
Dan di sebuah hotel mewah yang ada di kota Beijing dua manusia sedang merasa kelelahan . Mereka telah selesai mengadakan pesta pernikahan .
Pernikahan yang begitu cepat karena kedua orang tua pengantin laki laki mengharuskan mereka agar menikah secepatnya . Mereka tidak ingin dua manusia itu melewati batasnya sebelum ada ikatan tali pernikahan .
Barnett dan istrinya sangat bahagia ketika putra kedua mereka telah kembali , Deniel yang dulu sangat membenci mereka nyatanya sudah berangsur mau menerima kenyataan .
Deniel tidak mau lagi memperpanjang masalah ini dan terkungkung dalam rasa dendam , walau ia belum sepenuhnya setuju dengan tindakan Daddynya .
" Capek Hon !? "
Deniel mendekat pada wanita yang kini telah sah menjadi istrinya .. Vallery terlihat begitu cantik dengan balutan baju pengantinnya .
" Dee bantuin buka baju pengantinnya , gerah banget soalnya " Vallery terlihat kesulitan menurunkan resleting belakang gaun pengantinnya .
" Tentu saja , dengan senang hati "
Deniel kesulitan menelan salivanya ketika melihat tubuh putih itu terpampang di depannya . Gaun yang sudah terlepas itu hanya menyisakan satu penutup di area bawah istrinya .
" Udaahhh ... nggak usah di tahan tahan lagi , udah halal ini Dee " goda Vallery sambil membalikkan badannya ke arah sang suami . Dia menangkap dua bukit berukuran sedang itu dengan kedua tangannya .
Deniel terbahak , istrinya memang lain dari yang lain . Jika gadis lain akan malu malu di malam pengantinnya maka tidak dengan Vallery .
" Enggak takut memang !? "
" Ckk .. enggaklah , grogi dikit sih ! Tapi enak deh kayanya "
Dan jawaban frontal sang istri kembali membuat Deniel tertawa dan kali ini lebih keras dari sebelumnya . Dia memeluk hangat tubuh tanpa busana itu dan mencium kening istrinya lembut .
" l love you ... aku sangat mencintaimu honey , terimakasih sudah menerimaku apa adanya "
" Kau tampan , kaya raya dan aku rasa kau juga sangat pandai bermain di atas ranjang . Kurasa tidak ada ' apa adanya ' dalam dirimu . Kau yang terbaik untukku "
" Ya .. ya ... aku tahu . Aku tampan dan kaya raya Nyonya " sahut Deniel masih dengan tawanya .
" Apa kita akan bermain sekarang !? "
" Apapun permintaanmu Nyonya " jawab Deniel sambil membuka satu demi satu penutup tubuhnya hingga mereka kini sama sama hanya mengenakan satu penutup saja di tubuh mereka .
Vallery menegang melihat tubuh sempurna di depannya , walau sudah berkali kali menggoda Deniel ketika masih masa pacaran tapi ia belum pernah melihat tubuh Deniel seperti ini .
Apalagi ketika melirik bagian bawah yang kelihatannya memang berukuran besar itu , Vallery menjadi sedikit ngilu . lni yang pertama untuknya , dia berpikir pasti akan lebih sulit melakukannya .
Deniel tertawa geli melihat sang istri yang menggeleng gelengan kepalanya , otak mesum istrinya sepertinya sedang bekerja .
Val memekik kala tubuhnya dibopong oleh suaminya menuju kamar mandi .
" Dee !! "
" Kita mandi dulu , sepertinya kepalamu perlu di guyur agar dingin dan tidak berpikiran yang tidak tidak "
" Tapi kita memang akan melakukan hal yang tidak tidak Dee !! "
" Ha .. ha .. ha kau benar honey , aku tidak akan mau menahannya lagi kali ini "
" Tapi aku tidak mau bermain di kamar mandi , ini malam oertamaku ! Aku ingin di ranjang saja " pekik Val yang merasakan dua tangan kekar itu sudah menelusuri tubuhnya dan melepaskan satu satunya penutup tubuhnya .
" Dee ... eeuugghh " Val tak kuasa menahan suara suara indahnya ketika satu tangan sang suami bermain di bawah sana . Dan satu tangan lain sedang memilin pucuk bukit berwarna merah muda yang sudah mulai mengeras itu .
Punggungnya bersandar di dada suaminya dengan satu tangan meremas rambut Deniel yang sibuk memberi jejak pada area lehernya . Mereka bermain dibawah kucuran air .
" Dee ... "
Deniel mempercepat gerakan tangannya di bawah sana karena ia tahu Val akan sampai pada pelepasan pertamanya .
" Arrrgghhh ... " nafas Val terengah engah , dia masih merasakan miliknya berdenyut hebat akibat ulah nakal suaminya .
" Udah lega !? "
" He em ... Dee "
" Yes honey ??! "
" Lagi ... aku mau lagi "
Deniel tertawa , wanita yang ia nikahi memang sangat menggemaskan . Val tidak pernah sungkan untuk mengatakan isi hatinya .
" ltu hanya pemanasan sayang , sekarang kita akan langsung menuju permainan intinya . Bersiaplah !! Karena aku tidak akan pernah berhenti walau kau sudah memintanya " Deniel mengangkat tubuh polos Val menuju ranjangnya .
" Kita lihat saja Dee , siapa yang akan minta berhenti lebih dulu ... jika kau kalah aku akan merampok seluruh isi dompetmu "
" Ok .. deal "
Dan malam itu benar benar menjadi malam yang panas untuk mereka . Mereka menumpahkan semua rasa cinta yang mereka miliki . Berharap pernikahan ini akan menjadi awal yang indah untuk memulai semuanya .
~ Sampai hari ini ternyata masih lama banget proses reviewnya 😎😎 Semoga nggak kebalik balik episodenya coz Emak kirim dua eps !! Emak bikin episod ini buat yang penasaran dengan pernikahan Deniel dan Dokter Val , sengaja nggak di bikin panas panas banget biar reader nggak ikut gerah 😀 ! Terus dukung emak ya ... ~