
Alex meletakkan bukunya ketika seorang wanita masuk ke ruang bacanya . Wanita itu masuk bersama dokter yang selama ini menangani luka luka Terra .
Mereka duduk setelah Alex menganggukkan kepalanya . Alex menatap.wanita itu , dari raut mukanya dia bisa melihat sebuah kesabaran dan ketangguhan di sana .
" Tuan Alex , ini Dokter Luna ! Dia psikiater terbaik yang saya kenal . Saya jamin dia bisa menjaga privasi ataupun kerahasiaan pasiennya "
" Aku percaya , kurasa dia memang wanita baik . Apa kau sudah berkeluarga ? "
" Saya akan menjaga privasi anda , tapi tolong jangan tanyakan sebuah pertanyaan mengenai privasi saya . Saya akan bekerja dengan baik , saya akan membantu putra anda keluar dari trauma masa lalunya " jawab dokter yang bernama Luna itu .
Alex hanya tersenyum menanggapi kata kata wanita di depannya , sepertinya putranya akan mendapat lawan sepadan . Sepertinya di balik kesabarannya Luna adalah wanita yang tegas dan sangat memegang prinsipnya .
" Aku percaya padamu , sekarang kau boleh melihat keadaan putraku . Dan kau sudah tahu aturannya kan ? Kau akan menjadi pelayan pribadinya saat kau merawatnya . Dan selama putraku belum sembuh kau akan tetap tinggal di mansion "
" Saya mengerti !! "
" Jake ... antar Dokter Luna ke kamar Terra "
Akhirnya Dokter Luna pergi menuju ke kamar Terra diantar oleh Jake . Tapi sebelum itu Jake mempersilahkan dokter itu untuk menyimpan semua koper miliknya di kamar yang akan ditempati wanita itu yang letaknya tepat disamping kamar Terra .
Luna memandang tubuh yang masih dipenuhi perban untuk membalut luka lukanya , sepertinya pria di depannya sudah bertarung habis habisan . Pria itu sedang tidur , mungkin efek dari obat yang tadi di berikan oleh dokternya .
Walau sedang tertidur tadi dia bisa melihat dahi Terra yang kadang berkerut . Luna bisa menilai bahwa pria itu sedang menanggung trauma hebat dalam hidupnya .
Entah hal apa , dan itu akan menjadi bagian dari tugasnya esok hari . Tak akan mudah tapi ia akan berusaha menyembuhkan pria tak berdaya di depannya .
Setelah ia merasa cukup melihat keadaan pasien yang akan ia tangani , ia melangkah keluar dari kamar itu dan berniat untuk masuk ke kamar pribadinya yang memang sengaja bersisian agar ia lebih mudah mengurus pasiennya .
Tapi ketika ia membalikkan badan sebuah tangan kekar menggenggam hangat satu tangannya .
" Aira ... jangan tinggalkan aku . Biarkan aku disisimu ! Hanya aku yang bisa membahagiakanmu "
Luna membiarkan tangan kekar itu menggenggam tangannya , satu tangannya ia letakkan di punggung tangan milik Terra dan sedikit mengelusnya . Seakan mengatakan bahwa semua pasti akan baik baik saja .
Setelah beberapa saat tangan kekar itu melepasnya , Luna yakin Terra sudah tenggelam dalam alam tidurnya kembali . Perlahan ia kembali melangkah keluar dari kamar itu .
Luna lega ketika sudah berada dalam kamar pribadinya . Ternyata Alex tidak main main dengan memakai jasanya . Pria itu memberikan yang terbaik untuknya . Terbukti dengan kamar yang terlihat sangat elegan itu , dan fasilitasnya pun sangat lengkap .
Setelah menata semua barangnya Luna berbaring di atas kasur untuk sekedar meluruskan otot ototnya dan mencoba untuk memejamkan matanya .
Setelah beberapa lama ia tak juga bisa untuk tidur . Tubuhnya memang susah beradaptasi jika berada di lingkungan yang baru . Karena merasa tidak bisa tidur ia kemudian mengambil ponselnya di dalam sling bag nya .
Dia membuka buka galeri foto untuk bisa mengobati kerinduan disudut hatinya . Disana ia bisa melihat senyum seseorang yang selalu menemani hari harinya . Senyum itulah yang selama ini membuatnya kuat untuk menjalani semuanya .
Karena senyum itu juga ia bertekad untuk menyelesaikan misinya kali ini yaitu menyembuhkan trauma Terra . Angka yang ditawarkan padanya sangat fantastis baginya .
Tak bisa dia pungkiri ia memang sangat membutuhkan semua itu . Dari awal karirnya dia sudah mendapat bertubi cobaan yang malah menempanya menjadi karakter yang sangat kuat .
Dia menyimpan itu sendiri dengan rapi , tak ada seorang pun yang tahu lukanya . Tak ada yang tahu di balik senyumnya yang selalu ramah terhadap semua kliennya , tersimpan begitu banyak cerita .
Dan dia merasakan hal yang sama dengan Terra , ada luka mendalam yang sama sama tidak bisa mereka hilangkan . Hanya saja Terra tidak mampu mengendalikan jiwanya .
PRRAANNGGG ..
Senyumnya sirna seketika mendengar suara barang yang sepertinya sengaja di banting . Luna segera berlari menuju kamar di sebelahnya . Sepertinya tugas pertamanya akan segera di mulai .
CEKLEKKK ..
Luna membuka pintunya dan terperanjat ketika melihat siluet wanita hamil berbaju putih dengan rambut panjangnya sedang naik di atas tangga . Sepertinya wanita itu sedang terburu buru .
" Jal*ng kubunuh kau !!!! "