Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Berduka


Selagi Zahra memejamkan mata berdoa Dewi menghilang dari tempatnya ia menggantung terbalik puluhan lebih anggota Sakte yang menjadi abdi Putri Arum di bawah kepemimpinan Marcella, Dewi menggunakan sulur telatai yang keluar dari tangannya menggantung terbalik secara berjauhan tidak lupa membuka semua hijab mereka dan baju mereka hanya tertinggal ****** ***** dan BH untuk wanita sedang yang laki-laki hanya menggunakan ****** *****.


Selesai melakukan itu Dewi kembali secepatnya kesamping Zahra, bertempatan dengan Zahra melempar Tasbih milik Kakeknya ke wajah patung.


Seketika suara ledekan terdengar kepala patung itu meledak dan hancur. Dewi menarik mundur Zahra. Lalu dengan ilmunya membatu Mars Dan Wijaya terlihat kesulitan menghancurkan meja persembahan yang terbuat dari batu itu.


Dewi membuka portal gaib meminta mereka semua segera masuk, sementra ia menarik Dewi sekar untuk ikut pergi dari tempat tersebut.


"Dewi sekar Ayo pergi dari ini segera."telepati Dewi teratai. Kemudian mengeluarkan sulur teratai dari tangannya menarik Dewi Sekar dan masuk kedalam portal gaibnya untuk melarikan diri.


Setelah semua keluar ditempat yang aman Mars segara masuk kedalam mobil diikuti Zahra. Sementara Dewi sekar masih setia di samping Dewi teratai Wijaya sudah berada di atas motornya bersiap meninggalkan tempat tersebut.


"Dewi sekar bila kamu ingin pergi tidak apa, aku harus mengembil janazah Kakek Ahmad Halim dia sudah menolong kita sebagai balasan dan ucapan terima kasih aku ingin menguburkan dia secara layak." tandas Dewi teratai.


"Aku ikut denganmu masuk kedalam." sahut Dewi Sekar begitu tau alasan Dewi tidak ikut pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Tunggu saja disini, aku akan mesuk sendiri." kata Dewi berlalu pergi.


Sebelum Masuk Dewi mengubah dirinya menjadi anak remaja yang terlihat menyediakan dengan baju lesuh.


"Kakek-kakek." panggilannya sambil bertiak di halaman Rumah perkumpulan Sakte.


Mendengar ada yang mendekat Putri Arum bersembunyi begitu mengetahui orang yang masuk tidak memiliki aura kesaktian apapun tau lebih tepatnya hanya rakyat biasa.


Dewi tidak masuk sendiri ia membawa lima orang polisi yang sudah bisa melihat kembali dengan jelas. Lima polisi ia temukan berada di samping rumah Perkumpulan Sakte dalam keadaan tidak sadar. tentu saja Dewi menolong mereka terlebih dahulu baru masuk kerumah itu lagi. Dewi bertekad memasukkan semua anggota Sakte didalam rumah itu ke dalam tahanan.


Begitu mendapatkan janazah Kakek Ahmad Halim Dewi meminta bantuan pada dua polisi untuk membawa janazah Kakek Ahmad Halim kerumah sakit untuk di otopsi. Dan mengantarkan ia pulang tidak lupa ia memberi tau Dewi Sekar untuk tidak menunggunya ia sudah pulang ke rumah orang tuanya.


Dua mobil polisi datang bersama beberapa petugas membawa anggota Sakte yang berada dirumah milik marcella itu ke kantor polisi untuk dimintai keterangan dan mendapakan hukuman.


Dewi teratai sebenarnya tau bila Putri Arum bersembunyi saat mereka masuk tapi ia tidak menghiraukan, karena yang lebih penting baginya saat ini pulang menghibur orang tuanya dan terutama Kakaknya lalu ikut memakamkan Oma dan Kakek Halim yang berjasa menolong mereka.


Dewi megengunakan kemampuannya berteleportasi ke jarak jauh hingga kini ia muncul di dalam kamar Kaka nya karena mobil polisi yang membawa ia, ia minta berhenti di salah seorang rumah warga sederhana.


Dengan santai Dewi keluar dari kamar sembil merentangkan kedua tangannya. Ia mencari makanan di dapur, hal itu membuat Pelayan heran sejak kapan Anak majikannya ada dirumah itu setahunya semua anggota keluarga di rumah sedang dirumah sakit, namun ia tidak berani bertanya dan lebih memilih menyiapkan makanan yang di minta Dewi.


