Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Demensi Lain


wajah Abi memucat menahan rasa sakit langkah terus bergerak maju sekali ia memejamkan matanya menekan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Aku tak boleh menyerah demi Bunda batin Abi sambil tersenyum kecut.


dua langkah lagi Abi tangan dapat menggapai bunga ditengah danau tiba-tiba muncul dua ekor Ular disisi kiri kanan bunga yang sudah terlihat mekar sempurna mata dua ular itu menatap tajam kearah Abi.


Langkah Abi tidak gentar ia tetap menyeret kedua kakinya yang sudah mati rasa.


Tuupppkkkkkk.....!!!


dua ekor ular itu menggigit secara bersamaan.


aaakkkkkhhhhh jerit Abi lemas detik berikutnya ia tak sadarkan diri tenggelam di dalam danau penuh racun tersebut.


Burung gagak pangeran Wijayakusuma terbang di atas danau berharap bisa menarik Abi namun sia sia. Air didalam danau berputar-putar membetuk pusaran air hingga menelan tubuh Abi kedalamnya.


"tidak Tuan." jerit Si rubah meraung.


"kita tunggu beberapa menit jika tak juga muncul aku akan mencari bala bantuan." ucap Pangeran Wijayakusuma ikut panik.


Rubah hanya bisa menyesal membiarkan Abi masuk seorang diri kedalam danau.


Disisi lain Abi tertarik kedalam dimensi lain sebuah istana megah berdiri kokoh dipenuhi banyak taman bunga beraneka ragam warna dan bentuk


"dimana ini?" gumam Abi saat membuka matanya ia tidak mengenali tempat tersebut.


"Anda berada di istana Dewi sekar Arum." ucap Seorang wanita cantik bergaun indah.


"Aku sudah menunggu kedatanganmu anak muda.pemuda berhati tulus." ucap wanita yang lebih cantik dari sebelumnya.


"kau menginginkan bunga cantik milikku?" lanjutnya bertanya


"Iya saya membutuhkan bunga itu untuk membuat obat." Sahut Abi sapan sambil menunduk.


"aku akan memberikannya jika kamu bisa mengalahkan dua Ular penjaga bunga tersebut." kata Sang Dewi.


"Dua ular penjaga yang tadi melukaiku?" tanya balik Abi


"iya kau benar Nak dua ular itulah yang harus kamu kalahkan." jelas Dewi Sekar Arum.


"Bukan aku tak memiliki balas kasih melihatmu banyak luka dan wajah yang memucat tapi semua ini demi kebaikanmu nak dua Ular itu akan membuka sejak kutukan yang harus kau pelajari untuk mengalahkan saudariku putri Arum Sekar Cahya dewi." batin Dewi Sekar Arum.


"baiklah dimana aku harus menemui dua Ular penjaga itu." tukas Abi tanpa gentar


"Ikuti aku." ajak Dewi Sekar Arum sambil melangkah keluar istana.


Abi mengikuti dengan sambil sesekali meringis karena menahan sakit di sekujur tubuhnya.


sesampainya disebuah kolam yang sekelilingnya tampak banyak bebatuan yang disusun begitu rapi kolam itu terdapat tumbuhan air dan tepat ditengahnya ada bunga yang berbeda keberadaannya begitu mencolok karena hanya bunga itu yang paling cantik dan bersinar.


dua Ular segera muncul saat Abi berjalan mendekat ke kolam. Abi melihat sebuah jembatan kecil terbuat dari bambu menuju ketengah kolam ia tanpa ragu berjalan di atas jembatan bambu tersebut.


"nyai kau harus menggigitnya tepat di tanda yang ada di punggungnya." ucap Dewi Sekar bertelipati pada salah satu Ular.


salah satu Ular menatap Dewi Sekar di detik berikutnya ia menundukkan kepala pertanda ia siap menjalankan perintah Sang Dewi.


Dua ular berbeda kelamin itu menyerang Abi bersamaan sambil mendesis.


badan Abi meliuk-liuk menghindari serangan demi serangan yang dilancarkan dua Ular dihadapannya.


dua Ular didepan Abi berhenti menyerang saling pandang dan mendesis.


salah satu ular menyerang Abi membabi buta dan yang satunya terus menatap mencari celah agar bisa segera menggigit Punggung Abi.


