Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
permohonan maaf


setelah pertengkaran yang menghasilkan subuah keputusan berpisah. Defvan melangkahkan kakinya keluar dari rumah ia ingin menenangkan pikirannya sejenak mencari tempat yang tenang.


ketika tangan kokoh Defvan ingin membuka pintu mobil sebuah suara menghentikan aktivitasnya.


"Ayah !!"panggil suara seorang anak perempuan.


Defvan mengurungkan niatnya membuka mobil ia berbalik melihat Amira berlari ke arahnya.


"Amira, ada apa?" tanya Defvan datar.


"Ayah Amira ingin permen kapas yang ada ditaman!!" rengek Amira manja.


"permen kapas?" tanya balik Defvan.


"ya permen kapas yang ada ditaman kota Ayah ayo kita beli kesana." minta Amira dengan menarik-narik tangan Defvan.


"Amira Ayah sedang sibuk kamu beli sama bibi sistermu saja ya." sahut Defvan.


Fatma ( bibi sister Amira) sini panggil Defvan.


Fatma berlari kecil menghampiri Defvan.


"Ya tuan ada apa memanggil saya?" tanya Fatma sopan.


"Fatma kamu pergilah ketaman bawa Amira minta Ardi( supir) mengantarmu Amira mau beli permen kapas disana." perintah Defvan.


"Aku mau perginya sama Ayah!!" seru Amira.


"Amira, Ayah sedang ada urusan kamu sama kak fatma saja ya." jelas Defvan.


"tidak mau Amira mau sama Ayah titik." ucapnya sambil menghentakan kaki kecilnya ketanah.


"Amira Ayah sedang sibuk.", bentak Defvan dengan suara tinggi.


"Ayah jahat." ucap Amira berlari sambil menanggis.


Defvan menjambak rambutnya frustasi. baru selesai membereskan Yana sekarang anak lagi meregek padaku. batin Defvan.


Defvan berjalan mendekati Amira yang merajuk sambil berucap. "Amira baiklah kita akan pergi ketaman bersama ketaman.kamu juga ikut fatma." perintah Defvan.


"Baik tuan." sahut Fatma ia lalu mengendong Amira dan membawanya masuk kedalam mobil.


Defvan segera menjalankan mobilnya menuju taman kota menuruti permitaan Amira. tidak apa mengalah untuk anak kecil batinnya.


Sesampainya ditaman kota Defvan mengedarkan pandangannya mencari penjual permen kapas setelah menemukan ia segera membawa Amira membeli permen kapas.


"Fatma kamu temani saja Amira bermain jika ada yang ingin dia beli pakailah ini." perintah Defvan sambil menyerahkan 3 lembar uang berwarna merah.


"Baik tuan." jawab Fatma singkat.


Defvan mencari tempat untuknya duduk, pandangannya bertemu sebuah kursi kosong yang terbuat deri besi. Defvan segera melangkahkan kakinya menuju kursi tersebut.


sesampainya disana Defvan duduk sambil memandang lurus kedapan mata tiba-tiba bertemu seorang anak laki-laki yang ia kenal sedang membeli air minum pada pedangang diarea taman tersebut.


"Abi dengan siapa dia kemari?" gumam Defvan bertanya pada diri sendiri.


matanya Defvan terus mengawasi kemana langakah kaki Abi berhenti.


Abi berjalan mendekati Bunda dan Ayahnya yang menunggu dibsebuah kursi taman.


tak mau membuang kesempatan didepan mata Defvan segera melangkahkan kakinya untuk menyapa keluarga kecil dokter Yusuf.


"selamat sore." dokter Yusuf sapa Defvan.


merasa ada yang menyapanya Yusuf menoleh.


"eh selamat sore." pak Defvan sahut Yusuf.


"saya sangat senang bisa bertemu dengan anda disini dok. kemaren saya sempat menemui Abi untuk menanyakan anda." ucap Defvan memulai obrolan.


"Ada perlu apa seorang pengusaha muda sibuk seperti anda mencari saya." sindir Yusuf.


"Saya ingin mengucapkan terimakasih pada istri anda karena sudah membongkar kebusukan Yana." jelas Defvan sambil melirik Risa yang sedang bermain bersama Abi.


"Apa saya boleh mengobrol berdua dangan istri anda sebentar?" minta Defvan sambaru tersenyum.


"Risa!" kemarilah panggil Yusuf.


