
" Nay ... sayang "
Grace mulai panik ketika melihat Jerry bangkit dan melepas infus yang masih menempel ditangannya dengan kasar . Darah terlihat menetes deras dari tangannya .
" J ... jangan gila !! Kau masih sakit "
Jerry berlari ke luar ruangannya seperti orang kesetanan , dia berteriak teriak keras memanggil nama gadisnya .
" Nay .... Nay !!! "
Beberapa perawat yang mendengar kegaduhan segera datang . Para perawat melihat pasien VVIP mereka berlari kesana kemari memanggil nama seorang gadis seperti orang gila .
" Jangan begini J ... "
Karena terus saja berontak dan tidak bisa tenang akhirnya mereka terpaksa memberikan suntikan yang membuat Jerry menjadi lebih tenang .
Dokter datang dan memeriksa keadaannya , dipasangnya lagi infus yang tadi sempat dilepas paksa oleh Jerry . Grace tak habis pikir kenapa bisa seorang casanova seperti Jerry menjadi gila ketika tahu ada seorang gadis ' biasa ' yang datang padanya .
Sementara itu di kamar sebelahnya tampak Nayya kembali meneteskan air matanya kembali . Dia tetap diam di kamar walau dia mendengar keributan yang terjadi di luar .
Nayya bisa mendengar namanya diteriakkan oleh pria itu , dia bisa mendengar jeritan pilu Jerry yang berkeras tidak mau kembali ke kamarnya .
Tadi dia tiba tiba saja mengukuhkan hatinya untuk bertemu dengan pria itu . Seperti kata Adam yang memintanya untuk memberi kesempatan pria itu untuk meminta maaf padanya .
Tapi belum sampai kakinya masuk ke ruangannya pria itu sudah mengusirnya . Jerry kembali mengusirnya ! Nayya seperti di ingatkan kembali pada janjinya pada Jerry waktu itu . Selamanya pria itu tidak akan pernah melihatnya lagi .
Untung saja Seno tidak terbangun karena mendengar keributan di luar . Sang adik masih terlena dalam mimpinya .
Keesokan harinya Air datang bersama Bumi untuk menengok adiknya . Nayya menyambut mereka dengan senyum karena dia sangat menghormati dua orang yang berperan besar dalam menolong nyawa adiknya .
" Kak Aira ... "
" Hai , bagaimana Seno sudah lebih baik !? "
" Sangat baik Kak , mungkin beberapa hari sudah boleh pulang "
Setelah berbasa basi dengan dua kakak beradik itu Bumi pamit untuk menengok Jerry yang kata sekretarisnya berkeras tidak mau pulang walau dokter sudah memperbolehkannya untuk pulang .
Bumi menghampiri Jerry yang sedang duduk mengamati makan paginya . Sejak kehilangan gadisnya Jerry memang sudah kehilangan nafsu makannya .
" Jangan dilihatin ! Elo nggak pengen kan Nayya takut sama elo gara gara badan elo tinggal tulang doang "
" Berisik elo B ! "
" Dia udah lari lagi , idiot gue memang ! Dia udah nyamperin malah gue usir ! "
" Nggak elo kejar ?? "
" Udah kaya orang sinting gue kejar dia , cepet banget ngilangnya "
" Nggak kepikiran elo gimana kalau adiknya juga dirawat disini . Elo kan tahu Nayya nggak mungkin ninggalin adiknya yang lagi dirawat "
" Ya Tuhan ... kenapa gue nggak kepikiran ya ! Elo bener , sekarang antar gue ke depan "
Jerry turun dari ranjang ingin cepat cepat tahu info mengenai adik dari kekasihnya . Ia berharap Bumi benar , Nayya benar benar ada di rumah sakit yang sama dengannya .
Tapi sebelum dia berhasil turun dari ranjang , dia terpaku dengan dua wanita yang ada di depan pintu kamar rawatnya . Berkali ia mengucek matanya , berharap ini bukanlah mimpi .
Aira sedang menggandeng Nayya di depan pintunya . Kepala gadisnya tertunduk seakan enggan melihatnya . Hatinya terasa sakit tapi Jerry merasa itu setimpal dengan kesalahannya .
" Nay ... "
Bumi menoleh ke belakang tak menyangka istrinya akan membawa Nayya ke ruangan Jerry . Padahal kemarin kemarin ibu hamil itu yang berkeras untuk menyembunyikan Nayya agar Jerry bisa instrospeksi diri .
Aira perlahan membawa gadis itu untuk masuk .
" Sayang sebaiknya kita ke kamar sebelah nungguin Seno . Kasihan jika dia sendiri ! Biar mereka bicara " kata Bumi menggandeng sang istri keluar .
" Seno ?? Kamar sebelah ?? "
" Seno nama adiknya Nayya , dan dia dirawat tepat di sebelah kamar ini '
" Apa !!?? Jadi selama ini !!? "
" Dia ada dekat denganmu , bahkan setiap malam dia melihatmu di balik pintu ini . Dan sayangnya semalam dia di usir karena ketahuan " cibir Air sinis .
" Maaf ... " lirih laki laki itu menyesal .
Walau tadi ia yang membujuk Nayya untuk menemuinya tapi nyonya muda Adipraja itu masih sangat sebal dengan Casanova di depannya .
Jerry turun dari ranjang ketika Bumi dan istrinya sudah keluar dari ruangannya . Dia berniat menghampiri Nayya yang sudah duduk di sofa .
" Sayang .... "
" Jangan mendekat ... "