
Suasana pernikahan yang bertema garden party itu terasa sangat hangat dan bahagia . Adam juga meminta WO untuk menyediakan tempat permainan untuk anak . Karena walau dia tidak mengundang orang luar , dia mendatangkan seratus anak panti asuhan untuk meramaikan hari pernikahannya .
Cherry , Gema , Janu dan Langit terlihat sangat antusias karena banyak teman yang menemani mereka bermain . Dua pengantin yang sudah sah menjadi suami istri pun terus saja tersenyum bahagia .
" Hai ... kenapa masih saja berdiri berjauhan !? Kalian sudah jadi suami istri !! " goda Air pada pasangan pengantin itu .
" Jangan bilang kalau kau sudah berjanji untuk tidak menyentuhnya malam ini !! " timpal Bumi yang terus terusan memeluk posesif sang istri sepanjang acara berlangsung .
" Memang kenapa kalau aku berjanji tidak menyentuhnya !!!? "
" Mass !! " pekik Diva dengan dua tangan yang langsung membungkam mulut suaminya .
Wajahnya merah padam karena jawaban itu di dengar oleh seluruh keluarga tanpa terkecuali . Dan ekspresi datar sang suami terasa begitu menyebalkan untuknya .
" Hati hati saja pada muka datar itu , mukanya saja yang cuek tapi sebenarnya dia adalah predator sejati " Jerry yang sedang disuapi puding istrinya ikut saja menimpali .
" Diam kau bayi besar !! " sahut Adam.sinis , tapi muka itu tiba tiba saja tersenyum hangat ketika Gema dan Janu mendekat ke arah mereka .
Adam langsung menggendong dan menciumi pipi gembul Janu yang tadinya di gendong oleh Gema .
" Hei anak pintar ... senang main sama kakak Gema ? "
Balita berumur tiga tahun itu mengangguk senang dan ingin diturunkan . Ternyata Janu ingin kembali di gendong oleh Gema .
" Badanmu terlalu bulat sayang , kasihan jika kakak Gema harus terus menggendongmu " kata Bumi sambil mengangkat putra pertamanya .
" Tidak apa apa Om , Gema suka bermain bersama Janu . Dia lucu ! "
Akhirnya Janu turun dan kembali bermain bersama Gema , mereka kembali bersama anak anak yatim yang ada di arena bermain .
Diva mengangguk ketika Air mengajaknya untuk mendekati Rita dan Alfian yang duduk santai dengan kebahagiaan melihat anak cucu mereka .
Dan tinggallah empat pria Adipraja yang terlihat sedang berbicara .
" Tinggal kamu Wa " Bumi menunjuk Dewa yang dengan santainya menikmati sepiring kecil buah ditangannya .
" Kenapa Mas !? "
" Kami semua sudah menikah , sekarang tinggal gikiranmu ! "
" Aku masih muda Mas , dan kalian sudah tua jadi sudah seharusnya kalian menikah "
" Kalian tahu ? Sekali aku berteriak minta tolong maka kalian bersiap siaplah untuk tidur di luar malam ini . Aku adalah kesayangan mereka tuan tuan " tunjuk Adam pada para wanita Adipraja yang sedang berkumpul tak jauh dari mereka .
Bumi mendengus dan terpaksa melepas bungsu mereka . Dia tahu sang istri tak akan membiarkan adiknya terluka walau seujung kuku pun . ltulah sebabnya selama ini ia meminta Adam untuk menjaganya dengan ketat .
" Kalian tenang saja , tak lama lagi juga aku akan menyusul "
" Kau mau kemana ? " tanya Jerry yang kemudian mendapat pukulan di lengannya oleh pengantin pria .
" Otak kambing !! Tentu saja menyusul kita untuk menikah !! "
" Memang kau sudah mendapat gadis incaranmu ?? " tanya Jerry antusias .
" Belum .. lhohh ehh ... "
Bungsu itu kembali dipiting oleh ketiga seniornya yang gemas mendengar jawaban yang baru saja ia lontarkan .
" Anak bodoh !! Jika belum mendapat gadis yang kau incar terus kau mau menikah dengan siapa !?? " ingin sekali Bumi menjitak kepala adiknya bungsunya itu .
" Heii ... aku hanya ingin meniru kalian !! Kalian kan tidak pernah mengincar wanita , tidak ada pacaran atau semacamnya ! Kecuali Kak Jerry . Aku akan langsung menikahi wanita jika aku merasa sudah bertemu wanita yang bisa menjadi istriku "
" Tidak sesederhana itu bodoh !!! " gerutu Bumi .
Dia memang menikahi istrinya tanpa proses pendekatan terlebih dahulu . Tapi berakibat fatal karena ada kesalah pahaman yang diakibatkan mereka tak mengenal pribadi satu sama lain .
" Tapi memang sesederhana itu yang kulihat " kilah Dewa .
" Jasmine ??! " tanya Adam karena yang dia tahu hanya itu wanita yang dikenal oleh Dewa .
Ketiga orang itu sangat mengenal Dewa yang memang jauh dari makhluk bernama perempuan . Walau tak dipungkiri kharismanya sering di gulai oleh para perempuan di luar sana , tapi Dewa adalah Dewa .
Dia tetap akan selalu berlaku sopan dan hormat pada semua wanita seperti ia memperlakukan dua wanita dalam hidupnya , yaitu ibu dan kakaknya .
" Masa iya aku merid sama dia , makan ati "
~ Babang Dewa lewat yaa ... kok kurang macho makk ?? Ya karena bungsunya Adipraja memang yang paling imut 😘😘 ... Ada yang nunggu MP nya Adam Diva nggak ?? Kalau iya berarti kita sama 😄😄 ~