Abi yang diserang membabi buta olah Ular dihadapannya tak menghindari seekor Ular betina siap menggigit punggungnya. beberapa menit berikutnya punggung Abi berhasil digigit Ular dibelakangnya.


badan Abi berubah merah darahnya mendidih tak lama rohnya dipaksa keluar dan dibawa sesuatu tempat asing seperti labirin.


"Carilah sebutir telur berwarna emas didalam labirin itu jika kau sudah berhasil maka jalanmu untuk kembali akan terbuka sendiri." ucap Dewi Sekar menggema di dalam labirin.


dengan cepat Abi bergerak mencari telur yang dimaksud Dewi Sekar.


"bagaimana aku bisa menemukan jalan disini semua buntu." batin Abi.


"cobalah fokus Abi kau Anak jenius gunakan otakmu." ucapnya menyemangati.


Mata Abi mengawasi sekeliling dengan seksama sebuah bayangan seperti gambar terlihat didinding labirin tersebut Abi mecoba mengusap gambar di sana hingga tampaklah tulisan aneh berbahasa Romawi.


"Aku tidak mengerti." gumam Abi sambil mengusap kembali dinding yang berada di samping tulisan itu.


sebuah gembar perlihatkan sebuah jurus teknik pedang beribu tahun yang lalu.


Apa ini gumam Abi. ia mengikuti gerakan didinding selesai memposisikan tubuhnya sama tiba-tiba muncul gembar lain Abi kembali mengikuti hingga satu labirin itu terbuka begitu seterusnya hingga ia menemukan satu telur- yang di maksud oleh Dewi Sekar.


"terlur apa sebesar dan seberat ini?."gerutu Abi


"benar kata Dewi sekar semua labirin terbuka dan Roh Abi ditarik kembali ke dunia nyata.


dua Banda bersinar melayang Ke Arah Abi.


"sambutlah inti dari dua ular itu akan membantumu menghilangkan rasa sakit bekas lukanya." tutur Dewi Sekar sambil berdiri tak jauh dari Abi.


Abi mengambil dua inti Ular saat berada tangan Abi dua inti Ular itu menghilang masuk kedalam badan Abi didalam darah Abi dua inti sari Ular melakukan tugasnya dengan baik.


leher Abi tercekat tanpa Aba-aba ia memuntahkan darah berwarna hitam pekat.


"Ambilkan minum." perintah Dewi Sekar Arum pada selah satu Dayangnya.


"minumlah." perintah Dewi Sekar Arum


Tanpa menjawab Abi mengambil Air meneguknya hingga tandas.


"Auramu udah terlihat nak, Aku akan mengobati luka dalam mu duduklah seperti dengan posisi sedang bersemedi." perintah Dewi Sekar Arum.


Abi segera menurut lidahnya terasa kelu setelah memuntahkan darah hitam itu.


Dewi Sekar menyalurkan tenaga dalamnya dibelakang Abi. Rasa hangat Abi rasakan masuk melalui pori-pori belakangnya.


Dasar hitam kembali keluar kali ini jauh lebih banyak dari sebelumnya.


Selesai menyalurkan tenaga dalamnya Dewi Sekar meminta Abi untuk mengangkat Telur yang didapatnya matanya menatap telur itu tanpa berkedip di detik berikutnya Ular itu menghilang membuat Abi tercengang.


"Telur itu sudah masuk kesebuah ruang penyimpanan yang kamu miliki." tukas Dewi sekar tiba-tiba.


ruang penyimpanan tanya Abi bingung.


"coba kau lihatlah cincin yang melingkar dijari manis mu itu tunjuk." Dewi Sekar.


"cincin bermata putih terang itu terlihat bergambar Naga serta Ular didalamnya


Abi menatap sekilas jari manisnya dalam hati ia bertanya kenapa memberikannya cincin.


"sekarang potonglah Bunga didalam kolam mengunakan keris yang kau bawa." perintah Dewi Sekar Arum


Abi segera menuju kolam lagi tanpa ada halangan ia memetik bunga ditengah kolam.


Dewi Arum tersenyum senang.


"Nak tempat ini akan menjadi milikmu hatimu begitu tulus tak salah jika naga Itu mempercayakan keturunannya untuk menjadi Abdi mu." cetus Dewi Arum penuh misteri.