
" Kau ikut !? "
Nayya menggelengkan kepalanya ketika Adam mengajaknya masuk ke ruang rawat Jerry yang tepat berada di samping mereka .
" Tadi aku menemui dokter yang menangani Jerry . Pola hidup dan pola makannya yang tidak teratur akhir akhir ini membuatnya menderita maag akut . Dia pria keras kepala , padahal aku dan Bumi sudah menasehatinya tapi patah hatinya sepertinya memang benar benar parah kali ini ! Apa kau benar benar tidak ingin melihatnya ? "
" Nay tidak bisa , maaf .... "
" Ya sudah , Kakak mau lihat keadaannya dulu . Kau bisa menyusul jika kau berubah pikiran "
Nayya terdiam , dia ingin melihatnya tapi entah kenapa bayangan bayangan kejadian siang itu kembali menyakiti hatinya . Luka di dahinya membekas hingga saat ini . Dan akan selalu menjadi pengingat atas penghinaan yang dilakukan pria itu .
Nayya hanya takut dia akan kembali terperangkap dalam pesona pria itu jika kembali berada di dekatnya . Dia lelah berpura pura kuat padahal dia sangat ingin menyerah dengan hubungan mereka .
Ketika malam sudah larut Adam pamit untuk pulang karena pagi pagi sekali ada yang harus ia urus . Pria itu juga mengatakan jika mungkin malam ini Jerry akan sendirian di kamar rawatnya karena baru besok pagi orang yang ditugaskan menjaganya bisa datang .
Sementara itu di kamar sebelah Jerry sedang nanar melihat ke sekeliling kamar rawatnya . Kesendirian ini malah membuat dia kembali mengingat kesalahannya pada gadisnya .
Jantungnya berdegup kencang saat ini , entah kenapa ia merasakan kehadiran gadisnya walau ia tak tahu keberadaannya sampai sekarang . Dia tidak tahu jika ada gadis muda yang sedang berdiri di balik pintunya . Gadis yang selama ini dia rindukan .
Nayya hanya berdiri di depan ruang rawat Jerry , dengan sesekali mengusap air mata yang membasahi pipinya . Seberapa besar keinginannya untuk masuk tetap kalah dengan sakitnya penghinaan yang telah ia terima .
Memaafkan ! Dia sudah memaafkan semuanya tapi ia tidak akan pernah melupakannya .
Sampai akhirnya dia kembali keruangannya , suara Seno membuatnya menjadi kaget .
" Kakak dari mana malam malam begini !? Kan kak Adam pernah bilang kalau kakak tidak boleh berkeliaran sendiri di rumah sakit ini jika malam tiba " kata Seno mengingatkan .
Selama ini Adam memang menjaga dua kakak beradik itu dengan ketat .
" Tadi kakak cuma di depan kamar kok , cari angin "
" Sebentar lagi Seno sembuh , kita bisa pulang ke kampung dan kakak tidak usah lagi bekerja di kota karena Kak Adam bilang dia sudah bayar semua utang kita ! Seno akan bekerja membantu cari uang agar kakak tidak terlalu capek "
Nayya tertawa mendengar kata kata adiknya , kadang Seno bicara layaknya orang yang sudah dewasa .
" Tugas kamu itu cuma belajar dan sekolah yang pinter . Kalau kelak sukses kan bisa kaya Kak Adam yang bisa bantuin orang yang sedang kesusahan "
" Cieee ... Kak Adam lagi .... "
" Apa sih kamu , kan bener kalau Kak Adam baik sama kita "
" lyaaaa ... Seno tahu itu "
Dua hari sudah Jerry di rawat di sebelahnya , selama itu pula Nayya belum mau untuk melihatnya . Sedangkan Adam sudah dua hari ini tidak menampakkan batang hidungnya . Dan menurut pesan yang dikirimkan oleh Adam pria itu sekarang sudah berada di Bali .
Seno juga sering video call dengan Adam jika pria itu sedang senggang , dua pria beda generasi itu memang menjadi sangat dekat seperti saudara kandung .
Sementara itu Jerry sedang mendengarkan penjelasan Grace tentang berkas berkas yang ada di tangan wanita itu . Malam ini Grace yang bertugas menjaganya sekalian membahas masalah perusahaan yang sudah dua hari ia tinggalkan .
" Kapan aku boleh pulang ? Aku sudah sembuh , aku sudah merasa baik baik saja Grace "
" Aku tidak perlu obat obatan itu !! "
" Kau selalu saja sulit di atur J ! O iya aku keluar sebentar untuk merokok , aku juga ingin pergi ke kantin . Apa kau menginginkan sesuatu ? "
" Tidak , aku tidak ingin apa apa . Aku bisa sendirian di sini ! Kau pulanglah ke rumahmu Grace , bukankah besok pagi kau harus menemui salah satu klien kita !? "
" Suka atau tidak suka aku akan tetap menunggumu di sini , aku hanya keluar sebentar . Kau bisa istirahat jika memang sudah mengantuk , jangan menungguku "
" Ckk ... aku tidak akan pernah menunggumu " cibir Jerry kesal pada sekretarisnya itu , Grace memang dari dulu suka sangat keras kepala .
" Ya sudah aku tinggal sebentar "
Tak berapa lama matanya tertutup walau ia belum tidur . Hanya mengingat kenangan kenangan manisnya bersama Nayya bisa sedikit menghibur hatinya .
Saat gadis itu menyambutnya ketika dia pulang kantor , saat makan bersama , saat melihatnya memasak . Dia baru merasakan perhatian kecil dari gadisnya menjadi begitu berarti saat ini .
CEKLEKK ....
Baru beberapa saat wanita itu pergi tapi sepertinya ia sudah kembali ke kamar . Jerry yang masih memejamkan matanya merasa terganggu , dia benar benar ingin sendiri menikmati kenangannya bersama gadisnya .
" Keluar !! Aku mohon ... aku sedang ingin sendiri "
Jerry menghembuskan nafasnya kasar karena merasa wanita itu tetap berdiri di depan pintu .
" Aku mohon keluarlah !!! "
Dan kali ini permintaannya di turuti , ia mendengar pintu kembali di tutup hingga dia bisa bernafas dengan lega .
Tapi ia dikejutkan dengan pintu yang kembali di buka hingga ia kemudian membuka mata dan menatap tajam Grace yang baru saja masuk dengan membawa cup kopinya .
" Dasar pengganggu ... untung saja aku cepat datang J "
" Bukankah tadi kau sudah aku minta untuk keluar !? "
" Ckk .. bukan aku yang tadi masuk . Tapi gadis yang tempo hari membuatmu marah marah "
" Gadis ?? Maksudmu !?? "
" Mantan pengasuh anak angkatmu itu "
" Jangan bercanda Grace !!!!"
" Walau aku sangat mengantuk tapi mataku tidak rabun J !! Dia benar benar mantan pengasuh Cherry !! Gadis yang pernah datang dengan nyonya muda Adipraja waktu itu "
Jerry terkesiap mendengarnya , jantungnya seperti dihentikan dengan paksa saat itu . Baru saja ia mengusir kembali gadis yang teramat sangat ia rindukan .
" Nay ... sayang !! "