Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
47


Kamar yang didominasi warna hitam dan coklat membuat kamar milik suaminya terlihat sangat maskulin . Berdua diruangan yang sama seperti ini membuat Air tampak salah tingkah .


Bumi berhasil membujuk Air untuk mau menemaninya di kamarnya . Karena tidak mungkin ia membiarkan Air tidur di sofa ruang tamu ataupun di gudang lagi . Tapi kini ia melihat istrinya tak nyaman ada diruang yang sama dengannya .


" Sayang ... " Bumi yang masih tiduran di ranjang memanggil Air yang dari tadi duduk di sofa yang ada di samping ranjangnya .


" Jika kau ingin pulang ke ruko aku bisa mengantarmu , apa kau mengkhawatirkan Janu ? "


" Tidak Mas , aku tidak khawatir . Ibu dan Dewa menginap di ruko , lagian kamu lagi sakit begini masa iya aku tega ninggalin kamu sih "


" Aku cuma lemas , tapi tidak sakit . Besok mungkin aku akan fit lagi "


" Tapi dokter Val tadi bilang Mas harus istirahat total dirumah untuk beberapa hari ini .Jangan terlalu forsir tenaga untuk bekerja Mas , jaga kesehatan karena tugas Mas sekarang sudah bertambah "


" Tugas ?! "


" Jagain aku sama Janu "


Bumi hanya terkekeh , dia kemudian menepuk kasur di sampingnya . Ia ingin istrinya duduk disampingnya . Tapi Air menggelengkan kepalanya .


" Jangan katakan kau masih mengingat kata konyol dariku yang melarangmu untuk menyentuh kamarku "


" Mas Bumi butuh istirahat , jika aku duduk disitu aku bisa mengganggu kamu Mas . Kamu pasti tidak akan leluasa bergerak " kilah Air , padahal ia masih takut jika malam.ini akan menjadi malam pertama mereka .


Bukan takut karena belum siap , tapi lebih karena mengingat kondisi kesehatan suaminya yang masih drop . Air tahu Bumi akan lepas kendali jika ia sudah memulainya .


" Ranjang ini bahkan muat untuk enam orang sayang , jangan khawatir "


" Mas dari tadi siang belum makan , hanya makan sepotong kue tadi . Mas Bumi lapar ? Mau aku bikinin sesuatu ? " Air mencoba mengalihkan pembicaraan Bumi .


" lya aku lapar ... "


" Mas Bumi mau makan apa ?! "


" Kamu ... aku ingin makan kamu "


" Maaassss ... " rajuk Air .


" Kau takut ? "


Air beranjak dari duduknya kemudian duduk ditepi ranjang suaminya . Dia membelai rahang kokoh yang dipenuhi jambang tipis itu . Sesekali ia susah menelan salivanya , ia tak bisa bohong jika tubuh shirtless Bumi membuat hatinya tergetar .


Tadi Air sempat memaksa Bumi untuk mengenakan piyama tidurnya , tapi suaminya menolak dengan alasan sudah terbiasa tidur dengan keadaan seperti itu .


" Ya aku takut . Aku takut ini ( Air menyentuh kedua mata Bumi ) ... ini ( kemudian menyentuh hidung ) ... dan ini ( terakhir ia menyentuh bibir suaminya ) . Aku takut jatuh dalam pesona pria menyebalkan bernama Bumi Attala Adipraja . Kau terlalu sempurna "


Bumi malah terbahak ketika mendengar perkataan istrinya .


" Kau sedang merayuku sayang !? Harusnya aku yang mengatakan hal itu , aku yang sudah jatuh terlalu dalam . Aku yang tergila gila padamu "


Mereka tertawa bersama karena merasa sama sama konyol . Sampai akhirnya Bumi menarik lengan Air hingga wanita itu jatuh tertidur ke dalam pelukannya .


" Temani aku tidur "


Bumi semakin mengeratkan pelukannya ketika Air sedikit meronta untuk dilepaskan . Bukan tanpa alasan Air minta dilepaskan , bersentuhan langsung skin to skin dengan suaminya membuatnya sedikit tak nyaman , apalagi dengan posisi intim berpelukan seperti saat ini .


" Sebenarnya tidak , sepertinya kau terlalu nikmat untuk dilewatkan sayang "


Air mencubit perut liat suaminya ketika mendengar jawaban vulgar darinya .


" Ckk ... tidurlah ! Jika tidak aku akan benar benar memakanmu malam ini juga "


" Maasss ... "


" Aku serius sayang "


Akhirnya Air membungkam mulutnya dan segera mencoba untuk memejamkan matanya . Tapi ketika ia sudah mulai mengantuk dan ingin memejamkan matanya , ia terganggu dengan tangan Bumi yang mulai meraba perutnya dan semakin lama semakin merambat ke atas .


Tubuhnya menggelinjang menahan rasa luar biasa ketika tangan Bumi mulai memainkan dua bukit kembarnya .


" Mass ... euugghh .. jangan ditekan .. nanti keluar airnya "


" Gemes ... boleh ya ? "


" ltu masih punya Janu Mas ... jangan aneh aneh "


" Dikit ... aku janji "


Bumi segera membalik tubuh istrinya yang sekarang memang hanya mengenakan kaos miliknya . Karena Air tidak membawa baju ganti . Dan dulu ketika pergi dari apartemen ia juga sudah membawa seluruh pakaiannya tanpa sisa .


Dengan tak sabar Bumi menyingkap kaos Air hingga sebatas perut . Kemudian perlahan lidahnya mulai menelusuri perut rata istrinya hingga Air tak bisa lagi menyembunyikan suara suara indahnya .


" Aarrgghhh ... pelan Mass ! "


Air meremat rambut Bumi yang mulai liar bermain di area dadanya . Memilin , menjilat dan kadang meremas gemas area depan yang sudah sepenuhnya terekspose sempurna karena ia sudah melepas kaos dan kain penutup bukit kembar istrinya .


" lni terlalu nikmat sayang ... boleh ya "


Air bahkan sudah tidak bisa menjawab lagi karena terlalu frustasi dengan semua kenikmatan yang di berikan suaminya . Satu tangan sang suami malah sudah menerobos masuk kain segitiga penutup area bawahnya .


Dengan lincah tangan itu sudah bergerak dibawah sana untuk membuat istrinya terus menjerit menyebut namanya .


" Maasss ... "


" Jangan ditahan sayang .. "


Tubuh Air bergetar menahan hempasan gelombang kenikmatan yang menghampirinya . Bumi puas bisa mengantar Air sampai pada klimaksnya .


" Boleh ya ... " Bumi menarik kain terakhir di tubuh istrinya .


" Tapi kamu masih sakit Mas " dia pasrah ketika semua kain ditubuhnya sudah direnggut .


Air memejamkan mata ketika Bumi turun dari ranjang untuk melepas celana trainingnya . Air masih malu jika harus melihat tubuh polos suaminya . Tapi ia membuka mata kaget ketika terdengar suara Bumi sedang di kamar mandi .


Hoek ... hoek ...


" Ya Tuhan ... Mas !! "