Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
06


Tak terasa hari berlalu dengan begitu cepat , sudah dua bulan berlalu setelah kepergian kakaknya . Semakin lama juga ia larut dalam kesibukan untuk mengurus perusahaannya . Bumi lega selama itu papa dan mamanya tidak pernah membahas pernikahan seperti yang di ceritakan oleh Narra .


Bumi pulang dini hari , keadaan rumah sudah begitu sepi . Dia segera menuju kamarnya untuk segera beristirahat , kegiatan hari ini sungguh menguras tenaga dan pikirannya . Bahkan Bumi langsung terlelap sebelum sempat membersihkan dirinya .


TOKKK ... TOKKK ...


Bumi dikejutkan dengan bunyi gedoran pintu saat ia masih terlelap . Dengan sangat malas ia berjalan menuju pintu dan membukanya . Ia menatap tajam seorang pelayan yang terlihat sangat panik .


" Maaf tuan , nyonya berpesan agar tuan secepatnya menyusul ke rumah sakit sekarang " kata pelayan itu sedikit ketakutan . Majikannya yang satu ini terkenal mempunyai sifat sangat dingin .


" Kenapa aku harus kesana ? "


" Tuan besar unfall pagi ini , nyonya langsung membawanya kerumah sakit ... "


" Bodoh !! Kenapa kalian tidak segera membangunkan aku hahh !!! ":


" Sudah tapi tadi .. "


BRAKKKK ...


Bumi langsung keluar kamar setelah mengambil kunci mobilnya , dia tak mempedulikan pelayan yang masih berdiri di depan pintunya sambil memegangi dadanya karena kaget .


Dengan kecepatan penuh Bumi menginjak pedal gasnya agar cepat sampai kerumah sakit . Sampai disana ia segera menuju ruang operasi dimana sang papa sedang ditangani oleh para dokter .


" Mahh ... "


Bumi memeluk mamanya yang sudah duduk di depan ruang operasi , air mata masih membasahi kedua pipinya .


" Bumi .. papamu nak "


" Papa pria kuat , Bumi yakin semua akan baik baik saja . Mama yang tenang ya "


Bumi merengkuh tubuh mamanya seolah sedang memberi ketenangan . Padahal hatinya pun sama khawatirnya dengan sang mama . Dia tidak ingin kehilangan lagi , belum hilang pukulan hebat akan kepergian kakaknya .


Tak berapa lama ruang operasi terbuka dan beberapa perawat membawanya ke ruang perawatan . Bumi segera bangkit untuk menemui dokter yang menangani papanya .


" Bagaimana Dok !? Apa papa saya baik baik saja ? "


Dokter itu terlihat menghela nafasnya sesaat , terlihat dia berat mengatakan sesuatu .


" Kami bisa mengatasi jantungnya , tapi maaf kami mengangkat satu ginjal Pak Alfian karena memang sudah tidak bisa diselamatkan "


" Apa itu berbahaya Dok ? "


" Beliau sekarang hanya punya satu ginjal itu berati kita harus benar benar menjaga pola makannya ditambah lagi dengan penyakit jantungnya . Kita sebisa mungkin menjaga suasana hatinya . ltu saran saya "


" Bumi biar mama yang jaga papamu , kau bisa pulang istirahat . Mama tahu tadi kau baru saja istirahat . Jangan terlalu sering pulang pagi nak ... jaga kesehatanmu ! Hanya kau yang papa dan mama punya saat ini "


" Mahh .. Bumi tidak apa apa , Bumi bisa istirahat di sofa itu jika nanti mengantuk . Untuk urusan kantor Bumi bisa menghandle dari sini "


" Ya sudah kamu tidur dulu , nanti mama bangunin jika papa sudah sadar "


Bumi menuruti kata mamanya , lagipula ia memang sangat mengantuk saat ini . Akhirnya ia terlelap di atas sofa yang ada di ruangan itu .


Bumi terbangun ketika mendengar suara.laki laki di ruangan itu , ternyata dokter sedang memeriksa papanya . Papanya sudah tersadar dan sang mama terlihat setia berada disampingnya .


" Bumi .. " suara lirih Alfian masih dengan jelas bisa ia dengarkan .


" Ya Pah .. Bumi di sini " Bumi melangkah mendekati ranjang papanya .


" Mama dan papa tahu kau menghindari kami akhir akhir ini , kami tahu kau pasti sudah mengetahui apa yang akan kami bicarakan padamu " Rita mewakili suara hati suaminya karena Alfian belum boleh banyak bergerak ataupun berbicara terlebih dahulu .


" Papa dan mama ingin kamu menikah , percayalah kami sudah memikirkan matang matang tentang hal itu . Dia yang terbaik untukmu ! Dia wanita yang baik , kami juga sudah menganggapnya seperti putri sendiri "


Bumi masih diam , ia ingin mamanya berbicara terlebih dahulu . Karena saat ini dia tak boleh gegabah bertindak . Sesuai pesan dokter jika ia harus menjaga suasana hati papanya .


" Mama harap kau bisa menerimanya kelak , kami berharap kalian bisa menjadi keluarga yang bahagia "


" Siapa maksud ibu ? Siapa wanita yang akan aku nikahi ?! "


Rita menghela nafasnya sepertinya ia berat untuk menyebut nama wanita itu , sejujurnya ia tahu Bumi pasti akan menolaknya . Alfian menguatkannya dengan menggenggam tangan istrinya agar lebih tenang .


" Mantan istri kakakmu , ibu dari cucu kami "


" Baik ... "


Rita dan Alfian saling memandang , mereka terkejut dengan jawaban Bumi yang sangat cepat itu .


" Apa maksudmu nak !? "


" Bukankah mama ingin aku menikah ? Aku bersedia jika hal itu bisa membuat kalian bahagia "


Rita kemudian memeluk Bumi dengan erat , tangisnya kemudian pecah . Ia bahagia ternyata putranya menerima rencana pernikahan ini .


" Kalian akan menikah dua hari lagi sebelum mama dan papa ke Tiongkok untuk berobat sekaligus menenangkan diri di sana . Tadi kami sudah membahas ini dengan dokter dan dia mendukungnya "


" Mama saja yang atur , Bumi pasti akan melakukan semuanya "


~ Awal salah paham yang akan menimbulkan rasa benci di hati Mas Bumi , makanya kalau apa apa itu nanya dulu to Mas ... Ojo main iya iya wae .!! Dukung terus emak othor ya ~