Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
153


Bumi dan Air bahagia ketika Janu sudah diperbolehkan untuk pulang , sepertinya kondisi bayi gembul itu sudah benar benar pulih .


Tapi dokter tetap menyarankan agar Janu tetap kontrol tiga hari sekali dalam kurun waktu dua minggu ini agar dokter bisa memastikan bahwa kondisinya sudah benar benar sembuh .


" Sayang ... "


" Ya Mas !? " Air menghampiri suaminya yang sedang berada di walk in closet kamar mereka .


Air melihat Bumi yang sedang memilih koleksi jam tangannya untuk dipakai , dari penampilannya sepertinya sang suami ingin keluar sore ini .


" Mas ingin keluar sebentar ke apartemen Jerry , Mas ingin jemput Cherry di sana " selesai memakai jamnya Bumi menghampiri sang istri dan memeluknya . Dia sudah terlalu candu dengan aroma tubuh istrinya .


" Tapi Mas sudah bicara dengan Mama kan ? "


" Kami sudah membahasnya , Mama memang tidak suka ! Tapi dia tetap mengijinkan . Biar bagaimanapun Cherry masih terlalu kecil untuk hidup sendiri "


" Ya sudah Mas hati hati di jalan ya "


" lya sayang "


Bumi segera pergi ke apartemen milik Jerry , sore ini dia memang sudah berjanji untuk menjemput Cherry .


Bumi yang sudah tahu password pintu apartemen Jerry langsung membukanya . Dia melihat Jerry dan Cherry sedang tiduran di karpet ruang tengah sambil menonton televisi . Kadang terdengar suara tawa mereka ketika melihat kartun yang mereka lihat terasa sangat lucu .


" Hai ... boleh Om bergabung !? "


" Om Bumiiiii ...... !!! "


Cherry bangkit dan langsung berlari ke arah sosok yang sudah sangat ia rindukan . Sepertinya sudah sangat lama ia tidak bertemu dengan pria yang sedang memeluknya kini .


Bumi menyambut dan memeluk tubuh kecil itu . Dia mencium puncak kepala gadis kecil yang masih memeluknya dengan erat itu .


" Cherry sama Om Jerry lagi nonton apa ? Om boleh ikut nonton ? "


" Boleh dong .. Celli nonton Maluko Chan sama Papa Jelli "


Bumi langsung menatap tajam sahabatnya ketika mendengar kata kata gadis itu . Tatapan matanya seakan meminta penjelasan kenapa gadis kecil itu bisa memanggilnya Papa .


" Lhahh dia yang manggil gue kaya gitu kenapa elo yang melotot sama gue !!? Apa salah gue !? " Jerry mencoba membela diri .


Jerry tidak menyangka otak gadis kecil itu malah merekam ketika dia berpura pura jadi seorang papa tempo hari . Waktu itu ia hanya ingin menolong gadis itu . Dan bodohnya ia lupa untuk menanyakan nama gadis itu .


Gara gara kejadian tempo hari sekarang Cherry terbiasa memanggilnya dengan sebutan ' Papa '. Dan anehnya ia sama sekali tidak keberatan dengan hal itu .


" Cherry sayang kan sama Om Bumi ? "


" Sayang .. "


" Sekarang Cherry ikut Om ya , kita tinggal di rumah Opa Alfian "


Bumi terkejut ketika gadis itu menggelengkan kepalanya . Cherry beralih memeluk Jerry yang duduk di belakangnya .


Bumi menghela nafasnya , dia tidak menyangka dengan waktu sesingkat ini Cherry bisa begitu dekat dengan Jerry . Akhirnya ia memberi isyarat pada Jerry untuk bicara .


" Cherry nonton Maruko di sini dulu ya , Papa mau bicara sama Om Bumi dulu sebentar "


Cherry mengangguk dan meneruskan kegiatannya untuk menonton kartun . Sedang Bumi dan Jerry berbicara di ruang tamu .


" Jelaskan sekarang !! "


" Ya memang apa yang mesti gue jelasin ?? Sumpah gue nggak pernah nyuruh nyuruh dia buat panggil papa ke gue . Lagian apa gunanya , gue yang rugi kali ... masih bujang sudah dianggap punya anak . Mati pasaran gue sebagai casanova terganteng sejagat raya "


" Tapi gue nggak yakin elo mampu asuh dia , gue nggak mau penyakit brengs*k elo nular ke dia "


" Ckk .. gue masih punya otak B !! Gue nggak bakal cemari dia sama hal hal negatif "


" Elo nggak keberatan Cherry tinggal disini ? "


" Enggaklah ... "


" Ok elo boleh asuh dia tapi dengan dua syarat "


Dahi Jerry berkerut ia berpikir pasti singa gunung itu akan memberinya syarat yang tak masuk akal agar Cherry tidak tinggal dengannya .


" Apa syaratnya ?! "


" Pertama , jangan berani beraninya elo membawa wanita ke sini . Gue tau isi otak elo kalau ketemu bodi montok "


" Kaya sendirinya enggak , elo pasti hajar istri elo tiap hari kan "


" Beda cerita !! Dia udah halal buat gue . Sanggup nggak !?? "


" lyaaaa ... sanggup gue "


" Yang kedua gue mau Cherry ada baby sitter untuk menjaganya . Baby sitter bisa menjaganya siang dan malam karena gue tahu elo siangnya pasti sibuk di show room dan bengkel . Biar istri gue nanti yang nyari baby sitternya "


Otak Jerry tiba tiba teringat gadis manis yang kemarin siang bertemu di stand es krim . Sepertinya dia mempunyai ide yang bagus mengenai gadis itu .


Dan Bumi tahu pasti isi pikiran Jerry ketika ia berbicara tentang seorang baby sitter . Casanova itu pasti sedang merencanakan hal yang tidak baik .


" Kalau gue tahu elo sentuh baby sitter itu , gue bakal cabut semua saham gue . Gue pastiin elo miskin seketika , dan gue nggak bakal peduli jika elo harus hidup di jalan !!! Elo boleh gila dengan semua wanita di luar sana , tetapi tidak dengan baby sitter nya Cherry "


" Apa sih B negatif thingking aja !! Nggak usah ngerepotin istri elo kalau soal baby sitter . Gue udah punya calonnya , Cherry juga udah kenal kok "


" Ok , tapi sebelum bekerja gue mau ketemu dia dulu . Gue mau lihat orang seperti apa yang kau minta untuk mengasuh Cherry "


" Ok ... lusa gue bawa dia ke kantor elo ! Untuk sementara biar asisten rumah tangga gue yang menemani Cherry saat gue sedang bekerja "


" Gue tunggu !! "