Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
123


" Tuan Alex ... tuan muda sudah sadar ! Tapi kami sudah memanggil dokter untuk memeriksa dia "


Beberapa orang datang ke ruang baca , tempat Alex biasa menghabiskan waktunya jika sedang ada di mansion . Membaca berbagai buku membuatnya sedikit melupakan tentang kegilaan kegilaan yang di buat putranya .


" Tapi keadaan tuan muda sedikit aneh , dia sama sekali tidak mau mengeluarkan suaranya walaupun kami sudah menanyakan keadaannya . Pandangannya juga kosong " lanjut salah seorang pengawal .


" Nanti aku ke sana ... Hari ini apa Narra menyusahkan kalian lagi ?! "


" Tidak tuan , sepertinya dia sudah lelah untuk melarikan diri "


Setelah tahu Terra tidak sadarkan diri untuk beberapa hari , di masa itu Narra terus saja berusaha melarikan diri . Tapi apa daya gerakannya sudah tidak selincah dulu lagi karena perutnya yang sudah semakin membesar .


Mungkin wanita itu mengira penjagaan terhadapnya akan sedikit lengah karena tidak adanya Terra . Tapi Alex sangat menjaga calon cucunya , dia ingin Narra tetap berada di mansion . Dia berencana akan menikahkan wanita itu dengan putranya setelah kelahiran cucunya .


Dia berharap baik Terra maupun Narra bisa memperbaiki sikap setelah adanya anak diantara mereka . Dan cucunya mempunyai orang tua lengkap yang akan mengasuhnya .


Tak lama seorang laki laki masuk dengan masih mengenakan jas putihnya . Dia adalah dokter yang menangani Terra .


" Tuan Alex ... "


Pria berjas putih itu duduk di depan meja baca Alex dengan menunduk hormat .


" Bagaimana keadaan putraku ? "


" Ada beberapa tulang yang bergeser dari tempatnya tapi itu masih bisa diatasi . Tampaknya pukulan pukulan yang ia terima sangat keras . Ada tulang iga yang sedikit retak tapi juga masih bisa saya atasi . Selain itu hanya luka luar saja . Tapi sepertinya jiwanya sedikit terguncang . Dia tak banyak bicara "


Alex menghembuskan nafasnya , wajar jika Terra akan mengalami itu . Baru kali ini dia dikalahkan oleh seseorang , itupun oleh suami dari wanita yang digilainya .


" Sepertinya tuan muda butuh seorang psikiater , dia butuh sharing dengan seseorang agar jiwanya lebih baik "


" Anda benar , sangat kebetulan karena tuan Terra membutuhkan maid pribadi untuk mengurus segala kebutuhannya kali ini . Untuk beberapa bulan kedepan dia tidak akan leluasa bergerak seperti biasa . Dia membutuhkan asisten selama luka lukanya belum sembuh "


" Kau atur , tapi aku ingin bertemu dengannya sebelum dia melakukan tugasnya "


" Baik , saya akan mengabari tuan jika saya sudah menemukan psikiater yang akan menangani tuan muda "


Alex bangkit setelah dokter itu keluar dari ruangannya dan berjalan menuju kamar putranya , ia ingin memastikan sendiri keadaan putranya .


Dia melihat tubuh Terra yang masih tak berdaya di atas ranjang . Satu tangannya di pasang gips karena patah . Dan dadanya dibebat dengan elastis bandage cukup tebal . Raut wajahnya hampir tidak bisa dikenali karena bengkak dan lebam . Sungguh sangat mengenaskan !


Bumi benar benar menghancurkan putranya , putra Adipraja itu benar benar seorang petarung yang hebat . Alfian benar benar bisa mendidik putranya , lain halnya dengan dia .


Selama ini dia terlalu lemah dengan semua rengekan rengekan putranya . Dia menuruti hampir semua permintaan putranya . Dan terakhir ia mengabulkan permintaan putranya untuk bertemu dengan Narra .


Alex pikir Terra akan menemukan kewarasannya setelah bertemu wanita yang dulu pernah ia puja . Tapi nyatanya tidak !! Terra bertambah gila ketika bertemu dengan wanita yang sudah menjadi istri dari seorang Bumi Attala Adipraja .


Alex menyentuh luka di dahi putranya , yang sudah di balut dengan menggunakan perban .


" Maafkan ayah , seandainya aku bisa lebih keras padamu kau pasti tidak akan seperti ini . Semua salah ayah ! Setelah ini ayah harap kau bisa berubah . Hiduplah lebih baik ! Kau juga akan menjadi seorang ayah , suatu saat kau akan tahu apa arti sebuah tanggung jawab . Jangan ulangi kesalahan ayah , jadilah ayah yang bijak untuk anak anakmu kelak "


Dan satu tetes air mata tak terasa sudah turun di pipinya yang keriput karena termakan usia . Alex meninggalkan kamar itu , walau putranya diam tak bergeming tapi dia sangat yakin Terra bisa mendengar semua yang sudah ia katakan .


Tanpa pria parubaya itu tahu bahwa kedua tangan putranya sudah mengepal keras . Matanya menatap nanar langit langit kamarnya .


" Jika aku tak bisa memilikimu , maka kau pun tak akan bisa di miliki oleh siapa pun !!! "


~ What Will you do Mas Terra ? Nggak usah aneh aneh kalau nggak mau lebih bonyok lagi . Masa iya ora nggak kapok sih Mas !! Ayok goyang jempol ... kembang kopinya buat sajen emak biar bisa begadang dan kreji up lagi 🤗 ... lope U all buat yang udah setia dukung emak ❤️❤️❤️ ~