
sianar matahari pagi menembus masuk dari celah jendela kamar milik Abi.
tok....tok....!
"Abi bagun nak." panggil Risa.
"iya bunda." sahut Abi dengan suara has bangun tidur sambil mengucak matanya.
"cepat mandi dan sarapan, kita harus pergi lebih cepat ketoko hari ini." Risa berbicara dari balik pintu.
Abi berjalan membukakan pintu untuk Bundanya.
"Ia Bunda." sahut Abi sambil menatap Bundanya dengan wajah yang masih mengantuk.
Risa tersenyum melihat muka bantal Abi, ia lalu mendekatkan wajahnya dan mencium kening sang putra sambil berucap.
"selamat pagi jagoan kecil Bunda."
"hmmmm cepat mandi sayang, bau asem." ucap Risa sambil memencet hidungnya.
"Pagi juga Bunda, ia Abi mandi dulu." sahutnya sambil beranjak kekamar mandi.
setelah memastikan sang putra masuk kemar mandi Risa berjalan kedapur untuk menyiapkan makanan.
"Pagi bu." ucap Risa menyapa Ratih dan Umi yang lebih dulu berada didapur.
Risa melihat ibu dan mertuanya saling membatu menyiapkan sarapan sambil tersenyum ia medakati keduanya dan ikut bergabung bersama mereka.
"Calon-calon bidadari surga nih." ucap Yusuf yang entah kapan sudah berada didapur.
ketiga wanita berbeda usia yang di sapa Yusuf segera menoleh kemudian tersenyum simpul.
Yusuf senang melihat ketinga wanita yang disayangginya mudah sekali akrab dan saling membatu satu sama lain dan membalas tersenyum.
setelah semua sarapan tertata rapi di meja, mereka semua makan bersama tanpa suara hanya suara senduk dan garfu saling bersahut-sahutan menjadi sebuah irama aneh yang harus didengar oleh telinga meraka.
20 menit berlalu mereka semua telah selesai makan Yusuf sudah berangkat kerumah sakit untuk bekerja.sedang Risa Abi, Umi, dan Ratih sedang dalam perjalanan menuju toko.
sesampainya di toko mereka bergerak cepat untuk melaksanakan pekerjaan masing-masing.
Abi dengan cepat mengupulkan alat dan bahan untuknya membuat kue pesanan.
Risa sedang membersihkan italase kue, umi menayapu lantai, Ratih membantu Abi.
Begitu semua siap, abi segera mencuci tangannya dan memulai mengocok telur. Ratih sedang memoles loyang dengan mentega lalu melapisinya dengan kertas kue dan memoles kembali dengan mentega.
Ratih juga menimbang tepung serta gula, sesuai perintah Abi.
Selama kurang lebih dua jam mereka berkutat dengan adoanan brownes keduanya tersenyum, kue brownes kukus dengan 3 tinggat itu sudah selesai tinggal menghiasnya saja.
Ratih melapisi kue dengan fondant dibantu Abi.
setelah semua permukaan kue dilapisi fondant. Abi memasukan pewarna makanan dengan sedikit air dialam sebuah wadah kecil.
ia lalu naik ke atas kursi dan mulai melukis dengan sangat piawai tangan kecilnya itu terus bergerak mengikuti perintah otak.
Ratih yang baru pertama kali melihat Abi melukis begitu takjub akan kemampuan yang dimiliki oleh cucunya itu. ia bahkan tak sadar jika Umi sudah berada dibelangnya. Ratih tak mau melewatkan sedikitpun pemandangan yang ia lihat.
kurang lebih 30 menit Abi melukis dengan berbagai warna kini telah selasai melukis di atas kue tiga tingkat dengan berbeda ukuran itu.
Abi mengambil sebuah kotak berukuran kecil.
Abi juga membuat sepasang boneka dari fondant dan meletakan kudua boneka fondant itu di tingkat paling Atas besama dengan kotak kecil yang ia bawa sebelumnya.
nampak di atas kue boneka kue yang berbentuk laki-laki tampan itu menyerahkan kotak kecil kepada pasangannya.