Risa mendekati sang suami.


"Ada apa Mas?" tanya Risa lembut.


"Pak Defvan ingin berbicara padamu mengucapkan terimakasih karna kamu membongkar kebusukan istrinya." jelas Yusuf sambil melihat Defvan yang menganngukan kepala membenarkan ucapan yusuf.


"Baiklah tapi aku tak punya waktu lama hari sudah semakin sore." sahut Risa.


Yusuf dan Abi meninggalkan Risa dan Defvan.


"maafkan aku baru sempat datang mengucapkan terimakasih padamu." ucap Defvan memulai obralan.


Risa berusaha bersikap biasa saja pada Defvan meskipun keringat dingin mulai membasahi kulit cantiknya.


"tak apa." jawab Risa singkat.


"aku juga ingin meminta maaf atas perbuatan Amira yang mendorong Abi pada acara resepsi pernikahanmu." ucap Defvan sambil melirik wajah cantik Risa yang mengunakan hijab.


"Tidak masalah aku memakluminya." sahut Risa sambil melihat jalan yang ramai.


"Aku juga ingin meminta maaf atas kejadian yang menimpa kita 8 tahun lalu." ucap Defvan dengan wajah sedih.


deg...


Risa terdiam mendengar ucapan Defvan.


ia tak tau bahagamana harus menggapinya.


"aku menunggu setiap malam dihotel itu berharap kau kembali sedaknya untuk mengambil ini." ucap Defvan menunjukan sebuah jam tangan berwarna putih milik Risa.


"aku yang tidak tau siapa namamu dan tempatmu tinggal terus saja berharap kau kembali kehotel itu." lanjut Defvan.


Clarissa malam itu aku juga dijebak tidur denganmu aku tidak bermaksud mengambil kesucianmu, orang itu menyuntikan obat perangsang padaku, membuat otakku tak lagi berpikir sehat saat melihat kulit mulusmu. aku mencarimu untuk mempertanggung jawabkan perbuatanmu tapi sayangnya aku tak menemukanmu.cerita Defvan.


"kita berdua sama-sama korban ku mohon jangan membenciku, darah dagingku mengalir ditubuh Abi." ucap Defvan.


Risa terlonjak kaget mendengar ucapan terahir Defvan.


"Aku sudah melakukan tes DNA dengan Abi. maaf aku tak meminta ijin darimu karena aku tak bisa lagi menahan rasa penasanku terhadap putramu yang wajahnya sangat mirip dengan wajahku sewaktu kecil." ungkap Defvan sambil melihat wajah Risa.


"aku memberikanmu maaf asalkan jagan mengganngu keluarga kecilku." ucap Risa setelah sekian lama terdiam dengerkan cerita Defvan.


"Apa ayah dari putramu apa aku bisa mengenalnya lebih dekat?" tanya Defvan.


"kau boleh menemuinya satu minggu sekali." ucap Risa yang sudah bisa mengusai dirinya dari rasa takut.


"Risa tak bisakah kita hidup bersama menjadi sebuah keluarga lengkap." ucap Defvan meminta.


"maksudmu aku kau dan Abi bersatu?" tanya Risa sambil melirik sekilas Defvan.


"aku akan menikahimu." ucap Defvan mantap.


"tak kusangka otak seorang pengusha muda sepertimu ingin merusak ramah tanggaku yang baru seumur jagung." tandas Risa.


"Aku hanya ingin menebus dosaku yang mengambil kesucianmu saat itu." jelas Defvan.


"aku sudah memberimu maaf kau tak perlu menikahiku untuk itu." sahut Risa.


"Bagaimana dengan Abi dia memerlukan kasih sayang dariku sebagai Ayahnya." ucap Defvan tak kehabisan akal membujuk Risa.


"kamu bisa memberikan kasih sayangmu pada Abi tanpa harus menikahiku." sahut Risa.


"Clarissa lihatlah Aku apa yang kurang dariku hingga kau terus menolak niat baikku." ucap Defvan menatap wajah Ayu risa.


"jika aku ingin menikah denganmu sudah sejak dulu aku datang menemuimu, aku bisa saja merusak hari pernikahanmu dengan mengaku mengandung benihmu, tapi aku tak melakukannya karena aku sadar derajatku jauh dibawahmu. aku hanya akan menjadi bahan tontonan bagi para pejabat yang hadir di hari pernikahanmu dengan Yana." cerita Risa.