
Malam itu Jerry sengaja pergi ke klub tempat dia pertama kali mendengar gadisnya di fitnah . Dia ingin menyelesaikan sesuatu dengan pria bernama Revan sebelum polisi menjemput pria itu .
Adam menggunakan rekaman percakapannya saat di restoran sebagai barang bukti bahwa Revan adalah otak dari peristiwa tabrak lari Seno , adik Nayya .
Jerry akui Adam selalu bisa berpikir matang dan terencana .Walau sering berkata pedas tapi pria itu sangat bisa di andalkan untuk hal apapun .
Jerry menghampiri wanita yang sudah di bayar Revan sekaligus di bayar Adam.unyuk berkhianat , dia merasa wanita itu tahu di mana keberadaan pria itu .
" Antar aku padanya , atau kau akan ikut aku seret ke polisi karena sudah ikut skenario jahat Revan "
Dan ancamannya berhasil , wanita itu kemudian mengantarkannya ke suatu tempat di mana Revan berada . Pria itu ternyata ada di sebuah apartemen pinggir kota .
BRAKKKK ...
Jerry mendobrak pintu apartemen milik Revan , dan dia mendapati pria itu sedang ada di bawah kendali seorang wanita dengan tubuh polos di atasnya . Mereka sedang bercinta di atas sofa .
Tanpa memakai bajunya terlebih dulu wanita dengan tubuh polos itu berlari menyingkir . Mungkin wajah murka Jerry membuatnya ketakutan .
" Bajing*n !!! "
" Wohoooo ... kau ingin bergabung denganku tuan Jerry . Kita pesta malam ini ! Aku punya banyak wanita , sama sepertimu .... "
Pria yang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang itu menghampiri tamu tak diundang yang datang kerumahnya .
" Sekarang kita sama sama tidak bisa memilikinya ... Tapi kau kalah karena aku pernah memilikinya , kau dengar itu tuan Jerry !? Aku pernah memilikinya !! "
BUGGHHH ...
" Diam !!! Kubunuh kau !!! "
Jerry memukul lawannya dengan membabi buta , dan Revan melakukan perlawanan yang tidak begitu berarti . Wajah pria itu sudah bersimbah darah dengan lebam di sekujur tubuhnya .
Jerry berhenti ketika ponselnya terdengar berbunyi . Dengan malas ia mengangkatnya ...
" Pulang sekarang !!! Jangan buat ulah lagi , dua jam lagi polisi akan menggerebek tempat itu .... "
Jerry mendengar Bumi berteriak marah padanya . Ternyata sahabatnya itu sedang mengawasi dirinya .
" Gue nggak akan pergi sebelum gue bunuh dia "
" Terserah !! Dan elo akan menghabiskan sisa hidup elo dengan melihat Nayya bahagia dengan pria lain "
Jerry menghampiri tubuh yang sudah terkulai di lantai itu .
" Sekali lagi gue denger elo ganggu Nayya maka gue bakal bener bener bunuh elo !! "
Setelah itu dia pergi meninggalkan apartemen itu . Dia hampir putus asa karena dalam tiga hari ini orang yang dia minta untuk menyelidiki di mana rumah sakit tempat Seno di rawat sekarang belum juga membuahkan hasil .
Rumah sakit tempat Seno dirawat untuk pertama kali juga sangat menutup rapat informasi yang berkaitan dengan pasiennya . Tidak mungkin juga ia meminta tolong pada Bumi ataupun Adam karena kedua sahabatnya itu sangat marah dengan tindakannya yang sudah merendahkan calon istrinya sendiri .
" Kamu di mana sayang ... "
*
" Bagaimana keadaan adiknya Nayya !? "
" Sudah membaik setelah operasi , untung keadaannya tidak sekompleks yang kita kira . Seno hanya butuh satu kali operasi untuk memulihkan kondisinya "
" Syukurlah ... "
Bumi dan Adam sedang ada di restoran karena selesai meeting dengan salah satu klien mereka .
" Bini elo masih marah !? "
" Enggak sih , kemarin dia juga sempat nengok Nayya dan adiknya di rumah sakit ! Sesuai kata elo tadi , sepertinya Seno sudah membaik .Untung kecelakaan itu tidak terlalu parah . Elo masih sering berkunjung ke sana !? "
" Tiap malam gue ke sana , nggak tega rasanya kalau lihat dia sendirian . Capek banget pasti dia ! Yang gue heran Nayya nggak pernah punya rasa benci sama temen kita yang somplak itu . Tiap gue bicara soal Jerry dia menjawab dengan biasa biasa saja "
" Jangan salah sama yang namanya wanita , mereka makhluk penuh misteri . Elo lihat kan betapa kalemnya bini gue ??! Tapi elo juga sudah lihat kan murkanya Air kayak apa ? Dia bahkan bisa menyusun skenario sebagus ini buat ngumpetin Nayya . Bini gue kayanya belom puas kalo belom lihat Jerry nangis guling guling "
Adam dan Bumi tertawa bersama , Air ternyata mampu menjadi eksekutor yang sempurna untuk Casanova seperti Jerry .
" Andai saja eksekutornya Dewa gue jamin udah habis itu anak , elo aja yang cuma kena tiga pukulan bisa kejang kejang " kata Adam sambil tertawa .
" Ckk ... mana ada . Waktu itu gue cuma ngalah kalau enggak gue bakal dipecat jadi mantu sama mertua gue "
" Heran gue kenapa otak bucin kaya kalian malah jadi idiot ya jika itu menyangkut pasangan kalian !? Bisa bisanya kalian malah percaya pada orang lain daripada hati kalian "
" Nggak usah di bahas lagi !! Keluar gih ... sumpek ada elo di sini "
Adam tertawa , Bumi memang tidak pernah suka jika masa lalunya kembali di Ulil .