Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
pernikahan


Seorang anak memakai jas hasil rancangan seorang disainer terkenal. ia terlihat sangatlah tampan berjalan bersama seorang laki-laki muda berada disampingnya hingga mereka sampai dikamar utama rumah Umi salamah.


tok....tok...


"bunda bolehkah Abi dan om Gio masuk?" Abi bertanya dari balik pintu yang tertup.


"Masuklah nak pintunya tidak terkunci." Risa menjawab dari dalam kamar.


Abi segera membuka pintu dan mempersilah Gio mengikutinya.


"Ayooo Om Bunda disana." Abi berbicara sambil merik tangan Gio membawanya bertemu Risa.


Gio mengikuti langkah kecil Abi yang berjalan medekati Risa masih dirias oleh seorang Mua.


"Sudah selesai Bu Risa, kamu tampak cocok sekali memakai gaun selver ini, Kamu juga sangat cantik saya yakin akan benyak mata yang menap iri dengan kecantikanmu hari ini." Mua yang merias Risa berbicara memuji kecantikan Risa sambil menatap takjub.


"terima kasih." sahut Risa singkat.


"kalau begitu saya permisi dulu semoga acara hari ini lancar, Bu Risa selamat menumpuh hidup baru." Ucap mua itu kemudian beranjak pergi dari kamar tersebut.


"Bunda lihatlah Abi bersama om Gio disini !!". teriak mulut kecil Abi.


"Gio kakak sangat senang dapat melihatmu lagi." Ungakap Risa sambil berbalik menatap sang adik.


"Gio juga senang bertemu dengan kakak lagi, maafkan Gio Kak, saat itu Gio tidak ada dirumah untuk membela Kakak." Jelas Gio terliahat jelas raut menyesal diwajahnya.


"Sudahlah Gio semua sudah berlalu, sekarang harus kita jalani adalah massa depan, tinggalkanlah massa lalu ." ucap Risa bijak.


"setelah Resepsi selesai kamu harus menceritakan semuanya pada kakak, bagaimana bisa kamu juga tidak pulang kerumah. Aku denger kamu berkerja di jerman untuk biaya kuliahmu." minta Risa.


"Baiklah nanti akan Gio ceritakan semua pada kakak." Sahut Gio sambil tersenyum simpul.


"Apa kamu sudah makan Gio?" tanya risa.


"Sebelum berangakat kesini Gio sudah makan." sahut Gio jujur.


"itu sudah lama Gio, Abi ajak om Gio makan dulu nak." minta Risa kepada putra semata wayangnya.


takterasa detik dan menit berlalu, Acara ijab kabul sudah dimulai.


"Bagaimana SAH tanya?" penghulu pada para saksi.


"Sah." ucap beberapa orang saksi nikah.


"Alhamdullilah" ucap penghulu diikuti oleh beberapa orang yang hadir.


Selesai ijab kabul. Risa Abi dan Yisuf melantunkan beberapa ayat al Qur'an bersahut sahutan meski Abi hanya membaca ayat-ayat pendek tetepi suaranya sangat merdu untuk didengar.


Umi salamah bahkan terharu melihat keluarga kecil sang putra tercinta.


semua orang yang mendengar suara Abi, Risa, dan Yusuf benar-benar terkasima dan takjub bahkan dirumah Umi salamah tempat diadakan acara pernikahan hanya terdengar suara Abi, Risa, dan Yusuf bersahut-sahutan tanpa ada suara lain yang mengganggu.


setelah acara selesai Abi dan Gio tampak terlihat sedang bercanda dan itu terlihat dari mata Risa yang memperhatikan putra tercintanya.


sementra disebuah perusahan seorang pengusaha yang masih terlihat muda duduk disebuah kursi kerjanya wajahnya nampak serius melihat hasil laporan bawahannya, sekali ia mengerutkan keningnya.


tok....tok....tok...


"masuklah." ucap Defvan.


"mars?"


"Aku datang mengantarkan sebuah undangan khusus untukmu tuan Devfan."


"undangan untukku siapa yang akan menikah?" Defvan berbicara dengan wajah binggung penuh tanya.


"seorang dokter yang menolong Anda delapan tahun yang lalu, apa Anda masih ingat tuan?" tanya Mars.


