
sesuai rencana Risa di antar ke markas seusai sholat subuh. Begitu sampai Risa, Yusuf, Kyai Ahmad dan ustadz Akbar di buat kagum dengan tempat yang mereka datangi. Tempatnya nyaman semua kebutuhan yang perlukan tersedia bukan seperti markas pada umumnya, tempat ini seperti rumah di desain dengan sentuhan tangan para ahli pilihan warna serta perpaduannya yang tepat. peletakan perabotan yang begitu apik membuat siapa saja berdecak kagum. kemampuan Abi dalam hal ini tidak dapat di remehkan dan perlu diacungi jempol. Diusia yang masih remaja membuat Risa begitu bangga.
Zahra tarnyata tak ketinggalan ia pun menyusul setelah mendapat penglihatan melalui mata batinnya. ia melihat hal buruk yang akan menimpa Keluarga Abi.
Zahra dapat menuju tempat yang tepat karena mengikuti penglihatan mata batinnya yang tajam.
Zahra berjalan begitu cepat seorang diri. tanpa ia tau penjaga sang Kakek selalu mengikutinya.
Sesampainya di depan Markas Abi ia segara membunyikan Bel dan mengucap salam.
"assalamualaikum"!!.
"waalaikum salam." ucap Kyai Ahmad dan ustadz Yusuf di ikuti oleh yang lain.
abi berjalan menuju pintu, ia merasa bingung siapa yang bertamu tanpa memberi tau.
begitu pintu dibuka Abi jelas melihat Zahra.
"Zahra." ucap Abi pelan.
"Abi maaf aku mengganggu waktumu ini penting. om kamu Gio dalam bahaya wanita itu mengincar Om kamu setelah mendapatkan Ayahmu." Ungkap Zahra cepat.
"Om Gio di jaga oleh harimau peliharaan Mang Antok aku yakin dia pasti baik-baik saja." sahut Abi.
"Tidak Abi ayo ikut Aku." ajak Zahra sambil berjalan masuk kedalam hutan.
"Kemana kamu akan membawa aku." ucap Abi mengikuti langkah zahra.
Begitu sampai di sebuah sungai airnya jernih serta dalam. Zahra membuka tas Ransel miliknya lantas membentangkan sajadah di atas permukaan air. kemudian naik ke atas sajadah yang tidak tengelam meski Zahra udah menginjaknya, sambil mengajak Abi.
"Cepatlah sebelum Roh dari Om Kamu itu di bawa pergi oleh wanita iblis itu." teriak Zahra.
Abi sempat Tercengang dangan ilmu yang dimiliki oleh Zahra. Mendengar teriakan Zahra ia segara berjalan di atas Air yang anehnya air itu tak membuatnya tengelam ia seperti berjalan di atas kaca transparan.
Abi duduk di samping zahra yang duduk dengan posisi bersila. "Ayo kita cari bersama.' Ajak Zahra.
Abi mengangguk kemudian segera memejamkan matanya mengikuti Zahara yang ternyata lebih dulu dirinya.
Tanpa ada yang mengetahui Zahra memiliki ilmu kanuragan yang cukup tinggi tak dapat di remehkan. ilmu bela diri yang di ajarkan oleh sang Kakek bukan ilmu beladiri biasa Zahra sangat beruntung di didik oleh sang Kakek yang memiliki ilmu aliran putih.
Sesampainya tempat seperti alam bebas yang berpandangan indah ada pegunungan, lembah, serta bunga yang indah terlihat dua insan sedang memadu kasih.
Abi dengan jelas mengenali wajah Gio.
Om Gio berhenti teriak Abi sambil berlari mendekati Gio.
Putri Arum tak tinggal diam. Wanita melempar jaring tak mata pada Abi hal itu menyebabkan Abi terperangkap.
Zahra tersenyum kecut di balik cadarnya.
"Kembalikan Dia." teriak Zahra.
"jangan mencampuri urusanku anak kecil lebih baik kau bawa temanmu itu kembali belum aku melenyapkannya."
"Hahahaha, kau ingin melenyapkan manusia seperti kami mimpi saja." olok Zahra.
"Aku berkata benar kau bukan Allah, kau iblis setengah manusia. Bagaimana bisa membunuh kami yang di ciptakan oleh Allah." ujar Zahra tersenyum mengejek.
