Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 37


Dua tangannya mengepal dan matanya merah menahan emosi yang sudah memuncak di ubun ubunnya . Adam emosi ketika melihat ada ketakutan di mata putranya , Gema sedang memeluk ibunya dengan erat .


" Mas .... "


Suara lembut sang istri membuat otaknya kembali bisa berpikir dengan semestinya . Diva terlihat menggelengkan pelan kepalanya , Adam tahu sang istri ingin dia tidak bertindak gegabah .


Dia tak bisa meluapkan emosinya di depan putranya , karena hanya akan membuat Gema ketakutan atau trauma jika bertemu dengan laki laki itu .


" Sayang ... "


Adam menghampiri dua orang yang paling berarti dalam hidupnya . Dia mengambil alih Gema dalam pangkuannya .


Andai saja sang istri tahu Gilang bahkan sudah menyewa pembunuh bayaran yang mengincar dirinya pasti respon yang di berikan akan berbeda . Adam sengaja bungkam karena ia bisa mengatasi semua tanpa kesulitan .


" Hei jagoan sedang apa kau ... kenapa memeluk ibu seperti itu !? "


" Ayah ... "


" Dia bukan ayahmu nak !! Akulah ayahmu ... ayah kandungmu sayang " suara laki laki itu memang tidak bernada tinggi tapi tetap saja membuat Gema ketakutan .


Anak itu tambah mengeratkan pelukannya pada ayah sambungnya , dan Adam mencium pucuk kepala putranya penuh sayang . Mengelus bahu kecil anak itu agar menjadi lebih tenang .


" Ada ayah ... jangan takut " bisik Adam pada putranya .


" Aku hanya ingin bicara pada anak dan istriku !! Aku masih berhak pada mereka "


Diva menatap sang suami dan meraih satu tangan yang saat ini sedang merengkuh putranya . Dia merasa mau tidak mau dia harus berbicara dengan pria yang sudah menjadi mantan suaminya itu .


" Bolehkah aku bicara dengannya Mas ? "


" Tidak " jawab Adam tegas .


" Dia tidak akan melakukan suatu hal yang bodoh di depan khalayak seperti ini Mas , lagipula mereka menjagaku "


Diva tahu orang orang suaminya menjaga mereka dengan sangat ketat . Dia tahu beberapa pengunjung yang duduk di sekitar mereka adalah orang orang suaminya .


" Mas ... "


" lya atau tidak sama sekali ... aku tidak akan pernah bisa meninggalkan kamu dengan pria brengsek seperti dia !! " kata Adam melepas rengkuhannya pada Gema yang sudah mulai terlihat tenang , tapi anak itu tetap ada di pangkuannya .


Diva mengalah , dia tidak akan mungkin melawan sisi over protektif suaminya . Adam seperti itu karena sangat mencintai dirinya dan putranya .


" Bicaralah jika memang ada yang perlu kau bicarakan denganku .. "


Gilang memejamkan matanya sesaat , bahkan untuk menyebut namanya saja mantan istrinya sudah enggan . Dia bisa melihat luka yang ia beri pada istri dan anaknya ternyata sangat dalam .


" Maafkan aku .... "


" Semua sudah berlalu , aku yang harusnya mengucapkan terima kasih padamu . Terima kasih untuk semua yang kau lakukan padaku ataupun putraku . Semua luka ini membuat kami lebih kuat ... hingga mengantarkan kami pada pria yang tak pernah kami duga sebelumnya "


Diva menggenggam tangan sang suami dan mengecupnya dengan mesra , Adam pun melakukan hal yang sama . Pria bertato itu mengecup punggung tangan sang istri dan kepala putranya bertubi tubi .


" Dia pria yang mencintai kami tanpa syarat , menerima kami dengan segala kekurangan yang ada pada kami . Bahkan dengan bangga dia memberikan namanya untuk anak yang tidak mempunyai hubungan darah sama sekali dengannya . Bagaimana kami tidak mencintainya jika dia melimpahkan kami dengan kasih dan cinta yang hati kami pun sampai tidak muat untuk menampungnya ? Bagaimana aku tidak mencintainya jika dia bisa menjadi ayah sekaligus sahabat untuk putraku ?! "


Gilang seperti diingatkan kembali dengan kesalahannya yang dengan kejamnya mengambil namanya di belakang nama Gema putra kandungnya .


" Apakah tidak ada artinya bagi kalian lima tahun kebersamaan kita ? Apakah sebanding hubungan kalian yang baru beberapa minggu !? "


" Apakah aku dan ibu bisa mengajukan pertanyaan yang sama kepadamu ? Apakah ada artinya keberadaan kami selama lima tahun bersamamu ? "


Ketiga orang dewasa itu dikejutkan dengan pertanyaan Gema yang dari tadi bungkam dengan rasa takutnya . Satu bulir air mata tampak jatuh di pipi Diva , dia tak menyangka putranya mampu menjawab pertanyaan mantan suaminya dengan kata kata yang mampu menampar keras sisi arogan mantan suaminya .


Gilang masih sama seperti dulu , dia merasa dirinya paling benar . Pria itu selalu mementingkan dirinya sendiri dengan tidak memikirkan perasaan orang di sekitarnya .


" Biarkan aku dan ibu bahagia , karena kami pun tidak pernah mengusik kebahagiaanmu ! Bukankah ayah lebih bahagia jika tak ada kami di sisimu ? Jadi Gema minta ... biarkan kami bahagia seperti ayah bahagia dengan hidup ayah . Jangan ganggu kami seperti kami yang tidak pernah mengganggu ayah "


" Gema ... "