
Tiga bulan sudah usia Sean Abimanyu Hartono. Cilla menikmati perannya sebagai istri Arjuna dan mami Sean. Belajar banyak dari mama Diva, tante Siska dan Bik Mina, Cilla semakin luwes mengurus Sean dibantu oleh babysitter.
Arjuna duduk di sampingnya, menatap Sean yang berusaha menahan kantuk karena masih ingin bermain dengan papinya sambil menyusu pada Cilla.
“Gemes banget nih sama jagoan papi,” Arjuna menoel-noel pipi Sean yang mulai terlihat gembul.
“Kebiasaan baru nih, curi-curi kesempatan,” Cilla melirik suaminya. “Alasan doang gemes sama pipinya Sean, tangannya nyerempet ke aset maminya.”
“Yaahh kan sesuai pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, sayang,” Arjuna tertawa pelan. “Lagipula itu kan punyanya papi yang lagi dipinjam sama Sean.”
“Iihh sejak kapan dipatok jadi miliknya Mas Juna ?” Cilla merapikan dirinya dan bersiap menidurkan Sean di boks bayi.
“Mami nggak kangen sama papinya Sean ?” Arjuna memeluk Cilla dari belakang.
“Kangen, apalagi sekarang papinya Sean tambah sibuk banget,” Cilla berbalik dan langsung merangkul leher Arjuna dengan wajah manja.
“Udah selesai tamu bulanannya ?” Arjuna memeluk pinggang Cilla.
“Udah 2 hari lalu.”
“Kok nggak laporan ?” Arjuna langsung cemberut. “Nggak kangen main anak koala sama Mas Juna ?”
“Kangen tapi takut,” Cilla mengerjapkan matanya.
“Takut kenapa ?” Arjuna menautkan kedua alisnya.
“Takut sakit kayak malam pertama,” ujar Cilla malu-malu membuat Arjuna tergelak.
“Mau dicoba ? Pelan-pelan.” Cilla hanya tersipu dan menyenderkan kepalanya di dada Arjuna.
“Mau ya ?” Arjun mengeratkan pelukannya. “Udah 3 bulan nih anak koalanya nggak ajak main.”
Arjuna langsung menggendong Cilla dan membawanya ke atas ranjang.
“Cilla tambah berat loh Mas Juna.”
“Nggak terlalu. Nggak beda jauh kok.”
Cilla tertawa dengan tangan masih mengalung di leher Arjuna.
“Terima kasih sudah jadi istri yang luar biasa buat Mas Juna dan mami hebat untuk Sean,” Arjuna mengukung Cilla sambil menatapnya penuh cinta.
“Iihh jangan gitu dong, Cilla juga bahagia punya suami kayak Mas Juna, papi kerennya Sean,” Cilla tertawa.
“Banyak teman Mas Juna yang iri, punya istri masih muda banget tapi sudah bisa jadi mami dan istri yang luar biasa. Terima kasih sudah bersedia menjadi istri Mas Juna biar Mas Juna suka bikin ulah,” Arjuna kembali mencium kening Cilla, lebih lama dari sebelumnya.
“Duh puji-puji terus bikin Cilla jadi melambung,” ujar Cilla sambil terkekeh.
“Belum juga diapa-apain udah melambung aja,” cibir Arjuna.
“Lusa pas hari Sabtu kita ke makam papi, ya ?” pinga Cilla. “Cilla mau ajak Sean, mau dikenalin sama papi.”
“Boleh, diatur aja. Mas Juna minta Tino batalin jadwal main golf pagi.”
“Terima kasih Pak Guru tersayang,” Cilla menarik kaos Arjuna dan memberikan kecupan singkat di bibir suaminya.
“Anak bebek Mas Juna udah mancing-mancing aja, nih. Jangan minta berhenti ya habis ini.”
“Siapa takut,” tantang Cilla dan Arjuna pun langsung mencium bibir Cilla, berkesplor dengan lidahnya.
“Pelan-pelan, ya,” pinta Cilla saat Arjuna sudah siap melakukan penyatuan.
“As you wish baby,” desah Arjuna di telinga Cilla membuat istri kecilnya itu merasakan kehangatan cinta Arjuna yang terus bertambah setiap harinya.