Gio yang tau Abi begitu menyanggi sosok Umi duduk di kursi tunggu samping Abi. Perlahan ia mengelus pundak Abi memberikan kekuatan.


Yusuf masih saja tidak percaya ia berkali-kali mengetatkan jika alat digunakan melihat detak jentung Umi rusak dan Umi hanya tidur karena leleh.


Risa mendekati suaminya berusaha menjelaskan ia justru mendekatkan bentakan keras dari suaminya.


Ustadz Akbar yang tadi sempat keluar memberi kabar untuk kyai Hasan masuk kembali kerungan tempat Umi di rawat.


"Nak Yusuf jangan begini ikhlaskan nak, Umi pasti sedih melihat kamu seperti ini." ujarnya lembut sambil menepuk pundak Yusuf.


"Ummi tidak mungkin pergi sebelumnya sudah berjanji tidak akan meninggal aku jauh." tatap Yusuf sambil menggoyangkan pergelangan tangan Umi.


Zahra bersama Mars masuk untuk melihat Umi dan memastin kebenaran yang dikatan Dewi bila Umi telah tiada.


Ting. bunyi pesan masuk di Ponsel Zahra.


Begitu melihat ia tersenyum dan memperlihatkan isi pesan dari Dewi. Zahra kadang meresa Dewi bukan anak kecil pemikirannya seperti orang Dewasa wawasannya juga tinggi. Anak berusia empat tahun biasanya hanya tau bermain tapi beda dengan Dewi yang justru menghadapi masalah lalu menyelesaikannya.


Mars bergegas Mancari Mayat Kakak Ahmad halim yang di minta Dewi ia mengaku sebagai keluarga Kekak Halim agar bisa membawanya pulang begitu selesai outopsi dan di mamakamkan dengan layak bersama janazah Umi salamah.


polisi membawa janazah Kakek Ahmad Halim ke rumah sakit yang di minta Dewi yaitu rumah sakit yang sama dangan rumah sakit Tempat Umi salamah menghembuskan napas terakhirnya. Bukan tanpa Alasan Dewi meminta kesana karena tau Zahra dan Mars bisa menjadi anggota keluarga janazah dan mengurus hingga janazah bisa dipulangkan untuk dimakamkan.


Di Sisi lain.


Risa terus berusaha berbicara dangan suaminya perlahan-lahan Yusuf mendengar istrinya untuk keluar dari ruang rawat Umi dan membawa ke mesjid yang berada di samping rumah sakit dengan Alasan sholat zuhur dan berdoa untuk Umi Risa berharap selesai melaksanakan sholat wajib Yusuf mau menerima kenyataan bila Umi sudah pergi.


RIsa tau begaimana kedihan yang Dirasakan oleh Suaminya, Umi tidak hanya ibu bagi Yusuf tetapi Ayah sekaligus, setelah kepergian Ayahnya Marcello Umi lah yang menjadi sandaran baginya dalam keadaan suka mau pun duka. Dami kebagian sang Putra Umi tidak ingin menikah lagi ia mencurah seluh kasih sayang untuk putranya tanpa ingin membagi dengan pendamping hidup lagi. Kegigihan Umi berhasil menjadikan Yusuf seorang dokter sesui keinginannya.


Benar dugaan Risa Yusuf lebih tenang selesai melaksanakan sholat dengan perlahan dan Hati-hati Risa mengatakan kepergian Umi. Meski diiringi dengan derai air mata Yusuf berusaha menerima Kenyataan yang di sampaikan sang istri.


"Mas Ayo kita bawa pulang janazah Ummi, Aku yakin Ummi tidak ingin membuat kita terlalu larut dalam kesedihan. Bila sudah waktu kita pun kelak akan merasakan hal yang sama. Semoga kita bisa berkumpul kembali dengan Umi." ujar Risa sambil menarik tangan suaminya untuk berdiri.


Yusuf mengikuti langkah istrinya kembali kerumah sakit. Untungnya Gio sudah mengurus proses untuk membawa janazah pulang hingga mereka tinggal menunggu mobil ambulans yang akan membawa Ummi kerumah Duka.