Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Tewasnya Harimau putih.


Dewi tersenyum penuh arti ke Arah sang Ayah yang juga membalas dengan senyum tipis.


"Sekarang jemputlah kematianmu putri berwajah iblis." gumam Dewi pelan.


"Lasmi kau terlihat sangat menginginkan Kepala Kekekmu apa kau tidak menyayanginya hingga kau ingin kau bernafsu sekali ingin memakan kepala itu?" Dewi Bertanya sambil melihat Lasmi yang berusaha sekuat tanaga menahan air liurnya agar tidak menetis.


Bertepatan dengan itu, ular putih muncul bersama Devan yang masih menjadi kurcaci keduanya tersedot masuk ketempat tersebut.


" Untuk apa aku menyayangi lelaki tua yang tidak ada sedikitpun hubungannya denganku, dia bukan Kakekku aku bukan anak Devan aku Anak dari penguasa kerajaan jin." ungkap Lasmi setengah berteriak membuat Devan terkejut bukan main begitu wajah Lasmi yang tidak ia kenali terlihat sangat buruk rupa.


Devan bertanya pada sang ular putih yang menjaganya, ular membari jawaban yang membuat Devan mendadak lemas kisah lama terulang kembali.


" Dia putri Lasmi anak dari putri Arum bersama dengan Raja Jin yang kerap kali memakai tubuhmu saat ingin bercinta dengan sang Istri." begitulah jawaban Sang ular putih.


"Istrimu yang cantik itu memiliki suami gaib pengusaha kerajaan jin. Itulah mengapa usahamu yang semula akan bangkrut kembali berjaya dan kau berkali-kali mendapatkan keberuntungan yang terus mengalirkan uang bak air yang mengalir semua karena istrimu dan Ayahmu yang mengabdi pada Raja Jin. Kau tau istrimu itu juga suka memakan sum-sum tulang mayat perawan yang ada dirumah sakit Ayahmu." jelas Ular putih.


"A-a pa a-ayahku mengaji pesugihan?" tanya Devan terbatas bata


"Aku tidak tau, perjanjian  seperti apa yang Ayahmu lakukan dengan Putri Arum dan pengusaha jin gaib itu. Yang jelas Ayahmu pengabdi padanya, untuk tujuan apa aku juga tidak mengerti." Terang Ular putih itu.


Devan terdiam mencoba mencerna semua cerita yang didengarnya besar harapannya jika itu semua hanyalah karangan semata.


" Devan Ayahmu memfitnah Abi karena ia takut Abi membungkar semua rahasianya. Dan Putri Arum ingin membunuh Abi karena takdirnya akan terbunuh oleh Abi keturunan dari petapa sakti Ratusan tahun yang lalu." Ungkap Ular putih.


"Aku tidak mengerti." sahut Devan.


"Ayo kita kembali ketempat Ayahmu berada disana labih Aman untuk bercerita." tukas Sang Ular mengajak.


"Naiklah kepunggungku!" perintah ular itu.


Keduanya menghilangkan kembali ketempat semula yaitu tempat Abi dan Willim berada.


Tanpa Lasmi tau Yang menyamar menjadi Yusuf adalah ki Maong harimau putih. dan yang ada di tangannya adalah kepala dari salah satu dukun yang tewas ditangan sinta dengan ilusinya Ki Maong mampu membuat Lasmi melihat kepala itu adalah kepala Willim.


Lasmi tidak bisa berpikir waras didalam kepala dipenuhi dengan sedapnya memakan kepala dan darah segar.


Yusuf palsu mendekati Lasmi sambil menenteng kepala yang ia bawa membuat Lasmi menelan silvanya gigi taring milik wanita tersebut seakan sudah siap mengunyah santapan lezat.


"berikan padaku sekarang!!" ujar Lasmi berucap dengan air liur yang menetas.


Risa dan juga Zahra bergidik ngeri melihat bentuk Lasmi yang terlihat sangat buruk. Bahkan keduanya kini diam memperhatikan pertunjukan apa yang akan mereka lihat selanjutnya.


#Kau harus masuk perangkapku Lasmi sekarang nikmatilah makanan lezatmu." gumam Dewi sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Yusuf palsu.


Yusuf palsu alias ki Maong mengerti segera berputar putar membuat Lasmi hilang kesabaran.


