Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Di serang.


Zahra meresa penasaran tetapi ia tak berani kuar seorang diri.


Bagaimana aku tau jika hanya berdiam diri kalah dengan rasa takutku sendiri. Aku harus menjadi wanita pemberani. tidak peduli itu hanya manusia yang eseng atau seseorang berniat jahat ada baiknya Aku memastikannya ujar Zahra ia lantas bergegas menganti pakaian agar lebih leluarga bergerak tak lupa Zahra memakai kerudung lengkap jengan cadar.


Sambil mengandap-endap Zahra menuju pintu rumah dan membaka kunci dengan pelan dan hati-hati.


Dukkkkkkkkkkkkk bommm bommm.


Zahra lagi-lagi mendengar suara seperti benda berat jatuh di atas rumahnya.


Mars yang juga terkejut mendengar suara benda jatuh lantas bergagas membuka pintu kamar dan ia berjalan pelan menuju ruang tumu ia meneliti setiap sudut ruangan tak lupa Mars juga memeriksa dapur dan tidak menemukan apapun.


Zahra yang sudah berada di depan teras rumahnya berjalan kedapan rumahnya.


Zahra mengawasi sekitar rumahnya dengan seksama ia akhirnya menegok keatap rumahnya dan betapa terkejutnya ia meliahat beberapa bola Api ingin menembus atap rumahnya tetapi dihadang oleh seekor harimau.


"Api ini kalau tidak salah namanya banaspati biasa yang menggunakan adalah orang yang memperlajari ilmu hitam." gumam Zahra.


Mars membuka horden kaca di ruang tamu matanya melihat sesok kecil yang memakai pakaian serba hitam dan bercadar melihat ke atas rumah Ustad Yusuf.


"Siap orang itu apa yang ia lakukan?" gumam Mars pelan.


Zahra mengenggam tasbih ditangannya dengan memejamkan matanya ia memohon perlidungan dari orang-orang yang berniat jahat kepada keluarga dan tamu di rumahnya.


Abi menahan sesak didadanya ia sekaan di tindih oleh benda yang berat hingga tak dapat mengerkan anggota tubuhnya.


"Antok bagunlah nantu Abi." ujar Ki Maung.


Mang Antok terbagun melihat Abi dengan mata melotot keatas tapi badannya kaku.


"Dimana Den Mars." batin Mang Antok.


"Apa yang bisa kulakukan menolong Den Abi?" tanya Mang Atok.


"Bangunkan Taun rumah aku sudah berusaha menahan beberapa serangan yang diperuntukan untuk Abi tapi semakin lama semakin banyak membautku tak sanggup." kata Harimau pitih tersebut.


Mars pelahan membuka pintu rumah sambil membawa tongkat kayu ia berjalan menghapiri Zahra.


"siapa kamu apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Mars dengan intonasi nada tak bersahabat.


Zahra menhentikan baca'annya ia membuka matanya perlahan melihat Mars berdiri dengan tongkat milik Kekeknya Zahra sewaktu hidup.


Belum sempat Zahra menjawab lima Api banaspati mengelilingi mereka.


"Om Mars ini Zahra. untuk menggunakan tongkat kakek Om Mars harus membersihkan diri dulu dari pikiran jahat dan kotor." ujar Zahra.


"Ayo kita lawan banaspati yang disegaja dikirim untuk mencalai seseorang dirumah kami." Ajak Zahra.


"Aku tidak berpengalaman dengan hal seperti ini. bagaimana caranya tanya?" Mars menatap binggung.


"Tenangkan diri Om, bacalah asmaul husna tanpa putus kita tidak tau pertolang datang darimana yang pasti kita harus berpasrah padanya hanya padanya ialah yang maha kuasa atas segalanya. bahkan setiap tarikan napas kitapun ia memebrikannya." ungkap Zahra.


"Jangan menjadi lemah hanya karna Api berada disekiling kita jadilah kuat. berusahalah seperti mencari sumber air ditengah musim kemarau sedang melanda. berusahalah bersama untuk mencari sumber air saat tengorokan sudah terasa kering berusahalah dengan keras." kata Zahra lebih lanjut.


