Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
156


" Apa jadwalku hari ini ?? " tanya Bumi yang pagi itu sudah mulai datang ke perusahaannya seperti biasa .


" Tuh ... "


Adam menunjuk pada tumpukan berkas di depannya . Dia memang bisa menghandle semua urusan perusahaan tapi untuk tanda tangan berkas hanya Bumi dan Alfian yang bisa melakukannya .


" Ckk .. banyak banget sih ! Masa iya pertama masuk langsung lembur sih "


" Belom puas ngelonin bini seminggu hahh ! "


" Pala elo peyang !! "


Seminggu ini memang Bumi fokus pada putranya , ia juga tak mungkin nekat menyentuh sang istri yang sudah pasti lelah karena merawat putra mereka .


Setelah pulang dari rumah sakit pun dia tetap memberi kesempatan pada Air untuk banyak beristirahat . Ada ' si kecil ' yang harus ia jaga dalam.perut istrinya .


Adam tetap berada di ruangan itu karena sambil meneliti berkas Bumi juga menanyakan beberapa hal menyangkut perusahaan yang mungkin ia lewatkan beberapa hari ini .


TOKK ... TOKKK


" Pak ada tamu , ada ... " Bertha berhenti berbicara ketika ada seorang laki laki menyerobot masuk keruangan CEO nya .


" Udahh dia juga tahu gue bakal kesini .. " seseorang menyerobot masuk dengan di ikuti seorang gadis manis yang tampak masih sangat muda .


CUITT ... CUUIITT


Adam bersiul melihat gadis cantik di depannya . Gadis belia itu terlihat sangat malu malu .


" Tumben dapat yang orisinil , biasanya elo bawa barang rijek " sindir Adam yang langsung mendapat tatapan tajam dari pria yang baru saja datang itu .


" Gue nggak nyari elo , tuh bac*t nggak usah ikut ngomong !! " sengit Jerry , ia tidak suka dengan tatapan kagum dari Adam pada gadis di sampingnya .


Tapi ia belum punya hak untuk melarang tatapan seperti itu karena antara dia dan Nayya belum ada hubungan apapun .


Bumi menghentikan kegiatannya , ia tahu gadis yang di bawa Jerry adalah calon baby sitter dari Cherry . Dari kesan pertama melihatnya ia yakin gadis itu mampu merawat dan sekaligus menjadi teman untuk Cherry .


" Dia wanita yang kemarin aku bicarakan , dia yang akan merawat Cherry " kata Jerry kepada Bumi yang sudah duduk di sofa single yang ada di sampingnya .


" Perkenalkan dirimu .. " Jerry meminta gadis disampingnya untuk memperkenalkan diri pada Bumi .


" Saya Nayya , umur saya sembilan belas tahun . Saya lulusan sekolah menengah atas "


" Kau bisa merawat seorang anak !? "


" Dulu saya sudah biasa merawat adik saya "


" Ok mulai sekarang kau akan tinggal bersamanya . Jangan khawatir , dia tidak akan berani mengganggumu ! Kurasa pria disampingmu cukup pintar untuk mendengar kata kataku kemarin "


" Setan di otak elo terlalu banyak , siapa tahu elo tiba tiba khilaf " sahut Adam yang sudah tahu alur pembicaraan antara Bumi dan Jerry .


Sementara itu Nayya masih saja menundukkan kepalanya . Entah kenapa dia menjadi membeku ketika pria bernama Bumi tadi sekilas melihatnya . Aura pria itu terasa sangat dingin hingga mampu membuat seluruh tubuhnya sulit untuk di gerakkan .


" Sepertinya urusanku sudah selesai di sini , Nayya sepertinya juga ketakutan melihat kalian berdua " Jerry bangkit dengan menarik lembut tangan mungil Nayya .


" Saya pamit dulu , terima kasih sudah memberi saya kesempatan untuk bekerja "


Bumi hanya mengangguk tanpa sedikitpun melihatnya , pria itu tampaknya sedang berkirim pesan dengan seseorang melalui ponselnya .


Adam menatap malas Bumi , ia sangat hafal jika sudah berkirim pesan seperti itu ujung ujungnya pasti ijin untuk pulang . Dan alasannya selalu sama , istrinya sedang membutuhkannya .


Padahal ia tahu betul pasti Bumi sendirilah yang selalu merindukan istrinya . Adam sering tak habis pikir bisa sebucin itu Bumi pada istrinya , padahal dulu pria itu teramat sangat membenci janda dari kakaknya itu .


Jangankan merindukannya , Bumi bahkan jijik untuk menyebut nama sang istri .


" Nggak seperti yang ada di pikiran elo !! Gue tetep mau menyelesaikan itu semua " tunjuk Bumi pada berkas yang masih menumpuk itu .


" Bini gue cuma nanyain baby sitter itu , nanti sore dia minta ke rumah Jerry untuk bertemu gadis tadi sekaligus berkenalan dengan Cherry " sambungnya .


" Beruntung elo punya bini berhati malaikat kaya dia . Walaupun tahu Cherry putri dari Narra ia tetap menyambutnya dengan tangan terbuka . Untung waktu itu pas elo lagi benci bencinya sama dia ! Gue nggak jadi maju buat rebut dia , kalau enggak pasti elo udah nangis darah sekarang "


" Brengs*k !!! Keluar elo ... sebelum gue bener bener lempar elo keluar jendela " Bumi selalu sakit jika teringat kebodohannya dulu .


" lyaaaa ... maaf , sensi banget sih . Gue kan cuma ngingetin agar elo selalu bersyukur dapet bini yang cantik plus baiknya nggak ketulungan kaya dia "


*


Sementara itu Jerry yang sedang berjalan menuju basement gedung melihat heran pada gadis yang berjalan disampingnya .


" Kamu kenapa dari tadi diam Nay !? "


" Pria yang tadi atasan Kak Jerry ?? "


" Bisa di bilang begitu sih , kenapa memangnya ? "


" Kok nyeremin banget ya ! Nggak ada senyum senyumnya sama sekali . Yang jadi istrinya sepertinya akan ketakutan deh !! Dingin banget gitu "


" Haishhh ... "


Sepertinya menceritakan kebucinan sahabatnya pun percuma . Tidak akan ada yang percaya bahwa pria sedingin dan searogan Bumi akan tunduk di bawah kaki istrinya .


Jerry bahkan selalu berbicara pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menjadi bodoh seperti singa gunung itu . Sampai kapan pun dia tidak akan tunduk pada seorang wanita . Karena dialah yang akan menakhlukkan wanita di bawah kakinya !