aneh aneh !! " kata Air , ia khawatir penyakit mesum suaminya kumat kembali .
" Seudzon banget sih , Mas cuma pengen bicara "
Perlahan Air mendekat dan duduk di pangkuan suaminya . Sejujurnya ia juga sangat merindukan Buminya .
" Kok aku jadi takut sih Mas , serius amat ! Memang Mas mau bicara soal apa !? "
" Ada keluarga baru yang datang di kediaman Adipraja , seorang gadis cantik ... "
" Mas ingin menikah lagi !!!!! " Air bangkit dan menatap tajam suaminya .
Bumi meraih kembali tubuh istrinya agar kembali duduk dipangkuannya .
" Cium nih ya , makanya dengerin dulu kalau Mas mau ngomong ! Kamu juga sudah mendengar cerita Adam kemarin soal Putra kan ? "
Air mengangguk dan menatap serius ke arah suaminya , dan hal itu menjadi begitu lucu di mata Bumi .
" Serius banget sih kayak mau sidang , santai aja sayang ! Mas terusin ya ... Namanya Cherry gadis berumur tiga tahun cucu dari Putra sekaligus putri semata wayang Narra "
" Putri Mas Reynand ? "
" Bukan sayang . Seperti aku , kakakku sudah tergila gila denganmu ! Dia tak pernah sekalipun menyentuh Narra , dan Cherry ada di kandungan Narra bahkan sebelum mereka menikah . Cherry bukan putri kak.Reynand . Gadis kecil itu sendirian kini karena menurut kabar Narra sedang ada di Paris untuk meraih mimpinya di dunia modelling . Dan kau tahu jika Putra sedang ada di pihak yang berwajib karena kasus kemarin "
Aira terlihat mengangguk pelan , Bumi sengaja tidak menceritakan hal sebenarnya tentang Narra untuk mempersingkat ceritanya . Dia juga berpikir tidak akan membuat Aira khawatir dengan menceritakan kegilaan Terra .
" Jika kau mengijinkan aku akan membawa Cherry ke kediaman Adipraja , rumah kita ! Kasihan jika dia hanya hidup bersama dengan maid di mansionnya "
" Tentu saja ... tentu saja aku mengijinkan . Aku senang jika Janu punya teman lagi , rumah pasti akan bertambah ramai "
Sebenarnya ada banyak.hal yang ingin Air tanyakan , tapi saat ini sepertinya bukan waktu yang tepat .
" Terimakasih ... dia hanya sementara tinggal bersama kita sebelum Narra kembali ke lndonesia "
" He em ... Mas mandi dulu gih ! Tadi pagi pagi benar Dewa kesini nganter baju ganti buat kita . Katanya sekalian mau ke kampus , ada kuliah pagi katanya "
" Ya sudah Mas mandi dulu ya .... Mas juga udah gerah banget , deket deket sama kamu bikin Mas panas "
" ltu sih kamunya aja yang mesum "
Bumi terkekeh dan segera pergi untuk membersihkan dirinya . Dia lega Aira tidak keberatan dengan keberadaan Cherry nantinya .
Tapi ada sedikit kegundahan di hatinya karena ia belum membicarakan ini dengan mamanya , Bumi tahu benar dari awal Rita tidak menyukai Narra ataupun putrinya . Karena gadis kecil itu mengingatkan kedua orang tua mereka pada kesalahannya yang sudah memaksa kakaknya untuk menikahi Narra !
~ Hari ini luar biasa banget .. proses review nya lamaaaaa bingits ❤️❤️❤️ tapi nikmati saja , itung itung emak nyambi nyuci sama masak dulu . Terus dukung emakkk yaa lope buat sayang sayangkuuuhh semua 😘😘😘~