Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Resepsi pernikahan.


disebuah ruangan rumah sakit terlihat dua orang laki-laki berbicara serius.


"hmmm cobalah berfikir positif jagan bebani otakmu dengan fikiran negetif jalanilah hidupmu seperti biasa ikhlaskan segala sesuatu yang terjadi dimassa lalu." saran Yusuf.


"apakah tidak ada obat yang bisa membuatku melupakan kejadian itu." tanya Defvan serius.


"ada obat penenang yang biasa diberikan kepada orang yang sakit jiwa." sahut Yusuf.


"Aku tidak gila." ucap Defvan.


Yusuf tersenyum lalu berbicara "yang bisa menyembuhkan anda adalah diri anda sendiri pak Defvan."


"Bagaimana caranya." sahut Defvan.


"lawanlah rasa bersalahmu dengan terus berpikiran positif, untuk lebih jelasnya konsultasilah dengan dokter pisikolog." sahut Yusuf.


"aku ingin berkonsultasi denganmu saja dokter Yusuf bantulah aku melupakan kejadian itu aku tak ingin banyak yang tau tetantangku."


"tapi aku dokter penyakit dalam bukan pisikolog." sahut Yusuf


"aku akan detang lagi 3 hari setelah hari ini." defvan berbicara sambil beranjak dari duduknya lalu berjalan pergi keluar ruangan.


sesampai dimobil Dafvan disambut oleh mars.


"kita kemana?" tanya mars sambil menyetir mobil mewah Defvan.


"Bawa aku ketempat yang bisa membuatku tenang dan nyaman." sahut Defvan.


"Apa ada masalah?" tanya Mars sambil melirik sekilas wajah kusut Defvan.


"Deddy dan momy memintaku untuk segera menikah, Deddy behkan mengancamku tidak akan mendapatkan sepersenpun harta kekayanya jika dalam waktu 3 bulan aku tidak menikah alasannya adalah mereka ingin aku memiliki keturunan laki-laki yang nanti bisa meneruskan bisnis keluarga. Defvan berbicara sambil memijat pelipisnya yang pusing.


"mau tidak mau, ketemu atau tidak ketemu gadis itu akau tetap akan menikah, agar namaku tidak diceret menjadi ahli waris." ucap Defvan.


"walupun wanita yang menikah dengan anda bukan wanita yang anda sukai." tanya mers.


"Mars kau mengenalku dari SMA kau tau kan aku terbiasa hidup bergelimang harta, aku tidak sanggup menjalani hidup tanpa adanya harta yang menyilaukan mataku."


"hanya ahli waris yang dicoret bukan


berarti semuanya bukan." tanya mars.


"tanpa sepersenpun mars itu artinya semuanya" sahut Defvan.


"apa malam ini kau akan menunggu Gadis itu lagi dihotel yang sama?" tanya Mars


"hmmmm." sahut Defvan sambil memejamkan matanya.


flasback of.


malam telah berganti pagi dirumah Umi salamah semua sibuk menyiapkan acara resepsi Yusuf dan Risa yang akan diadakan mulai jam 9 pagi ini sampai selesai.


Risa dan Yusuf sepakat jika resepsi akan diadakan dihalaman belakang rumah Umi salamah yang luas.


Umi awalnya ingin resepsi ini digedung atau disebuah hotel.


Risa menolaknya karna ia ingin pesta ini tak usah terlalu mewah, dan karna ia juga punya kenangan pahit disebuah hotel.


setelah diberi penjelasan Umi mengerti jika Risa masih trauma dangan massalalunya.


sekarang belakang rumah umi salamah sudah disulap menjadi tempat resepsi yang mewah dengan nuansa putih dan ping.


atap yang terbuat dari kaca tranparan hingga yang hadir dipesta dapat melihat langit, disisinya dikelilingi buket bunga-bunga berwarna putih,lantai yang juga terbuat dari kaca berhias kelopak mawar. didalamnya, serta lampu-lampu mewah yang mengantung disetiap sudut menambah cantik saat dipandang.


didekat kursi mempelai ada sebuah kaca berbentuk persegi empat, didalamnya terbentuk sebuah karya seni yang terbuat dari bunga sakura yang dibentuk menjadi sebuah lukisan berbentuk hati dan bertuliskan happy wedding Bunda Risa dan Ayah Yusuf,


Abi ini indah sekali ucap Gio yang sedang berjalan dan melihat lukisan bunga sakura berbentuk hati didekat kursi mempelai.


