Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
122


Deniel segera turun setelah ia selesai berpakaian . Ia melihat gadisnya sedang menenteng satu mug minuman hangat sambil nonton di ruang tengah .


" Bikin apa Hon kok kayanya enak banget , kok nggak bikin dua sekalian sih " Deniel duduk di sebelah Val yang masih asyik menikmati minumannya .


" Kamu nggak bakal suka .. ini susu madu "


Val tahu benar Deniel sangat tidak suka susu , apalagi jika ditambah madu . Rasanya sangat aneh , itu menurut laki laki itu .


" Tumben kamu kesini malam malam gini "


" Kangen banget !! "


Deniel hanya terkekeh , gadisnya memang unik . Val selalu berkata blak blakan , selalu mengatakan apapun yang dirasakannya tanpa malu malu .


" Udah makan ? "


" Udah tadi "


" Sama siapa ?! "


" Sama Adam dan Jerry , harusnya sih sama Bumi juga tapi pas aku datang ke apartemennya dia sudah pulang . Cemburu ? " goda Val .


" Banget !! Kenapa tadi nggak telpon aku buat gabung ? Aku tidak pernah keberatan jika harus mengenal sahabat sahabat kamu "


" Ada yang kami bicarakan tadi "


" Tentang !? "


Vallery mencubit pelan pipi kekasihnya , dia gemas melihat wajah Deniel yang terlihat sangat penasaran . Tidak biasanya laki laki itu sangat ingin tahu tentang kegiatannya .


" lni tentang Bumi , tidak bisa aku katakan . Maaf tapi dia sahabatku "


" Aku mengerti honey , tapi berceritalah apapun padaku jika kau ingin berbagi sesuatu tentang hidupmu . Aku juga bisa menjadi sahabat yang baik untukmu "


Vallery meletakkan mug yang ia bawa ke atas meja . Setelah itu dia naik dan duduk di pangkuan kekasihnya . Dia berbisik lirih tepat ditelinga Deniel .


" l love you ... you are my everything "


" Honey turunlah , atau aku akan memakanmu sekarang juga "


" Eat me baby ... " tantang Val dengan senyum smirk .


Sudah sejauh ini pelan pelan Deniel sudah mampu mengontrol libidonya . Berkali kali ia menggodanya tapi kekasihnya mampu mengontrol nafsunya . Tak pernah berakhir di ranjang seberapapun panas ia menggoda .


" lm seriously honey , turunlah ... kali ini aku tidak yakin akan bisa menahannya "


Vallery malah mencium lembut bibirnya , Deniel tidak berdaya untuk tidak meresponnya . Bibir itu selalu manis untuknya , semakin lama mereka semakin bersemangat untuk saling memagut .


Saling menautkan lidah dengan hisapan hisapan yang membuat keduanya semakin tersengal . Tanpa Val sadar tangan Deniel sudah membuka satu demi satu kancing blousenya .


Dua tangan kekar itu sudah memanjakan dua bukit yang masih memakai penyangganya dengan remasan remasan lembut . Deniel mulai menelusuri belahan bukit itu dengan lidahnya .


Sesekali ia memberikan jejak kepemilikan pada sisi sisi bukit yang masih menggunakan penutupnya . Tapi pria itu tiba tiba terpaku , dan tangannya kembali mengancingkan blouse yang tadi sempat dia buka .


" Kau tidak menginginkanku sayang ? "


" Sangat ... aku sangat ingin kau mengerang di bawahku . Aku ingin mendengarmu berteriak memanggil namaku . Aku ingin kau memohon agar aku terus menyentuhmu ... " Deniel mendekap erat tubuh kekasihnya .


" Tapi saat aku sudah menikahimu , saat kau sudah benar benar menjadi milikku . Saat itu aku tak akan pernah berhenti walaupun kau sudah memohon padaku . Bersiaplah untuk itu !! "


Vallery membalas pelukan Deniel , sepertinya penyakit hyper sang kekasih memang sudah sembuh . Buktinya Deniel masih bisa menggunakan logikanya saat nafsunya sempat menguasainya tadi .


" Kapan kau menikahiku !? "


" Secepatnya , tentu saja setelah aku bertemu dengan orang tuamu "


" Besok aku off , kita temui Mama "


" Sepertinya kau sudah sangat tidak sabar untuk menjadi nyonya Brown honey " kata Deniel dengan mencium pipi kekasihnya dengan bertubi tubi .


" Ya ... aku sudah sangat ingin bercinta denganmu . Aku ingin bergerak diatasmu , kau tidak keberatan bukan jika aku yang berada di atas ?! "


Deniel terbahak mendengar penuturan yang ekstrim dari gadisnya . Sungguh , sepertinya dia memang sudah benar benar tergila gila dengan gadis itu .