Jawaban Zahra membuat Putri Arum marah ia melempar bola api dari tangannya.
Zahra menangkap bola Api dengan tanpa takut terbakar saat berada di genggaman Zahra api padam hal itu membuat putri Arum tak percaya ia kembali melempar bola Abi bukan hanya satu tapi lima sekaligus berharap Zahra hangus terbakar Api.
Zahra berpasrah pada yang maha kuasa tanpa melawan. Api yang menyerang Zahra menghantam satu persatu bagian tubuhnya dimulai dari kaki, tangan, perut, kepala, dan leher.
Zahra memejamkan mata sambil berucap dua kalimat syahadat Api yang mengenai tubuhnya tak terasa panas ia justru merasa sejak meski seluruh tubuhnya tertupi oleh Api yang menyala-nyala.
putri Arum tersenyum melihat Abi tak padam api itu semakin berkobar di badan Zahra.
Abi yang melihat itu tidak mau tinggal diam, meski wajah Zahra terlihat tenang tetap saja Abi begitu takut jika Zahra sampai tak selamat.
Abi meminta pertolongan pada naga yang berada di cincin ruang miliknya membatunya sedikit untuk menyerang Putri Arum tanpa harus keluar dari jaring yang membuatnya terperangkap.
"Saat tangan Abi terarah suara Zahra terdengar. "jangan lakukan itu sembunyikan peliharaan kamu Ka Abi biar aku yang mengatasinya. Kaka selamatkan Om Gio." perintah Zahra.
Abi yang berkobar di badan Zahra terbang seperti angin ****** beliung kembali ke tuannya.
Apa bagaimana bisa anak itu tidak terluka oleh Api gumam putri Arum sembari menghindari serangan balik Zahra.
Putri Arum terbang kesan kemari menghindari serangan balik dari Zahra.
"Kenapa kamu menghindarinya bukankah itu ilmu kamu sendiri aku saja tidak menghindari serangan itu." tantang Zahra.
Mata Putri Arum berkilat merah menahan Amarah ia kembali luncurkan serangan untuk Zahra, Zahra menghilang secepat kilat dan muncul didekat Abi memegang baju belakang Abi yang sedang membatu sudah berhasil membebaskan Gio. Abi mengerti segera terbang cepat menggunakan kekuatan anginnya ketiganya berhasil selamat.
"Kurang Ajar mereka berhasil melarikan diri ini, semua karena petapa itu bukan hanya mengutukku ia juga menyegel ilmu yang aku pelajari." gumam Putri Arum seorang diri.
Setelah kembali Zahra memuntahkan darah segar karena menahan serangan putri Arum ia sengaja melakukan itu. Agar wanita iblis itu tidak terlalu mengembangkan dirinya, bisa membuatnya lengah dan hanya terfokus padanya melupakan Abi yang harus membebaskan Gio.
"Kenapa kamu melakukan itu Zahra? kita bisa mencari cara lain." tanya Abi.
waktu kita tidak banyak itulah yang tercepat Ka Abi, tenang saja setalah beristirahat yang cukup Aku akan baik-baik saja sahut Zahra.
"kau, keras kepala, ayo ikut Aku." ucap Abi segara menarik Zahra masuk kedalam cincin Ruangnya.
tempat Abi ini cicit Zahra.
"tunggulah sebentar akan aku buatkan obat untukmu." kata Abi sambil berlalu membiarkan Zahra bingung sendiri.
Zahra berjalan-jalan melihat sekeliling ia merasa betah tempat yang ia kunjungi saat ini nyaman aman dan sejuk sekali. Zahra melihat seorang anak laki-laki berpakaian warna kuning seperti pakaian raja bermahkota naga. dengan pelan ia menghampiri laki-laki yang duduk di tepi danau itu.
"Assalamualaikum Ka, boleh Aku bergabung duduk di situ." Sapa Zahra.
laki-laki itu tidak menjawab salam Zahra hanya mempersilahkannya duduk dengan bahasa isyarat saja.
Di Markas Abi Risa dibuat bingung karena Abi tak kunjung kembali meskipun Kyai Ahmad mengatakan Abi dalam keadaan baik-baik saja tetap saja tidak bisa membuat nya tenang.
selesai mengobati Zahra Abi kembali ke markas. Zahara Kembali ke padepokan.