"Apa isi kotak itu Abi?" tanya Ratih penasaran.
"itu adalah sepasang jam tangan yang segaja kuhadiahkan kepada kedua mempelai." sahut Abi.
"jam tangan?" ulang Ratih dan Umi hampir barsaman.
"kau ingin memberikan itu sebagai hadiah?" tanya Ratih.
"Iya."sahut Abi singkat.
"bukankah harga jam tanga batu permata itu mahal? lalu belum lagi semua bahan yang kita gunakan membuat kue kualitas terbaik apa tidak merugi memberikan mereka sepasang jam tangan." yanta Umi
Abi tersenyum mendengar pertanyaan Umi
"bentuk yang indah dan harga yang mahal itulah yang membuat kita dapat mengangkat harga pada kue ini." jelas Abi
"kita liat aja nanti beberapa dia mau membeli kue buatan Abimanyu" ucap Abi.
Ratih dan Umi saling pandang dan saling mengerutkan kening tak mengerti.
heheeeee. Abi tertawa kecil melihat keduanya tampak masih binggung dengan penjelasnya.
sambil menunggu orang itu mengambil kue, Abi kembali membaut kue dengan resep baru.
"Abi apa kue sudah selesai nak?" tanya Risa dari depan kasir.
"ia sudah Bunda."
"ini yang mesan sudah mau ngambil." teriak Risa.
iya bunda ucap Abi.
tak perlu waktu lama, Abi keluar mendorong sebuah troli berisi kue yang dipesan memperlai padanya.
dua orang laki-laki dan seorang wanita melihat ke kue yang didorong Abi.
mata mereka begitu takjub melihat kue yang begitu cantik dan terlihat mewah.
ditingkat petama lukisan bunga mawar merah dan yang kedua ada bunga lili serta tingkat yang ketiga ada hamparan bunga sakura dan sepasang kekasih yang sedang saling tatap dan diantaranya ada sebuah kotak kecil berisi sepasang jam tangan.
Wanita itu mendekat lalu mefoto kue itu segera ia kirimkan keperia yang memesan kue itu pada Abi.
tak menunggu waktu lama telpon wanita itu berdering. wanita itu mengangkat dan berbicara serius pada sang penelpon diluar toko.
setelah mendapat kesepakat wanita itu mengakhiri panggilan telponnya dan menemuin risa untuk menanyakan harga kue.
Risa memanggil sang putra agar berada disampingnya.
Abi mendekati Bundanya sambil berbisik 60 juta Bunda.
"Bagaimana jika saya saja yang bertanya pada anda Bu berapa anda menghargai jeri pajah kami membuat kue ini?" ucap Risa.
ia melihat kembali kue disampingnya dan melihat dengan jelas jika itu dilukis dengan tangan bukan di ntempel.
wanita itu diam karna begitu takjub tak menyangka jika hasilnya sebagus ini.detik berikutnya ia tersenyum.
mengambil sebuah kertas dan menuliskan nominal harga yang membuat Abi dan Risa tak percaya.
"Apa ini masih kurang?" ucapnya.
"tidak bu ini terlalu banyak?' sahut Risa.
Wanita itu kembali tersenyum. "ambillah sisanya sebagai ucapan terimasih dari kami untuk kue yang begitu menakjubkan" sahutnya.
"Bawa saja trolinya Bu setelah selesai ibu bisa mengembalikannya." ucap Risa
wanita itu segera memerintah dua orang laki-laki yang datang bersamanya untuk memasukam kue kedalam mobil box.
setelah mengucapkan terimaskasih pada Risa dan Abi mereka segera pergi meningglakan toko milik Risa.
Abi segera kembali melakukan tugasnya didapur membuat kue.
Di lain tempat Defvan baru saja keluar dari ruang rapat wajanya tampak leleh namun hal itu tidak mengurangi kadar ketampatan wajahnya.
ia berjalan menuju Ruang kerja miliknya disusul oleh mars yang mengikutinya dari belakangnya.