Melihat orang yang membawa santapan Lezatnya membermainkannya Lasmi marah. ia berusaha merebut kepala itu dengan ilmu-ilmunya.


Ki Maong yang seekor Hewan buas itu tentu saja begitu lincah menghindari Lasmi sampai mendapat perintah barulah Yusuf alias ki Maong melempar kepala itu pada Lasmi.


Lasmi merasa senang tanpa Ragu lagi ia dengan rakus menjilati darah segar pada leher yang terpotong itu.


"Dewi ingat tugasmu!" sebuah seura seakan membangunkan Dewi dari rasa Jijiknya.


Selagi Lasmi menikmati makanannya Dewi berlari secepat angin lalu menusakan belati kecil tepat pada ubun-ubun putri Lasmi yang tentu saja Lasmi tidak bisa menghindarinya wanita itu tidak menyangka bila Dewi mengunakan kesempatan itu untuk menyerang titik lemahnya.


"Kau licik." ucap Lasmi dengan nada marah dan mulut penuh makanan Wanita berwajah iblis itu perlahan-lahan melemah sebelum hilang hesadaran ia memanggil sang Ayah.


Dewi yang tau Lasmi meminta bantuan pada ayahnya tersenyum seraya berucap.


"Tidak ada yang bisa menolongmu disini baik itu ayah atau ibumu satu-satunya yang dapat membuat nyawa selamat hanyalah sang pemilik semesta ini." Di berkata sambil melihat Lasmi.


"Ayahmu tidak akan bisa membantumu Lasmi bagitu pula ibumu, kau berada di alam ilusi yang kami buat tidak ada yang bisa masuk kecuali atas izin kami. Ayahmu tidak akan datang ia lebih memilih membiarkan kamu dan ibumu binasa disini dari pada harus kehilangan banyak bengikutnya demi menyelamatkan nyawa dua orang yang tidaklah begitu penting baginya." Lanjut Dewi.


Ki maong telah kembali kewujud semula melihat itu Lasmi semakin meradang.


"Kurang ajar kalian semua bekerjasama rupanya." teriaknya dengan sisa tenaganya Lasmi melencarkan sarangan mautnya.


" Dewi cepat cabut belati itu dengan doa yang sudah di ajarkan Kyai!!" seru Ki maong.


Dewi bersiap mencabut belati di kepala Lasmi sementara Lasmi sudah siap melepaskan serangannya.


Bam..... Bammmsttttttt...!!


Ki maong melompat menerjang serangan mengunakan badannya untuk melindungi Dewi yang berusaha mencabut belati di kepala Lasmi....


Alhasil tubuh Ki maong hancur mendapat serangan bola api yang begitu dasyat, sedangkan Dewi terpental jauh dan luka dalam yang cukup parah begitu pula zahra yang juga ikut membatu Dewi Risa juga mengalami luka akibat serangan putri Lasmi tersebut.


Dewi memuntahkan darah segar Sedang Zahra dan Risa merasa kehilangan tenaga berusaha merayap mendekati Dewi.


Di tempat berbeda Abi dan Yusuf melawan Willim.


Serangan demi serangan tidak mampu membuat Abi dan juga Yusuf tewas membuat Willim kesal.


"Kakek kenapa kau begitu berambisi menghabisi kami?" tanya Abi di sela bertarungan.


"Karena kamu akan membunuhku bila aku tidak membunuhku." sahut Willim cepat dan itu di dengar oleh Devan dengan telinganya.


"Dari mana kakek berasumsi bila aku akan membunuh Kakek? ".


"Sudahlah Abi, sebaiknya kita selesaikan sekarang disini jangan banyak tanya!"


"Willim sebenci itukah kau dan Ayahku sehingga kau berniat menghabisi seluruh keturunannya?" kali ini Yusuf yang bertanya.


"Iya, Ayahmu Marcello orlando aku sangat membencinya." pekik Willim dengan Amarah yang meluap luap.


"Dia saudaramu Willim." ucap suara seorang lelaki berpakaian serba putih yang tidak lain adalah Raden Mas.


"Siap kau?"


"Darahku mengalir di tubuhmu Willim akulah yang meninggalkan kitab-kitab yang ingin kau pelajari. Aku leluhurmu." tandas Raden Mas.