
" Apa jadwalku hari ini ?? " tanya Bumi yang pagi itu sudah mulai datang ke perusahaannya seperti biasa .
" Tuh ... "
Adam menunjuk pada tumpukan berkas di depannya . Dia memang bisa menghandle semua urusan perusahaan tapi untuk tanda tangan berkas hanya Bumi dan Alfian yang bisa melakukannya .
" Ckk .. banyak banget sih ! Masa iya pertama masuk langsung lembur sih "
" Belom puas ngelonin bini seminggu hahh ! "
" Pala elo peyang !! "
Seminggu ini memang Bumi fokus pada putranya , ia juga tak mungkin nekat menyentuh sang istri yang sudah pasti lelah karena merawat putra mereka .
Setelah pulang dari rumah sakit pun dia tetap memberi kesempatan pada Air untuk banyak beristirahat . Ada ' si kecil ' yang harus ia jaga dalam.perut istrinya .
Adam tetap berada di ruangan itu karena sambil meneliti berkas Bumi juga menanyakan beberapa hal menyangkut perusahaan yang mungkin ia lewatkan beberapa hari ini .
TOKK ... TOKKK
" Pak ada tamu , ada ... " Bertha berhenti berbicara ketika ada seorang laki laki menyerobot masuk keruangan CEO nya .
" Udahh dia juga tahu gue bakal kesini .. " seseorang menyerobot masuk dengan di ikuti seorang gadis manis yang tampak masih sangat muda .
CUITT ... CUUIITT
Adam bersiul melihat gadis cantik di depannya . Gadis belia itu terlihat sangat malu malu .
" Tumben dapat yang orisinil , biasanya elo bawa barang rijek " sindir Adam yang langsung mendapat tatapan tajam dari pria yang baru saja datang itu .
" Gue nggak nyari elo , tuh bac*t nggak usah ikut ngomong !! " sengit Jerry , ia tidak suka dengan tatapan kagum dari Adam pada gadis di sampingnya .
Tapi ia belum punya hak untuk melarang tatapan seperti itu karena antara dia dan Nayya belum ada hubungan apapun .
Bumi menghentikan kegiatannya , ia tahu gadis yang di bawa Jerry adalah calon baby sitter dari Cherry . Dari kesan pertama melihatnya ia yakin gadis itu mampu merawat dan sekaligus menjadi teman untuk Cherry .
" Dia wanita yang kemarin aku bicarakan , dia yang akan merawat Cherry " kata Jerry kepada Bumi yang sudah duduk di sofa single yang ada di sampingnya .
" Perkenalkan dirimu .. " Jerry meminta gadis disampingnya untuk memperkenalkan diri pada Bumi .
" Saya Nayya , umur saya sembilan belas tahun . Saya lulusan sekolah menengah atas "
" Kau bisa merawat seorang anak !? "
" Dulu saya sudah biasa merawat adik saya "
" Ok mulai sekarang kau akan tinggal bersamanya . Jangan khawatir , dia tidak akan berani mengganggumu ! Kurasa pria disampingmu cukup pintar untuk mendengar kata kataku kemarin "
" Setan di otak elo terlalu banyak , siapa tahu elo tiba tiba khilaf " sahut Adam yang sudah tahu alur pembicaraan antara Bumi dan Jerry .
Sementara itu Nayya masih saja menundukkan kepalanya . Entah kenapa dia menjadi membeku ketika pria bernama Bumi tadi sekilas melihatnya . Aura pria itu terasa sangat dingin hingga mampu membuat seluruh tubuhnya sulit untuk di gerakkan .
" Sepertinya urusanku sudah selesai di sini , Nayya sepertinya juga ketakutan melihat kalian berdua " Jerry bangkit dengan menarik lembut tangan mungil Nayya .
" Saya pamit dulu , terima kasih sudah memberi saya kesempatan untuk bekerja "
Bumi hanya mengangguk tanpa sedikitpun melihatnya , pria itu tampaknya sedang berkirim pesan dengan seseorang melalui ponselnya .
Adam menatap malas Bumi , ia sangat hafal jika sudah berkirim pesan seperti itu ujung ujungnya pasti ijin untuk pulang . Dan alasannya selalu sama , istrinya sedang membutuhkannya .
Padahal ia tahu betul pasti Bumi sendirilah yang selalu merindukan istrinya . Adam sering tak habis pikir bisa sebucin itu Bumi pada istrinya , padahal dulu pria itu teramat sangat membenci janda dari kakaknya itu .
Jangankan merindukannya , Bumi bahkan jijik untuk menyebut nama sang istri .
" Nggak seperti yang ada di pikiran elo !! Gue tetep mau menyelesaikan itu semua " tunjuk Bumi pada berkas yang masih menumpuk itu .
" Bini gue cuma nanyain baby sitter itu , nanti sore dia minta ke rumah Jerry untuk bertemu gadis tadi sekaligus berkenalan dengan Cherry " sambungnya .
" Beruntung elo punya bini berhati malaikat kaya dia . Walaupun tahu Cherry putri dari Narra ia tetap menyambutnya dengan tangan terbuka . Untung waktu itu pas elo lagi benci bencinya sama dia ! Gue nggak jadi maju buat rebut dia , kalau enggak pasti elo udah nangis darah sekarang "
" Brengs*k !!! Keluar elo ... sebelum gue bener bener lempar elo keluar jendela " Bumi selalu sakit jika teringat kebodohannya dulu .
" lyaaaa ... maaf , sensi banget sih . Gue kan cuma ngingetin agar elo selalu bersyukur dapet bini yang cantik plus baiknya nggak ketulungan kaya dia "
*
Sementara itu Jerry yang sedang berjalan menuju basement gedung melihat heran pada gadis yang berjalan disampingnya .
" Kamu kenapa dari tadi diam Nay !? "
" Pria yang tadi atasan Kak Jerry ?? "
" Bisa di bilang begitu sih , kenapa memangnya ? "
" Kok nyeremin banget ya ! Nggak ada senyum senyumnya sama sekali . Yang jadi istrinya sepertinya akan ketakutan deh !! Dingin banget gitu "
" Haishhh ... "
Sepertinya menceritakan kebucinan sahabatnya pun percuma . Tidak akan ada yang percaya bahwa pria sedingin dan searogan Bumi akan tunduk di bawah kaki istrinya .
Jerry bahkan selalu berbicara pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menjadi bodoh seperti singa gunung itu . Sampai kapan pun dia tidak akan tunduk pada seorang wanita . Karena dialah yang akan menakhlukkan wanita di bawah kakinya !