
Bumi dan Air bahagia ketika Janu sudah diperbolehkan untuk pulang , sepertinya kondisi bayi gembul itu sudah benar benar pulih .
Tapi dokter tetap menyarankan agar Janu tetap kontrol tiga hari sekali dalam kurun waktu dua minggu ini agar dokter bisa memastikan bahwa kondisinya sudah benar benar sembuh .
" Sayang ... "
" Ya Mas !? " Air menghampiri suaminya yang sedang berada di walk in closet kamar mereka .
Air melihat Bumi yang sedang memilih koleksi jam tangannya untuk dipakai , dari penampilannya sepertinya sang suami ingin keluar sore ini .
" Mas ingin keluar sebentar ke apartemen Jerry , Mas ingin jemput Cherry di sana " selesai memakai jamnya Bumi menghampiri sang istri dan memeluknya . Dia sudah terlalu candu dengan aroma tubuh istrinya .
" Tapi Mas sudah bicara dengan Mama kan ? "
" Kami sudah membahasnya , Mama memang tidak suka ! Tapi dia tetap mengijinkan . Biar bagaimanapun Cherry masih terlalu kecil untuk hidup sendiri "
" Ya sudah Mas hati hati di jalan ya "
" lya sayang "
Bumi segera pergi ke apartemen milik Jerry , sore ini dia memang sudah berjanji untuk menjemput Cherry .
Bumi yang sudah tahu password pintu apartemen Jerry langsung membukanya . Dia melihat Jerry dan Cherry sedang tiduran di karpet ruang tengah sambil menonton televisi . Kadang terdengar suara tawa mereka ketika melihat kartun yang mereka lihat terasa sangat lucu .
" Hai ... boleh Om bergabung !? "
" Om Bumiiiii ...... !!! "
Cherry bangkit dan langsung berlari ke arah sosok yang sudah sangat ia rindukan . Sepertinya sudah sangat lama ia tidak bertemu dengan pria yang sedang memeluknya kini .
Bumi menyambut dan memeluk tubuh kecil itu . Dia mencium puncak kepala gadis kecil yang masih memeluknya dengan erat itu .
" Cherry sama Om Jerry lagi nonton apa ? Om boleh ikut nonton ? "
" Boleh dong .. Celli nonton Maluko Chan sama Papa Jelli "
Bumi langsung menatap tajam sahabatnya ketika mendengar kata kata gadis itu . Tatapan matanya seakan meminta penjelasan kenapa gadis kecil itu bisa memanggilnya Papa .
" Lhahh dia yang manggil gue kaya gitu kenapa elo yang melotot sama gue !!? Apa salah gue !? " Jerry mencoba membela diri .
Jerry tidak menyangka otak gadis kecil itu malah merekam ketika dia berpura pura jadi seorang papa tempo hari . Waktu itu ia hanya ingin menolong gadis itu . Dan bodohnya ia lupa untuk menanyakan nama gadis itu .
Gara gara kejadian tempo hari sekarang Cherry terbiasa memanggilnya dengan sebutan ' Papa '. Dan anehnya ia sama sekali tidak keberatan dengan hal itu .
" Cherry sayang kan sama Om Bumi ? "
" Sayang .. "
" Sekarang Cherry ikut Om ya , kita tinggal di rumah Opa Alfian "
Bumi terkejut ketika gadis itu menggelengkan kepalanya . Cherry beralih memeluk Jerry yang duduk di belakangnya .
Bumi menghela nafasnya , dia tidak menyangka dengan waktu sesingkat ini Cherry bisa begitu dekat dengan Jerry . Akhirnya ia memberi isyarat pada Jerry untuk bicara .
" Cherry nonton Maruko di sini dulu ya , Papa mau bicara sama Om Bumi dulu sebentar "
Cherry mengangguk dan meneruskan kegiatannya untuk menonton kartun . Sedang Bumi dan Jerry berbicara di ruang tamu .
" Jelaskan sekarang !! "
" Ya memang apa yang mesti gue jelasin ?? Sumpah gue nggak pernah nyuruh nyuruh dia buat panggil papa ke gue . Lagian apa gunanya , gue yang rugi kali ... masih bujang sudah dianggap punya anak . Mati pasaran gue sebagai casanova terganteng sejagat raya "
" Tapi gue nggak yakin elo mampu asuh dia , gue nggak mau penyakit brengs*k elo nular ke dia "
" Ckk .. gue masih punya otak B !! Gue nggak bakal cemari dia sama hal hal negatif "
" Elo nggak keberatan Cherry tinggal disini ? "
" Enggaklah ... "
" Ok elo boleh asuh dia tapi dengan dua syarat "
Dahi Jerry berkerut ia berpikir pasti singa gunung itu akan memberinya syarat yang tak masuk akal agar Cherry tidak tinggal dengannya .
" Apa syaratnya ?! "
" Pertama , jangan berani beraninya elo membawa wanita ke sini . Gue tau isi otak elo kalau ketemu bodi montok "
" Kaya sendirinya enggak , elo pasti hajar istri elo tiap hari kan "
" Beda cerita !! Dia udah halal buat gue . Sanggup nggak !?? "
" lyaaaa ... sanggup gue "
" Yang kedua gue mau Cherry ada baby sitter untuk menjaganya . Baby sitter bisa menjaganya siang dan malam karena gue tahu elo siangnya pasti sibuk di show room dan bengkel . Biar istri gue nanti yang nyari baby sitternya "
Otak Jerry tiba tiba teringat gadis manis yang kemarin siang bertemu di stand es krim . Sepertinya dia mempunyai ide yang bagus mengenai gadis itu .
Dan Bumi tahu pasti isi pikiran Jerry ketika ia berbicara tentang seorang baby sitter . Casanova itu pasti sedang merencanakan hal yang tidak baik .
" Kalau gue tahu elo sentuh baby sitter itu , gue bakal cabut semua saham gue . Gue pastiin elo miskin seketika , dan gue nggak bakal peduli jika elo harus hidup di jalan !!! Elo boleh gila dengan semua wanita di luar sana , tetapi tidak dengan baby sitter nya Cherry "
" Apa sih B negatif thingking aja !! Nggak usah ngerepotin istri elo kalau soal baby sitter . Gue udah punya calonnya , Cherry juga udah kenal kok "
" Ok , tapi sebelum bekerja gue mau ketemu dia dulu . Gue mau lihat orang seperti apa yang kau minta untuk mengasuh Cherry "
" Ok ... lusa gue bawa dia ke kantor elo ! Untuk sementara biar asisten rumah tangga gue yang menemani Cherry saat gue sedang bekerja "
" Gue tunggu !! "