“I love you Priscilla,” bisik Arjuna di puncak penyatuan mereka.
“I love you too Arjuna Hartono,” Cilla balas mengungkapkan rasa cintanya yang tidak habis meski banyak rintangan menghalangi jalan mereka.
Keduanya tertidur dengan tubuh lelah sekaligus bahagia dengan posisi saling berpelukan dan senyum merekah di bibir mereka.
🍀🍀🍀
“Papi apa kabarnya di sana ? Pasti papi bahagia bisa bersatu lagi sama mami,” ujar Cilla sambil berjongkok di samping makam kedua orangtuanya yang disatukan dalam kubur yang sama.
Sean yang mulai lincah terus bergerak dalam gendongan Arjuna. Pipi gembulnya membuat Arjuna terus menciuminya hingga bayi itu terkekeh.
“Biarpun Cilla udah yatim piatu, tapi Cilla tetap bahagia. Sekarang Cilla sudah dikaruniai anak, cucu papi dan mami, namanya Sean Abimanyu Hartono. Cilla bahagia karena papi telah memberikan Cilla pendamping hidup yang luar biasa.”
Cilla menghapus sudut matanya yang mulai basah. Arjuna pun mendekat dan ikut berjongkok dekat Cilla sambil menggendong Sean.
“Cilla udah jadi mami muda sekarang Pi, Mi,” ujar Arjuna sambil tersenyum dan mengelus rambut Cilla dengan satu tangannya.
“Makin cantik, istri dan mami yang bertanggungjawab. Terima kasih karena papi memberikan Juna kesempatan kedua untuk memperistri Cilla dan terima kasih karena mami sudah melahirkan wanita sehebat Cilla.
Juna sadar kalau nggak akan bisa membuat hidup Cilla sempurna, tapi Juna janji untuk tidak membuat Cilla sering menangis karena sedih.
Juna akan selalu berusaha membahagiakan Cilla, anak kesayangan papi dan mami.
Pada bilang wajahnya copian Juna, Cilla nggak kenbagian, semoga papi dan mami nggak keberatan karena cucu pertamanya mirip Juna,” ujar Arjuna sambil terkekeh di akhir kalimatnya.
Arjuna berdiri kembali karena Sean terus bergerak aktif. Cilla pun ikut berdiri dan berpegangan pada lengan Arjuna.
“Cilla sebentar lagi jadi mahasiswa, Pi, Mi. Doakan semoga semuanya lancar. Nggak mudah ternyata jadi istri dan mami ditambah nanti jadi anak kuliah, tapi Cilla bahagia banget. Mas Juna juga selalu bantuin Cilla meskipun sibuk dengan pekerjaannya. Terima kasih untuk semua cinta papi dan mami.”
Arjuna merangkul bahu Cilla dan mengajaknya kembali ke mobil.
Cilla menyandarkan kepalanya pada lengan Arjuna yang masih menggendong Sean. Bayi itu mendadak merengek minta digendong oleh Cilla.
“Sepertinya Sean udah lapar lagi, sayang,” ujar Arjuna sambil menyerahkan Sean yang masih menangis.
“Iya, mimi susunya kuat, mungkin karena anak lelaki.”
Benar saja karena begitu digendong oleh Cilla, Sean langsung mendusel-dusel di sumber hidupnya.
“Jangan lupa Sean cuma pinjam punya papi, ya,” ledek Arjuna sambil menoel pipi gembul Sean yang masih merengek karena belum bisa menyesap susunya.
“Iihh Mas Juna deh… nggak rela banget berbagi sama anak,” Cilla mencibir pada Arjuna yang tertawa melihat wajah kesal putranya.
“Rela sayang, rela banget… Tuh Sean yang nggak rela, takut nggak kebagian mimi.”
Cilla menatap putranya yang masih merengek dan akhirnya ikut tertawa bersama Arjuna.
”Kalau nggak sabaran begini, mirip banget sama papi kamu Sean,” Cilla menoel pipi Sean.
Arjuna membukakan pintu untuk Cilla. Hari ini mereka sengaja tidak membawa baby sitter.
“Biar diaku sebagai anaknya Mas Juna, sayang. Bukan hanya wajahnya yang mirip tapi juga sifatnya.”