"terimakasih om padahal Abi cuma iseng membutnya" heeee.


"kamu yang membuat ini?" tanya Gio dengan ekspesi tak percaya.


"ya dibantu oleh om Bara." sahut Abi datar.


Gio mengangguk sebagai jawaban mereka berdua berjalan menuju kamar utama.


Dihari resepsi ini Risa memakai kebaya berwarna putih dengan hisan bunga melati yang menjuntai disisi kanannya,Risa menggunakan hiasan kepala adat sunda.


Risa sangat cantik bahkan Abi saja berkali-kali mekatakan bundanya seperti bidadari.


"ayooo bunda acaranya akan segera dimulai !" Abi berbicara sambil menarik lengan Risa.


"Abi bunda tak bisa jalan cepat roknya sempit." sahut Risa.


"apa perlu Gio panggilkan mas Yusuf untuk menggendong kakak." goda Gio.


"tidak perlu Gio kakak bisa jalan sendiri hanya sedikit lambat." Risa berbicara sambil berjalan.


"Muka bunda merah tau om." ejek Abi.


Risa yang mendengar itu menundukan kepalanya malu.


Gio dan Abi tertawa pelan melihat Risa salah tingkah.


Yusuf berjalan menghampiri Risa yang baru saja keluar dari pintu kamar.


"daaahhh...kita duluan mas Yusuf." ucap Gio sambil berjalan menggendong Abi.


"Yusuf berbisik tak perlu malu sekarang aku sudah menjadi suamimu, semua tamu sudah menunggu kita."


Risa hanya mengangguk sebagai jawaban.


Yusuf segera menggandeng tangan kanan Risa yang sudah berkeringat dingin.


Sesampainya pelamian Risa dan Yusuf sudah disambut oleh Abi, Gio,dan Umi salamah serta Bara mereka semua tersenyum bahagia.


tamu-tamu undangan yang hadir sudah dipersilahkan oleh Mc untuk tenang dan duduk di kursi masing masing-masing karna acara akan segera dimulai.


waktu belalu begitu cepat bagi Risa dan Yusuf sekarang sudah waktunya meraka bertukar cincin.


Yusuf sudah mengatakan pada Risa walaupun mereka tak bertungan, Cicin pernikahan tetap Yusuf berikan dihari Resepsi.


Yusuf berbicara dangan lembut dan penuh kasih.


"Risa kau adalah wanita pertama yang mampu membuatku berdebar, kau wanita yang membutku mengarti arti dari kata ibu,


semangatmu mampu membuatku jatuh hati, ketegaranmu membutku taklagi bisa berpaling darimu."


Yusuf menarik nafasnya sejenak lalu melanjutkan lagi kalimatnya.


"mulai hari ini ijinkan aku menggenggam tanganmu berada disisimu untuk, melindunggimu serta putramu, ijinkan aku membuatmu dan Abi bahagia, dan ijinkanlah aku menjadi ayah untuk Abi, aku berjanji padamu aku akan melindungi Abi meski dengan nyawaku." ucapan Yusuf membuat Risa terharu.


"Aku sudah mengijinkanmu menjadi imamku dan Ayah untuk putraku, bagunlah kita akan menjalani segla macam cobaan hidup bersama." sahut Risa.


Yusuf mengambil cincin berlian berwarna putih lalu menyamatkannya ditangan Risa.


"terimakasih mas Yusuf."


Abi mendekati Risa dan Yusuf ia membawa sebuah kado ditangannya


"ini untuk Ayah dan bunda, bolehkan Abi memakaikannya." Abi berbicara sambil menyerahkan kado untuk Bundanya.


Risa dan Yusuf saling pandang kemudian menagangguk.


"bukalah Ayah Bunda nanti Abi pakaikan."


Risa segera membuka kado yang ternyata isinya adalah jam tangan couple yang bertabur batu berlian.


Bisik-bisik para tamu mualai terdegar banyak di antara mereka yang menyayangkan Yusuf yang masih perjaka mau menikah dangan wanita yang sudah punya Anak.


"jangan-jangan anak itu anak haram." ucap seorang tamu undangan.


Tiba-tiba seorang wanita Muda datang mendekat ke Mc dan mengambil mic yang dipengang oleh seorang Mc itu.


Hai parahadirin tamu undangan yang terhormat dengarkan aku, aku akan menceritakan satu cerita pada kalian ucapnya.