
Narra tidak mau ambil pusing dengan suara teriakan itu . Yang penting untuknya adalah setelah melayani pria bernama Alex dia akan segera pergi dari tempat itu .
Karena badannya yang memang lelah dia kemudian merebahkan tubuhnya dan tertidur di kasur king size yang ada di kamar itu . Dia merasa sedikit aneh karena sepertinya setiap gerakannya diawasi ketika ada di kamar itu .
Menjelang sore ia bangun karena dikejutkan dengan suara maid yang mendorong troli makanan untuknya .
" Nona saya sudah siapkan gaun untuk nona pakai nanti malam , dan ini ada sekedar cemilan sore jika nona lapar "
Belum sempat Narra menjawab , maid itu sudah melangkah keluar . Dan Narra hanya menurut , ia kemudian mandi karena badannya terasa sudah lengket .
Narra tersenyum melihat gaun yang akan dipakainya , berwarna merah jambu dengan berbahan sutra dan berbelahan dada rendah . Jika dipakai ia yakin dua bukit kembarnya akan terekspose sempurna . Dan ia yakin gaun itu berharga sangat mahal .
Rupanya tak sia sia pengorbanannya kali ini , mau meladeni pria tua seperti Alex . Ternyata pria tua itu bukan orang sembarangan . Dia bisa memanfaatkan kekayaan orang tua itu jika ia berhasil membuatnya jatuh ke pelukannya .
Malam menjelang , tiba saatnya dia keluar untuk makan malam . Kali ini dia dijemput oleh seorang maid laki laki yang membawanya langsung keruang makan .
Sesaat Alex melihatnya tapi kemudian mereka makan malam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun .
" Kau siap sayang ? "
" Kapanpun kau mau ... " jawab Narra dengan melangkah mengikuti Alex .
Dia tiba di kamar dengan pintu besar , ia yakin itu adalah kamar utama di Villa itu . Alex duduk di sebuah kursi besar setelah menutup pintu kamar itu .
Dengan gerakan erotis Narra berjalan melangkah mendekati Alex yang terus menatapnya dengan tatapan yang tak bisa ia baca .
" Kau menginginkanku sekarang sayang " bisik Narra ditelinga Alex . Pria itu tersenyum dan dengan gerakan mata ia meminta Narra duduk di pangkuannya .
" Duduklah dulu , aku ingin menceritakan sesuatu dahulu sebelum kita memulainya "
Narra menurut , dia duduk dipangkuan Alex . Wanita itu malah sengaja membiarkan dua tali yang tersampir di bahunya melorot dan sukses membuat area depan menjulang menantang pria dibawahnya .
" Tapi aku ingin bercerita padamu .. "
" Bisakah kita bercerita nanti saja ? Aku menginginkanmu sekarang sayang . Setelah selesai nanti kau bisa semalaman bercerita padaku " ternyata Narra sudah mulai tertantang dengan sikap Alex yang terlihat biasa saja walau sudah melihat hampir seluruh lekuk badannya .
Alex hanya terkekeh melihat Narra yang sudah terbakar oleh gairahnya sendiri .
" Aku adalah seorang ayah dari seorang anak laki laki . Dulu hidup kami tidak seperti ini , kami hanya dari keluarga biasa . lstriku telah pergi bersama laki laki lain setelah melahirkannya . Dia tidak tahan hidup miskin "
Alex menjeda ceritanya , ia menghela nafas panjang . Sepertinya masih ada beban yang belum terangkat dari pundaknya saat ini .
" Setelah beranjak remaja putraku jatuh cinta pada seorang gadis yang berasal dari keluarga kaya raya . Dan kau bisa menebak endingnya sayang !? " tanya Alex pada Narra yang sedari tadi mulai merangs*ngnya dengan ciuman ciuman kecil di sekitar lehernya .
" Pasti keluarga gadis itu melarang putramu untuk berhubungan dengan putrinya "
" Benar , tapi tidak sepenuhnya benar . Selain keluarganya yang melarang gadis itu telah mencaci maki putraku . Dia menghina putraku habis habisan , hingga kemudian putraku kehilangan akal sehatnya . Dia terobsesi untuk menjadi kaya raya , tapi dia selalu mengurung diri di kamarnya . Dia menjadi tak terkendali jika kembali mengingat kata kata hinaan dari gadis masa lalunya . Sampai saatnya aku bertekad untuk mewujudkan impian putraku . Dan kau bisa lihat sekarang ? Aku menjadi seorang yang kaya raya ... tapi hampa . Tak ada kebahagiaan di dalamnya "
" Kenapa kau tidak membawa putramu ke seorang psikiater ? "
" Sudah ... tentu saja sudah ! Dokter itu bilang putraku akan sembuh jika pikirannya teralih pada sesuatu yang membuat dia bahagia . Seorang anak ... putraku pernah mengatakan pada dokternya bahwa dia menginginkan seorang anak dari gadis masa lalunya . Kau tidak bertanya siapa nama putraku sayang !? " tanya Alex sambil mencium lengan putih Narra .
" Siapa nama putramu !? "
" Terra ... nama lengkapnya Terra Bajhra Gozza . Kau ingat nama itu !! "
" Ap ... apa ?!!!! "
" Dan aku adalah Alexander Gozza .. ayahnya "
"