Cilla mengambil kain penutup dan mulai bersiap menyusui Sean yang semakin menangis karena sudah tidak sabar.
Tidak lama terdengar isapan Sean yang langsung tenang saat mendapati sumber hidupnya.
“I love you Cilla,” ujar Arjuna sambil membelai kepala Cilla setelah menyalakan mesin mobil.
“I love you too Pak Guru,” sahut Cilla sambil tertawa. “Pak Guru tampan yang sudah mencuri hati Cilla sejak pertemuan di pohon mangga.”
“Waktu itu Mas Juna pikir kamu mahluk penunggu pohon mangga. Syok pas mendongak, rok Cilla terbuka lebar. Belum pernah ngalamin kejadian begitu, bikin Mas Juna langsung panas dingin.”
Cilla tertawa mengingat peristiwa itu. Dia pun sama kagetnya saat melihat ada mahluk tampan berdiri persis di bawah pohon kesayangannya kalau datang terlambat ke sekolah.
“Tapi nggak akan seru kalau Mas Juna nggak pakai acara kabur saat kita mau diajak ketemuan.”
“Iya nggak bakal ada cerita murid SMA mengejar cinta guru matematikanya. Berani nembak segala lagi,” Arjuna mengacak rambut Cilla sambil tertawa.
Perlahan mobil sudah melaju meninggalkan parkiran pemakaman.
“Habis guru SMA nya terlalu keren tapi jaim. Baru kali itu Cilla benar-benar deg deg kan banget dekat-dekat sama cowok.”
“Nggak apa-apa karena sebetulnya sejak di Ambarawa, hati Mas Juna juga sudah mulai suka berdebar.”
“Tuh kan, Cilla juga sudah menebak, tapi Mas Juna ketinggian gengsi dan jaim,” Cilla mencibir.
“Bukan begitu, sayang, Saat itu kan status Mas Juna masih pacarnya Luna, bahkan Mas Juna sudah melamar dia untuk jadi istri. Mas Juna kan pria setia, nggak boleh mudah berpaling dan tergoda serta komitmen pada janji.”
“Bukan setia tapi oon,” Cilla mencibir lagi. “Waktu itu sahabat-sahabat Mas Juna kan udah bilangin kalau Luna itu ada main di belakang Mas Juna tapi Mas Juna masa bodoh.”
“Iya Mas Juna terlalu naif dan idealis,” sahut Arjuna tertawa. “Untung aja dikejarnya sama murid yang pantang menyerah.”
Cilla mencibir lagi dan merapikan pakaiannya karena Sean mulai melepaskan isapannya. Kain penutup pun dilepas hingga wajah Sean yang menggemaskan kembali terlihat.
“Semoga kita berdua bisa terus merasakan debaran cinta setiap kali bersama dan melewati banyak masalah dalam rumah tangga kita,” ujar Arjuna sambil menggenggam jemari Cilla dengan tangan kirinya.
Cilla membalas genggaman tangan Arjuna dan menatap suaminya dari samping dengan hati yang berbunga-bunga.
Keduanya tertawa saat melihat Sean ikut terkekeh seolah mengerti dengan perbincangan kedua orangtuanya.
Arjuna Hartono :
Aku tidak bisa menjanjikan kesempurnaan hidup untukmu Priscilla, tapi aku akan selalu menyempurnakan hidupmu dengan cinta hingga tarikan nafas terakhirku.
Priscilla Darmawan :
Aku tidak bisa selalu menjadi apa yang kamu mau, suamiku tersayang, tapi aku akan selalu menjadikan dirimu satu-satunya tujuan hidupku hingga maut memisahkan kita.
🍀🍀🍀 T A M AT 🍀🍀🍀
Terima kasih untuk para readers yang selalu setia menunggu update novel Mengejar Cinta Pak Guru. Untuk semua komen, like, vote dan giftnya 😊😊🙏🙏🙏🙏
Mohon maaf saya sudahi dulu cerita Cilla dan Arjuna sampai di sini.
Sudah saya siapkan sekuel novel ini yang menceritakan tentang kehidupan rumah tangga Cilla dan Arjuna yang dimulai dengan kehidupan Cilla sebagai mahasiswa baru.
Sekali lagi terima kasih atas dukungan yang diberikan 😊😊🙏🙏