Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
148


" Dia putraku .. jangan ambil Januku ! "


Laki laki berpakaian putih itu tersenyum dan menggelengkan kepala . Dia terlihat mengangkat dan mencium bayi gembul itu .


" Berikan dia padaku ... berikan dia padaku ... "


" Masss ... Masss ... bangun "


Bumi merasa seperti ada yang memanggilnya dan ia seperti ditarik agar segera membuka matanya . Nafasnya tersengal ketika ia membuka matanya , ia melihat Aira yang berdiri di sampingnya .


" Mas bangun .. "


Aira memberikan segelas air. bening pada suaminya agar menjadi tenang . Tadi ia sempat mendengar sang suami mengigau seperti sedang berbicara dengan seseorang .


" Sayang ... Dede mana ? "


" Tadi habis diperiksa dokter , dia semakin membaik kok . Sengaja Air nggak bangunin soalnya Mas kelihatan capek banget ! Dede sempat bangun tadi tapi sekarang udah bobo lagi "


Bumi bangkit dan berjalan ke arah putranya yang masih terlelap . Ada air di sudut matanya . Tadi baru saja ia bermimpi bertemu dengan ayah kandung Janu , sosok kakak yang selama ini sangat ia hormati . Reynand !!


Ya , Bumi baru saja bermimpi melihat Reynand bermain dengan putranya . Sungguh ia menjadi takut , Bumi takut jika Reynand akan membawa putranya pergi bersamanya .


Dia percaya Reynand akan terus ada bersama mereka karena sang kakak akan terus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup mereka .


" Kak Rey tenang di sana . Aku akan menjaga mereka Kak , dengan nyawaku ... " lirihnya .


Tak terasa sudah dua hari masa penyembuhan Janu di ruang rawat rumah sakit . Bayi gembul itu sudah mulai mengeluarkan suaranya dan merespon orang orang di sekitarnya .


" Mas nggak ke kantor ? Udah beberapa hari Mas sudah bolos "


Bumi terkekeh mendengar kata ' bolos ' dari istrinya . Kata kata itu membuat dia seperti seorang pelajar yang lari dari kelasnya .


" Nggak apa apa sayang , buat apa Mas bayar mahal Adam kalau nggak bisa handle perusahaan !? Ada Papa juga kok . Saat ini kalian adalah prioritas Mas ! Mas akan tetap di samping kalian sampai Janu diperbolehkan pulang ke rumah "


" Aira sayang sama Mas " Air mencium rahang kokoh itu sekilas .


" Sayang Mas ingin bicara sebentar , mumpung Dede masih bobo ! Sini ! " Bumi menepuk dua pahanya , dia meminta sang istri duduk di pangkuannya . Sungguh ia sangat merindukan aroma istrinya .


" Mas mau apa ??? lni di rumah sakit jangan aneh aneh !! " kata Air , ia khawatir penyakit mesum suaminya kumat kembali .


" Seudzon banget sih , Mas cuma pengen bicara "


Perlahan Air mendekat dan duduk di pangkuan suaminya . Sejujurnya ia juga sangat merindukan Buminya .


" Kok aku jadi takut sih Mas , serius amat ! Memang Mas mau bicara soal apa !? "


" Ada keluarga baru yang datang di kediaman Adipraja , seorang gadis cantik ... "


" Mas ingin menikah lagi !!!!! " Air bangkit dan menatap tajam suaminya .


Bumi meraih kembali tubuh istrinya agar kembali duduk dipangkuannya .


" Cium nih ya , makanya dengerin dulu kalau Mas mau ngomong ! Kamu juga sudah mendengar cerita Adam kemarin soal Putra kan ? "


Air mengangguk dan menatap serius ke arah suaminya , dan hal itu menjadi begitu lucu di mata Bumi .


" Serius banget sih kayak mau sidang , santai aja sayang ! Mas terusin ya ... Namanya Cherry gadis berumur tiga tahun cucu dari Putra sekaligus putri semata wayang Narra "


" Putri Mas Reynand ? "


" Bukan sayang . Seperti aku , kakakku sudah tergila gila denganmu ! Dia tak pernah sekalipun menyentuh Narra , dan Cherry ada di kandungan Narra bahkan sebelum mereka menikah . Cherry bukan putri kak.Reynand . Gadis kecil itu sendirian kini karena menurut kabar Narra sedang ada di Paris untuk meraih mimpinya di dunia modelling . Dan kau tahu jika Putra sedang ada di pihak yang berwajib karena kasus kemarin "


Aira terlihat mengangguk pelan , Bumi sengaja tidak menceritakan hal sebenarnya tentang Narra untuk mempersingkat ceritanya . Dia juga berpikir tidak akan membuat Aira khawatir dengan menceritakan kegilaan Terra .


" Jika kau mengijinkan aku akan membawa Cherry ke kediaman Adipraja , rumah kita ! Kasihan jika dia hanya hidup bersama dengan maid di mansionnya "


" Tentu saja ... tentu saja aku mengijinkan . Aku senang jika Janu punya teman lagi , rumah pasti akan bertambah ramai "


Sebenarnya ada banyak.hal yang ingin Air tanyakan , tapi saat ini sepertinya bukan waktu yang tepat .


" Terimakasih ... dia hanya sementara tinggal bersama kita sebelum Narra kembali ke lndonesia "


" He em ... Mas mandi dulu gih ! Tadi pagi pagi benar Dewa kesini nganter baju ganti buat kita . Katanya sekalian mau ke kampus , ada kuliah pagi katanya "


" Ya sudah Mas mandi dulu ya .... Mas juga udah gerah banget , deket deket sama kamu bikin Mas panas "


" ltu sih kamunya aja yang mesum "


Bumi terkekeh dan segera pergi untuk membersihkan dirinya . Dia lega Aira tidak keberatan dengan keberadaan Cherry nantinya .


Tapi ada sedikit kegundahan di hatinya karena ia belum membicarakan ini dengan mamanya , Bumi tahu benar dari awal Rita tidak menyukai Narra ataupun putrinya . Karena gadis kecil itu mengingatkan kedua orang tua mereka pada kesalahannya yang sudah memaksa kakaknya untuk menikahi Narra !


~ Hari ini luar biasa banget .. proses review nya lamaaaaa bingits ❤️❤️❤️ tapi nikmati saja , itung itung emak nyambi nyuci sama masak dulu . Terus dukung emakkk yaa lope buat sayang sayangkuuuhh semua 😘😘😘~