Baik Zahra aku mengerti sahut Mars dengan memejamkan matanya ia membaca asmaul husna sambil mensyukuri nikmat dan kebesarannya.


Di sisi lain Abi sedang dibantu Ustad Akbar dan Mang Antok.


"Lawan nak Abi, jangan biarkan iblis menang lawanlah." bisik Ustad Akbar sematara mang Antok membaca Al-Qur'an disamping tempat tidur Abi.


"Siapapun yang saat ini kamu lihat jangan takut takutlah dengan Allah ibu dan ayahmu baik-baik saja nak mereka dalam keadaan sehat." lanjut Ustad Akbar ia takut iblis atau jin menyerupai keluarga yang Abu sanyanggi.


Setelah mendengar ucapan Ustad Akbar tubuh Abi memberi respon tangan kanannya dapat bergerak walau hanya jarinya saja.


"lawan lah kami akan membantu melalui Do'a dan Ayat suci jika kamu melihat cahaya terang maka berlarilah kesana." lanjut Ustad Akbar tanpa melepas tasbih ditangan kanannya.


Zahra dan Juga Mars rohnya tersedut masuk kedalam hutan tempat dimana Abi sedang di dijadikan bahan permainan bagi para raksasa badan Abi dilempar kesana kemari seperti bola.


Entah karna apa kekuatan Abi seperti terkunci tak dapat ia gunakan hingga ia hanya bisa memohon pertolangan dari yang maha kuasa.


Zahra dan juga Mars melihat hutan lebat diselilingnya banyak pohon besar yang diperkirakan usianya sudah tua.


hahahhahahahahhahah!!


hahahahahhaha!!


Zahra melihat kirin kanan telinganya jelas mendengar suara tawa yang menggema dihutan tersebut tapi wujudnya tak terlihat.


"Zahra kau mendengar suara itu? kata Mars bertanya.


"Om juga mendengarnya, ayo kita cari. Zahra yakin ada sesuatu yang membuat kita tersedot kedalam hutan ini." Ajak Zahra sambil melangkah kekanan.


"hatiku mengatakan demikian, ikuti saja bukan hati tidak pernah berbohong." Sahut Zahra mantap.


Zahra terus memimpin jelan tawa itu semakin jelas terdengar hingga mereka melihat sekelompok raksasa yang sedang bermain lempar-lemparan sambil tertawa.


"Zahra apa yang mereka mainkan itu sepertinya boneka." cicit Mars.


"Bukan Om Mars, coba liat baik-baik itu seperti manusia." sahut Zahra.


"Apa manusia!!" sentak Mars berjalan pelan sambil sekali bersembunyi di pohon besar.


"Astaga itu Abi." cicit Mars sambil menutup mulutnya ia mengucak kedua matanya guna memastikan pandangannya.


Zahra menatap kearah pandangan Mars.


"benar itu Abi, ayo selamatkan Abi segera Om." ajak Zahra.


"Bagaimana caranya?" tanya Mars terlihat seperti orang bodoh.


Zahra menajamkan pendengaranya sayup-sayup mendengar suara orang mengaji.


"Alhamdulillah." batin Zahra.


"tenang Om bala bantuan akan datang kita harus membuat para raksasa itu berhenti tertawa." ujar Zahra.


"Bagaimana Zahra? kita hanya mahluk kecil dimata mereka itu mustahil." Sahut Mars.


"Tunggu Zahra pikirkan Om."


"Om berteriaklah atau azan saja." ujar Zahra.


"Baiklah Om Azan sekarang." ujar Mars.


Dangan tekad dan mengucap nama Allah Mars mulai mengumandangkan suara Adzan.


٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)


(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ


Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)


(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)


(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ


Hayya 'alashshalaah (2x)


(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ


Hayya 'alalfalaah. (2x)


(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)


(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ


Laa ilaaha illallaah (1x)


Artinya :


Allah Maha Besar, Allah Maha Besar


Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah


Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah


Marilah Sholat


Marilah menuju kepada kejayaan


Allah Maha Besar, Allah Maha Besar


Tiada Tuhan selain Allah.