"Delapan tahun yang lalu maksudmu setelah kejadian malam itu? apa dokter Yusuf?."tanya Defvan


"jam berapa acaranya?" Defvan bertanya tanpa melihat undangan.


mars membuka undangan ditangannya lalu berucap "jam sembilan acara baru dimulai tuan."


"hmmmm aku akan datang menggingat dokter Yusuf yang sudah berjasa mambantuku." Defvan berbicara sambil menggingat massa lalunya


"Mars kau kosongkan jadwalku sampai makan siang." perintah Defvan.


"Apa Anda perlu saya temani." tanya mars.


"tidak perlu Mars aku akan membawa putri kecilku" sahut Defvan.


"itu artinya devfan juga pergi bersama dengan Gea istirinya yang matre itu." gumam Mars.


"kau bicara apa mars." tanya Defvan yang mendengar Mars berbicara tapi tidak begitu jelas.


Mars tersentak kanget karna teguran Defvan ia segera menjawab cepat. "tidak apa Tuan aku hanya berbicara sendiri." ucapnya.


"saya permisi dulu tuan" ucap Mars sambil berlalu keluar ruangan Defvan.


Defvan mengingat kembali pertemuannya dengan dokter Yusuf.


flasback on.


Defvan terbagun dikamar sebuah hotel,ia merasa binggung mendapati dirinya tanpa sehelai benang yang melekat ditubuhnya.


"apa ini? mengapa aku ada disini?" gumamnya bertanya.


Defvan mencoba mengingat kembali kejadian apa yang menimpanya hal yang pertama yang masuk kedalam ingatannya adalah ia pulang jam setengah dua belas malam saat ia dijalan tiba-tiba sebuah mobil berwarna putih menyelipnya dan berhenti tepat di depan mobilnya.


Defvan terpaksa menghentikan mobilnya lalu keluar bermaksud menemui pengendara mobil yang berhenti didepannya itu.


defvan mengetok kaca mobil itu sambil berbicara kenapa mobil anda berhenti tiba-tiba tanpa......belum selesai Defvan berbicara seseorang dari belang Defvan menutup mulut dan hidungnya dengan kain yang di beri obat bius.


Saat sadar dari obat bius defvan mendapati dirinya dihotel dan badannya terasa panas, defvan membuka semua bajunya dan melemparnya sembarang, setelah itu defvan berbalik kesamping ia meliahat seorang gadis tertidur disampingnya, pahanya terlihat karna gaun yang gadis itu pakai terangkat keatas.


Defvan menelan silvanya meliahat paha mulus gadis disampingnya, badannya yang panas semakin panas karna kabut gairah tanpa pikir panjang ia merkam gadis disampingnya tanpa ampun ia terus melakukannya tanpa peduli rintihan dan tanggisan gadis itu.


"kau bener-benar nikmat tubuhmu bahkan sehalus sutra aku menyukaimu" rancau Defvan.


Defvan terus melakukannya berulang-ulang sampai ia benar-benar kehabisan tenaga hingga tertidur.


setelah mengingat itu Defvan menemukan bercak noda darah diseprai tempatnya tidur.


"ahhkkk sial aku mengambil kesuciannya." ucap Defvan sambil memukul kepalanya.


Defvan segera mengambil ponselnya dan menelpon Mars orang kepercayaannya sekaligus astennya untuk segera menjemputnya.


20 menit menunggu Mars datang


Mars membatu Defvan berjalan karna badan Defvan sangat lemas akibat terlalu banyak mengeluarkan tenaga.


Mars membawa Defvan kerumahnya, disana ada seorang dokter muda yang sedang memeriksa kesehatan ibunya, Mars ingin meminta bantuan dokter itu memeriksa Defvan.


selesai diperiksa dokter Yusuf, Defvan diberikan resep obat dan meminta Defvan beristirahat total selama 3 hari setelah itu akan diperikasa kembali oleh Yusuf.


setelah hari ketinga Defvan menemui Yusuf disebuah rumah sakit suwasta tempatnya bekerja.


Yusuf memeriksa dengan menanyakan keluhan Defvan.


"aku dihantui rasa bersalah setiap malam dokter." ucap Defvan.


"jika begitu temuilah orang yang membuatmu merasa bersalah itu dan minta maaflah." saran Yusuf.


"itu masalahnya dok aku tidak tau nama dan alamatnya, aku dijebak tidurnya dan melewati malam panas." cerita Defvan.